The President Daughter and Mafia

The President Daughter and Mafia
Mengejar mu



Los Angeles waktu setempat


Hana baru saja tiba di Bandara Internasional Los Angeles, California, Amerika Serikat yang terletak di barat daya Los Angeles di kota Westchester sekitar 16 mil dari pusat kota.


Dia langsung menuju hotel terdekat untuk beristirahat, sebelum besok pagi menemui Austin Hendrawan sang pujaan hati.


Hana sudah memutuskan untuk mengejar cintanya sebelum dia menyesal, karena sudah melepaskan lelaki yang begitu baik yang selama ini selalu setia mendengar keluh kesahnya. Jika dia patah hati dengan sikap cuek Ali padanya dulu.


Hana baru sadar kalau selama ini Austin lah sosok yang selalu bisa membuat dirinya nyaman dan menjadi diri sendiri. Dia terlalu terpaku pada sosok Ali yang tidak bisa dia gapai, hingga membiarkan seseorang yang selalu ada di sampingnya selama ini.


Hana berharap besok pagi dia bisa menemui Austin, dan mengungkap kan perasaannya yang sebenarnya pada Austin Hendrawan Kakak sepupu Paloma Hendrawan.


Sekitar jam 7.30 pagi Hana tiba di kediaman Austin yang terletak di Kota elit Beverly Hills California.


Beverly Hills merupakan sebuah kota yang terletak di bagian barat Amerika Serikat di negara bagian California. Meskipun merupakan kota mandiri, Beverly Hills terletak di dalam Kota Los Angeles bagian barat, dan tidak begitu jauh dari kawasan Hollywood yang terkenal dengan industri film.


Hana disambut dengan pemandangan mewah nan elegan dimana villa milik keluarga adik Presiden RI itu berada. Terasa nyaman dan memanjakan mata bagi mereka yang melihatnya.




Hana menekan bel rumah di samping pintu dengan semangat, rasanya dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Austin.


Ceklek...


Seorang maid membuka pintu dan menatap bingung pada Hana, yang masih pagi sudah bertamu disana.


"Selamat pagi, apa Ka Austin ada?."


"Tuan masih tidur. Maaf, nona siapa ya? Ada perlu apa dengan tuan Austin?."


Hana tersenyum manis merasa bahagia karena ternyata tidak sia-sia dia bangun pagi dan jauh-jauh kesini untuk bertemu dengan Austin.


"Saya Hana, teman Ka Austin dari Indonesia. Aku kesini karena dia meminta ku untuk menemani dirinya ikut terapi."


Hana terpaksa berbohong karena tidak ingin maid itu curiga dan bertanya macam-macam lagi padanya.


"Baiklah, nona bisa membangunkan tuan di kamarnya. Saya sudah berusaha membangunkan tuan Austin dari tadi, tapi tuan tidak juga bangun. Sebentar lagi terapisnya akan segera sampai disini nona."


Hana mengangguk mengiyakan ucapan maid itu, dia lalu membawa Hana hingga ke depan kamar Austin yang berada di lantai 2.


Hana menarik nafas untuk menyemangati dirinya sendiri karena merasa gugup akan bertemu dengan Austin setelah beberapa hari ini tidak bertemu.


Hana membuka pintu kamar Austin dengan hati-hati karena tidak ingin mengganggunya. Dia tersenyum melihat pria tampan di depannya sedang tidur pulas di balik selimut, yang menutupi tubuh kekarnya.


Hana merona melihat Austin yang tidur tidak memakai baju, hingga memperlihatkan perut kotak yang mulai terbentuk kembali setelah dia mulai rajin berolahraga di gym.


Dengan berani Hana mengusap lembut pipi Austin hingga lelaki itu mengerjai dan membuka matanya perlahan. Austin tersenyum melihat wanita yang selama ini selalu hadir di mimpinya setiap malam.


"Hana... Terima kasih karena selalu berada di samping ku meski hanya dalam mimpi saja. Aku mencintai mu Hana, maafkan aku yang belum bisa melupakan dan merelakan dirimu bahagia bersama orang lain Han. Meski sakit dan terluka, aku akan berusaha untuk menerima semuanya Hana."


Ingin sekali Hana tertawa mendengar ucapan Austin yang berpikir kalau dirinya tengah bermimpi. Walau ingin tertawa tapi Hana begitu bahagia karena ternyata cinta pria tampan itu untuk dirinya sangat lah besar.


"Aku juga mencintaimu Ka Austin."


Austin tersenyum masih berpikir kalau dia tengah bermimpi indah, mendengar ucapan cinta Hana untuknya.


Tanpa sadar Austin menyentuh pipi Hana yang terasa nyata baginya. Tunggu, kenapa pipi Hana terasa hangat?.


Merasa mendapatkan nyawa nya yang terkumpul sempurna, Austin perlahan bangkit dari tempat tidur dan selimut yang menutupi tubuh atletis itu tersingkap. Memperlihatkan roti sobek dan celana boxer hitam nya.


"Aaaaa....."


Hana berteriak karena melihat pemandangan yang merusak mata indahnya.


"Hana... Kau? Kau benar Hana?."


Bukan nya malu dan menutupi tubuhnya, Austin malah memeluk tubuh perempuan cantik yang selalu dia puja itu.


Deg...


Jantung Hana berdetak dua kali lebih cepat merasakan pelukan hangat Austin. Wajahnya sudah merona bak kepiting rebus menahan malu dan perasaan yang membuncah bahagia.


"Aku tidak bermimpi kan Hana? Kau benar-benar berada disini?."


Austin masih memeluk putri Ketua MPR RI itu, tidak ingin melepaskan dirinya karena takut dia akan terbangun dari mimpinya dan tidak mendapatkan Hana di sisi pria tampan itu.


"Ini aku Ka, aku datang kemari karena ingin mengejar dirimu yang dengan berani nya meninggalkan aku di Indonesia! Ka Austin benar-benar membuatku seperti orang gila karena tidak bisa menemukan mu dirumah, saat aku pergi kesana dua hari lalu."


"Apa maksudmu Hana?."


Austin melepaskan pelukan hangatnya dan menatap manik mata hitam Hana dalam.


"Aku pergi kesana karena ingin mengungkap kan isi hatiku yang sebenarnya padamu Ka Austin. Tapi Tante Samantha bilang kalau Ka Austin sudah pergi ke Amerika pagi sebelum aku tiba disana. Jadi, disini lah aku sekarang Ka. Aku ingin mengatakan kalau aku juga sangat mencintai dirimu Ka, maaf karena aku terlambat menyadari nya Ka Austin."


Austin tersenyum dan kembali membawa Hana ke dalam dekapan tubuhnya. Hati lelaki tampan itu membuncah penuh bunga yang bermekaran indah.


Dia mencium dahi Hana penuh cinta, tidak pernah Austin bayangkan kalau Hana akan lebih memilih dirinya dibandingkan Ali sepupu tiri Austin yang sudah lama wanita itu cintai.


"Terima kasih Hana. Terima kasih karena sudah memilih ku dihatimu Han. Aku berjanji akan selalu menjaga dan mencintai dirimu selamanya Hana."


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


****Akan ada up setiap hari


Terus dukung karya Author yaa 🤗


Like and Vote 🌹**