The President Daughter and Mafia

The President Daughter and Mafia
Menebus



Pagi-pagi sekali Barbara sudah bangun dan memasak untuk sarapan sebagai bentuk permintaan maafnya, karena sudah menampar Dave kemarin.


Wangi masakan masuk hingga ke dalam kamar Dave yang baru saja selesai mandi. Karena penasaran, Dave keluar dengan handuk yang masih melilit pinggul nya dan menampakkan perut kotak-kotak pria tampan itu.


"Apa yang kau lakukan di apartemen ku Barbara?."


Suara bariton Dave membuat Barbara terkejut dan memutar tubuhnya kearah suara Dave berada.


Mata indah itu membola sempurna melihat pemandangan tak biasa di depannya. Ini pertama kali Barbara melihat secara langsung roti sobek yang banyak digilai kaum hawa. Biasanya wanita itu hanya melihat perut buncit lelaki gila yang selalu menyiksa dan memaksa Barbara untuk melayani dirinya.


"Kenapa kau tidak pakai baju Dave? Aku sedang memasak untuk sarapan kita."


Barbara menutup mata indahnya karena malu dengan pemandangan menggiurkan yang ada di depannya pagi ini.


Dave mengernyit merasa aneh dengan tingkah Barbara, "Terserah. Ingat jangan membakar apartemen ku!."


Dave pergi dan masuk kembali ke dalam kamarnya untuk bersiap-siap ke kantor.


"Hah... Pagi-pagi begini mataku sudah sakit karena tubuh pria tukang perintah itu! Hampir saja aku mendekati dan menyentuh perut kotak yang menggiurkan itu."


Barbara pun buru-buru menyelesaikan masakan yang dibuatnya. Meski hanya membuat omelet tapi Barbara berusaha agar Dave menyukai masakan itu.


Setelah selesai Barbara masuk ke kamar dan berganti pakaian, lalu keluar untuk sarapan bersama Dave sebelum mereka berangkat ke kantor.


"Tumben sekali kau memasak pagi ini, apa kau ingin meminta gaji double padaku karena sudah memasakkan aku makanan nona?."


Dave menatap sepiring omelet di depan nya yang terlihat enak dengan sambal yang menghiasi di atasnya.


"Jangan bicara sembarangan Dave, aku hanya ingin menebus kesalahan ku karena sudah menampar mu semalam. Tapi kalau kau tidak mau, kau tidak perlu memakan nya."


Barbara berujar dengan tulus, mata indah itu memancarkan rasa bersalah yang mendalam.


"Tidak perlu merajuk seperti itu nona Barbara, kau lupa kalau bahan makanan yang kau masak ini di beli dengan uangku? Jadi, mau aku makan atau tidak itu bukan urusanmu!."


Dave terus menggerutu namun tetap memakan omelet di piringnya yang sedari tadi membuat mulutnya berliur.


Satu suapan masuk ke dalam mulut Dave, rasa gurih dan lembut omelet tersebut pecah di lidahnya. Dia sedikit tertegun karena merasa omelet biasa itu sangatlah enak, tidak seperti yang biasa dia makan di restoran ataupun di buat oleh chef terkenal.


Tidak ku sangka ternyata wanita pengganggu ini pintar memasak. Dave tersenyum tipis dan terus memakan omelet itu dalam diam hingga tak bersisa.


Barbara menghembuskan nafas lega karena Dave terlihat menyukai omelet yang dia buat. Ya setidaknya aku tidak akan merasa bersalah lagi pada pria tukang perintah itu!.


Berbeda dengan dua orang yang berpengaruh dalam hidup Alano itu, jauh di sebuah tempat. Pasangan suami istri yang sedang bercengkrama menikmati indah nya honeymoon, sedang tertidur dengan tubuh polos dan hanya beralaskan selimut.


Mereka baru saja menyelesaikan kegiatan panas yang menghabiskan waktu selama 2 jam lamanya.


"Kau curang Al. Katamu tadi tidak akan lama! Tapi apa ini, kau bahkan menggempur ku selama berjam-jam!."


"Jangan marah sayang, habisnya aku selalu tidak bisa menahan diri setiap kali melihat tubuh seksi mu sayang."


Paloma memutar bola matanya malas, dia harus segera mengistirahatkan tubuhnya karena sudah sangat lelah akibat perbuatan mesum Alano.


"Aku sudah tidak sabar menunggu hasil buah cinta kita sayang."


Alano mengusap lembut perut rata Paloma, dia memang sudah sangat menginginkan seorang anak untuk melengkapi kebahagiaan keluarga kecil mereka.


Paloma tersenyum sambil memejamkan mata karena rasa kantuk dan lelah yang tidak bisa lagi ditahan olehnya.


Alano memperhatikan wajah cantik istrinya yang mulai terdengar mendengkur halus, dia mengecup dahi Paloma penuh cinta.


"Tidurlah sayang, terima kasih karena selalu mau melayani ku."


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


****Hari ini Up 3 episode 🤗


Like and Coment 🌹**