The President Daughter and Mafia

The President Daughter and Mafia
Kedatangan Sentosa



Setibanya Sentosa di Kota Roma Italia ia langsung berangkat menuju kediaman pribadi milik Albert Hall. Dia sudah mendapat kabar kalau Albert sedang berada di rumahnya malam ini.


Tidak mau berlama-lama disana Sentosa ingin menuntut pertanggung jawaban Albert karena tugas yang diberikan olehnya untuk membunuh Paloma tidak juga dia lakukan. Padahal ia sudah membayar full padanya.


Bersama anak buahnya Sentosa tiba dirumah mewah milik Albert Hall. Beberapa penjaga menghadang kedatangan Sentosa dan anak buahnya. Merasa tidak terima Sentosa mulai menembaki penjaga dan berusaha masuk kedalam rumah.


Albert Hall yang saat itu sedang tidur terkejut mendengar suara tembakan dilantai bawah rumahnya. Baru saja dia ingin mengambil pistol dilaci nakas, pintu kamarnya tiba-tiba di dobrak dari luar. Sentosa lalu masuk bersama anak buahnya dan menodongkan senjata api pada Albert.


"Halo kawan lama."


Sentosa menatap tajam Albert yang tampak kaget melihatnya. Seorang anak buah Sentosa menarik tubuh Albert dan membawanya kehadapan Sentosa yang sudah duduk di sofa kamar.


"Tidak ku sangka kau berani menipuku Albert Hall!."


Albert bergetar mendengar perkataan Sentosa, dia tahu kalau kedatangan mereka malam ini adalah karena dia tidak membunuh Paloma dan memberikan informasi palsu padanya.


"Kau lupa dengan utang balas budimu padaku?."


Sentosa memainkan pisto ditangannya sambil menatap tajam Albert yang berlutut di bawah kakinya.


Sentosa pernah menolong Albert dulu waktu transaksi kokain miliknya di Indonesia hampir diketahui polisi. 10 peti kemas yang masuk di Pelabuhan Tanjung Priok waktu itu berhasil diamankan anak buah Sentosa hingga polisi tidak bisa menemukannya. Sejak saat itu Sentosa dan Albert bekerja sama dalam pengiriman barang haram tersebut.


"Maafkan aku ketua. Aku tidak bermaksud untuk menipu ataupun membohongimu, aku memang sengaja ingin membunuh Paloma secara perlahan agar tidak dicurigai siapa pun. Karena mengingat Gael hampir ditangkap di Hawaii aku pun memutuskan untuk menikahkan Paloma dengan keponakan ku lalu membunuhnya dengan cara meracuni Paloma pelan-pelan. Dan jika dia sudah mati, kita bisa membuat keponakan ku sebagai dalang penculikan dan pembunuh Paloma dengan alasan balas dendam karena Paloma menolak cintanya."


Albert tertunduk tidak berani menatap Sentosa, dia sudah memikirkan alasannya ini jika sampai Sentosa datang mencarinya. Dan terbukti malam ini Sentosa datang kerumahnya dengan amarah dan rasa kesal dihatinya pada Albert Hall.


"Kau yakin tidak sedang membohongi ku Albert?." Sentosa masih memainkan pistol di tangannya.


"Saya tidak berani membohongi anda ketua. Maafkan saya karena tidak memberi tahukan rencana ku ini sebelumnya pada ketua."


Albert berlutut sambil bersujud di bawah kaki Sentosa, dia harus berhasil meyakinkan Sentosa agar rencananya bisa berjalan dengan baik. Albert tidak akan menghabisi Paloma jika dia belum bisa mendapatkan harta Lodovico.


"Sayang nya aku tidak percaya lagi padamu Albert!."


Sentosa menembakkan timah panas ke lengan Albert Hall. Teriakan kesakitan menggema di dalam kamar itu.


Albert memegang lengannya yang terus mengeluarkan darah, dia menyeret kakinya dan berusaha mendekat ke arah Sentosa. Albert lalu memegang kaki Sentosa dan memohon ampun.


Shit! Demi harta itu aku bahkan harus melakukan tindakan menjijikan seperti ini. Lihat saja nanti Sentosa jika aku berhasil mendapatkan harta Lodovico, kau orang pertama yang akan aku singkirkan.


Sentosa menendang tubuh Albert hingga terjungkal ke belakang.


"Baik, baik ketua aku akan membawa Paloma kehadapanmu. Dia sekarang ada di rumah sakit, aku memerintahkan anak buahku untuk menculiknya malam ini juga."


Albert berpikir lebih baik dia mencari cara lain untuk merebut harta Alano Lodovico keponakan nya dari pada harus kehilangan nyawa.


Albert mengetahui kalau Paloma dibawa kerumah sakit kemarin siang dari mata-mata yang ia kirim untuk mengawasi Alano. Namun dia tidak tahu kalau Paloma sakit parah akibat racun yang dia makan saat sarapan waktu itu.


"Bagus. Pergilah obati lukamu dan segera bawa perempuan itu kesini!. Anak buah ku akan ikut bersama mu."


Sentosa tersenyum licik dan mengangkat tangannya menyuruh anak buahnya untuk pergi membawa Albert keluar dari dalam kamar.


"Terima kasih ketua. Aku tidak akan mengecewakanmu lagi."


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


****Hari ini Up 1 episode lagi yaa guys


anak Author lagi sakit doain yaa biar cepet sembuh


Like Vote and Rate


terima kasih 🌹**