
"Ma, Pa. Aku ingin berlibur keliling Amerika. Sudah lama rasanya aku tidak pernah berlibur, Hana ingin refreshing sedikit sebelum sibuk bekerja nanti."
Keluarga Ketua MPR RI itu sedang makan malam bersama di ruang makan. Hana sengaja mengutarakan keinginan nya untuk pergi ke Amerika, berdalih ingin berlibur nyatanya Hana ingin menyusul Austin yang tengah berada disana.
Thomas dan Lina tidak mengetahui maksud sebenarnya anak perempuan mereka ingin berangkat ke Amerika.
"Kenapa tiba-tiba nak? Apa ada sesuatu yang terjadi padamu hingga meminta liburan Hana?."
Thomas menatap dalam anak perempuan kesayangan nya itu, dia memang sudah mendengar kalau hubungan putrinya dan Ali putra tiri Presiden RI sahabat nya telah berakhir.
Hana memang sudah menceritakan keputusan dirinya untuk mengakhiri hubungan bersama Ali pada Lina ibu kandung nya.
"Tidak ada apa-apa Pa. Aku hanya ingin berlibur saja, tolong izinkan aku ya Pa."
Hana tahu tidak akan mudah untuk meminta izin pada papa nya, karena Thomas selalu over protective dalam menjaga Hana sebagai putri tunggal Ketua MPR RI.
Thomas menatap Lina yang terlihat mengangguk, dia mengerti kalau Hana butuh refreshing menenangkan hati dan pikirannya.
Bagaimana pun namanya putus cinta sangatlah tidak enak dan Lina tahu putri kesayangan butuh waktu untuk menerima semua itu.
"Baiklah, kau bisa pergi nak. Tapi Papa ingin kau diawasi oleh orang-orang Papa disana! Papa tidak ingin kejadian waktu lalu terulang kembali."
"Terima kasih Pa, Ma. Kalian yang terbaik."
Hana berdiri dan memeluk Thomas dan Lina penuh cinta. Dia bersyukur langkah pertamanya untuk mengejar sang pujaan hati berjalan dengan lancar.
"Kapan kau akan berangkat sayang?."
Lina bertanya setelah Hana kembali duduk di kursi meja makan.
"Besok pagi Ma. Aku sudah mengatur semuanya."
"Apa? Kenapa secepat itu sayang?."
Lina sedikit tidak rela mendengar putrinya akan meninggalkan mereka besok pagi. Dia pikir Hana akan pergi lusa atau beberapa hari lagi.
"Ma, lebih cepat aku pergi. Maka lebih cepat juga aku kembali. Mama doakan saja agar aku baik-baik saja selama berada disana."
Ucapan Hana mengandung makna yang dalam, dia berharap dengan doa dari Ibunya Lina. Hana bisa berhasil membawa Austin kembali ke sisinya.
"Baiklah, terserah kau saja Hana. Besok Papa dan Mama akan mengantarmu ke Bandara."
Hana tersenyum dan mengangguk, rasanya dia sudah tidak sabar untuk segera berangkat menyusul pria yang sudah berhasil merebut hatinya.
Sementara itu di sebuah club malam di ibukota, seorang pria tampan yang sedang duduk menikmati minuman memabukkan terlihat acak-acakan.
"Apa yang terjadi padamu Ali?."
Rangga yang terkejut mendapat telepon dari sahabat nya Ali tengah malam, langsung pergi menuju sebuah club dimana putra tiri Presiden itu berada.
Ali tampak berantakan dan sedikit mabuk, dia terlihat menyedihkan dengan gelas kristal di tangan.
Ali menuangkan wine di gelas satunya untuk Rangga, mereka berada di ruangan VIP dimana hanya ada mereka berdua di dalam sana.
Ali masih menjaga reputasi dirinya sebagai putra Presiden RI meski dia sedang mabuk saat ini.
"Katakan padaku apa yang terjadi padamu Ali! Kenapa kau minum dan mabuk seperti ini?."
Ali tersenyum miris meratapi nasib cintanya yang selalu gagal. Ini kedua kalinya dia merasakan sakitnya patah hati karena ditinggal oleh wanita yang dicintainya.
Ya, beberapa tahun lalu Ali juga sempat berpacaran dengan seorang model tanah air, namun hubungan mereka harus kandas karena model itu selingkuh darinya. Padahal Ali sudah berencana akan menikahi wanita itu.
Dan sekarang di saat dia sudah sangat siap untuk melamar Hana, wanita cantik itu malah pergi meninggalkan dirinya karena lelaki lain yang sudah berhasil menggantikan namanya di hati Hana.
Menyesal? Ya, Ali sangat menyesal karena sejak dulu dia tidak pernah menggubris semua perhatian yang Hana berikan untuknya. Dia terlalu terpaku dengan masa lalu, yang membuat nya buta akan ketulusan seorang Hana. Wanita cantik yang dulu selalu menghiasi hari-hari nya yang sempat down karena patah hati.
"Hubungan kami sudah berakhir Ra. Hana memutuskan aku kemarin malam saat aku ingin melamarnya."
"What? why? Bukannya Hana sangat tergila-gila padamu Ali. Bagaimana mungkin dia justru meninggalkan mu?."
"Hahaha... Dia mengatakan padaku kalau dia sudah jatuh cinta dengan orang lain Ra, dan tidak ingin membohongi diriku! Rasanya aku ingin menahan Hana agar tetap berada di sisiku. Tapi aku sadar, tidak ada lagi rasa cinta yang tersisa di hatinya untuk ku. Dan sialnya, aku bisa melihat itu dari kedua matanya. Sungguh sial sekali diriku Ra, kalau saja aku tidak menyia-nyiakan perasaan Hana sejak dulu. Mungkin aku akan menjadi lelaki paling bahagia di dunia."
Rangga hanya diam mendengarkan curahan hati Ali padanya, dia tahu siapa lelaki lain yang dibicarakan Hana pada Ali.
Rangga sudah lama mengetahui kalau Austin juga memendam perasaan pada sahabatnya Hana sejak lama. Namun staf khusus Presiden itu sama sekali tidak menyangka, kalau Hana juga akhirnya akan jatuh cinta pada Austin sepupu tiri Ali.
Hah... rumit sekali kisah cinta kalian, Rangga memutuskan untuk menemani kakak tiri Paloma dan setia mendengarkan keluh kesah pria yang sedang patah hati itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
**Like and Vote 🌹