
Hari ini adalah hari kepulangan Austin dari rumah sakit. Hana ikut menjemput kakak sepupu sahabatnya bersama Kerta dan Samantha.
Dokter sudah mengizinkan Austin pulang namun dia masih harus menjalankan sesi terapi akhir nantinya, untuk memastikan tubuh Austin kembali normal.
Austin sendiri mulai melakukan beberapa olahraga ringan di ruangan gym bersama instruktur selama berada di rumah sakit.
Hana mendorong kursi roda Austin masuk ke dalam rumah adik Presiden RI itu. Dia mengantarkan Austin hingga masuk ke dalam kamarnya.
"Apa Ka Austin butuh sesuatu?."
"Tidak Han, terima kasih ya sudah repot-repot menjemput dan mengantar ku kemari."
Hana tersenyum manis menatap Austin, dia lalu duduk di depan pria itu yang juga sedang menatapnya dalam.
"Aku kan sudah berjanji pada kakak untuk selalu menemani Ka Austin sampai sembuh."
Austin tersenyum pahit mendengar ucapan Hana, jadi itu hanya sebatas janji saja? Harusnya aku tidak boleh mengharapkan lebih.
"Terima kasih Hana, tapi mulai sekarang kau tidak perlu melakukan nya lagi. Aku bisa mengurus diriku sendiri, lebih baik sekarang kamu pulang karena hari sudah sore."
Wajah Hana langsung berubah saat mendengar perkataan Austin barusan. Hatinya terasa perih karena Austin yang tidak ingin dia temani lagi, ada rasa kecewa dan tidak rela di hati Hana jika harus berada jauh dari pria tampan itu.
"Kenapa Ka? Apa selama ini aku hanya menyusahkan kakak saja?."
"Tidak Han, aku hanya tidak mau saja kau melakukan sesuatu yang bukan tugasmu! Lagipula aku ingin kita mulai sekarang saling menjaga jarak, aku tidak ingin nantinya Ali jadi salah paham dengan perhatian mu padaku!."
"Kenapa Ka Austin bicara seperti itu? Aku sama sekali tidak pernah merasa terbebani dengan selalu menemani Ka Austin ikut terapi. Dan untuk Ka Ali, dia tahu kalau aku selalu berada di rumah sakit untuk menemani Ka Austin."
Austin menghela nafas kasar, dia bingung harus menjelaskan dengan cara apa pada wanita pujaannya. Austin hanya takut semakin lama mereka bersama setiap harinya, dia akan semakin susah melupakan Hana dan perasaan nya pun akan semakin dalam lagi.
"Han, kamu tahu bukan bagaimana perasaan ku terhadapmu? Aku mohon lebih baik mulai sekarang kita jangan dulu bertemu untuk beberapa waktu, agar aku bisa melepaskan mu Hana. Tolong mengertilah."
Hana tersentak mendengar ucapan Austin, apa sebegitu nya Ka Austin sampai tidak ingin bertemu lagi dengan ku?.
Mata wanita cantik itu berkaca-kaca, dia berusaha menahan diri agar tidak menangis di depan Austin. Pria yang berhasil memporak porandakan hatinya.
Hana berdiri dan keluar dari kamar Austin. Sebelum dia pergi Hana sempat berbalik menatap Austin yang tengah duduk di kursi roda tidak mau melihatnya.
Setelah Hana keluar, Austin merasakan rasa sesak di dadanya. Aku harus kuat, demi kebahagiaan dirimu Han. Aku rela tersakiti seperti ini.
Austin menangis dalam diam, baru sekarang dia merasakan jatuh cinta dan sakit hati untuk pertama kalinya dalam hidupnya. Dia tidak ingin egois karena rasa ingin memiliki Hana perempuan yang dicintainya, dengan menghancurkan kebahagiaan Hana bersama lelaki yang dicintainya selama ini.
Sementara itu, Hana yang sedang berada di dalam mobil bersama sang supir terdiam menahan rasa sakit di dada. Entah kenapa saat Austin berujar ingin menjaga jarak dengan dirinya dan tidak ingin bertemu, membuat Hana sedih dan kecewa.
Dia tidak tahu mengapa hati kecilnya harus sesakit ini, bahkan saat Ali tidak pernah membalas perasaan nya dulu tidaklah sesakit sekarang.
Bulir kristal lolos di pelupuk mata indah Hana, ada apa sebenarnya dengan diriku? Kenapa aku harus sedih dan menangisi Ka Austin? Apa aku sudah jatuh cinta pada nya?. Hana bergumam dalam hati sambil sesekali mengusap airmata yang jatuh di pipi merah nya.
Apa benar kalau aku sudah jatuh cinta pada Ka Austin? Lalu bagaimana dengan perasaan ku pada Ka Ali? Hana larut dalam pemikiran dan rasa dilema yang menghampiri hati dan pikirannya.
Dia harus memastikan lagi perasaan yang sebenarnya pada Austin maupun Ali. Hana tidak ingin menyakiti siapapun karena perasaan dilemanya pada dua orang lelaki itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
**Like and Vote 🌹