The President Daughter and Mafia

The President Daughter and Mafia
Aku Sudah Menikah



"Jangan bersikap tidak sopan begini Barbara. Duduklah di sampingku."


Barbara berdecih tidak suka karena Alano malah berdiri dari tempat duduknya, dan sedikit mengambil jarak dari wanita itu.


"Kenapa Alano, apa kau tidak merindukan aku? Aku sudah hampir gila karena mencari dan menunggu dirimu sejak dulu!."


Alano menghembuskan nafas panjang mencoba menekan rasa bersalah, dan tidak enak mendengar ucapan Barbara barusan. Dia sudah memantapkan hatinya untuk berkata jujur pada kekasih masa kecilnya itu.


"Ada yang harus aku katakan padamu Barbara, tapi sebelumnya aku ingin meminta maaf padamu. Maaf karena aku tidak bisa menepati janjiku padamu Barbara."


"Apa maksudmu Alano?."


"Aku tidak bisa menikahi mu Barbara. Aku sudah menikah sekarang."


Alano mengangkat tangan kanannya dan menunjukkan cincin kawin yang ada di jari manisnya. Barbara terbelalak mendengar perkataan Alano ditambah saat melihat cincin yang ditunjukkan olehnya, membuat perempuan seksi itu syok.


"Kau... kau berbohong padaku Alano? Kau sudah berjanji padaku untuk mencari dan menikahi ku Alano! Lalu apa sekarang, kau bahkan sudah menikah. Kau bajingan, pembohong!."


Barbara melepaskan kekesalan dan rasa kecewanya pada Alano dengan memukul dada bidang pria tampan itu.


Dave yang masih berada disana tidak ingin meninggalkan bos besar berduaan dengan seorang wanita di dalam kamar hotel. Ingin menghentikan tindakan Barbara yang menurutnya sudah keterlaluan, dia tidak terima bos besarnya di perlakukan seperti itu.


Bahkan Paloma nyonya mudanya saja tidak pernah berbuat kasar dan tidak sopan pada seorang Alano Lodovico.


Alano yang mengerti kalau Dave sudah sangat marah melihat sikap Barbara padanya, memberikan kode pada Dave untuk kembali duduk di sofa.


Barbara menangis histeris setelah puas memukul Alano, dia menjatuhkan dirinya dalam dada bidang Alano.


"Kenapa kau begitu tega membohongi ku Alano? Sejak kau pergi meninggalkan aku waktu itu, aku selalu berdoa agar aku bisa segera dewasa dan menikah dengan mu. Tapi ketika aku berumur 18 tahun, ayah ku meninggal dan ibuku kembali menikah dengan lelaki bejat yang hanya membuat ibuku kesusahan dan menderita sampai mati. Aku bahkan dijual olehnya pada seorang pejabat pemerintah dengan imbalan uang yang sangat banyak, untuk ayah tiriku itu. Aku dipaksa melayani nya sampai aku babak belur, karena orang itu selalu memukul da menyiksa diriku saat ingin bersetubuh dengan ku!".


Barbara mengatur nafasnya untuk mengurangi rasa sesak di dadanya.


"Diam-diam aku selalu mencari tahu tentang dirimu Alano, kau begitu terkenal dan sangat di sanjung oleh orang lain. Dan pada saat aku mendengar kapal pengangkut barang mu melewati perbatasan Turki, aku meminta padanya untuk ikut dalam misi ini Alano. Lelaki itulah yang memimpin The Pirates, aku hanyalah budak seks nya saja Alano."


Alano yang mendengar cerita pilu Barbara, langsung memeluk erat tubuh seksinya dan membelai lembut kepalanya, mencoba memberikan rasa aman di hati Barbara.


"Saat aku melihatmu masuk, aku sengaja bersembunyi karena aku tahu kau akan membunuh mereka semua. Jadi aku akan punya kesempatan untuk lari bersama mu! Aku begitu bahagia melihat orang yang selama ini aku cari dan aku tunggu berada di depan mataku. Aku selalu berpikir jika aku bisa bertemu dengan mu, kau akan menolongku keluar dari kekejaman pria gila itu. Dan kau juga akan menepati janjimu untuk menikahi aku Alano. Tapi apa ini, takdir sungguh mempermainkan aku Alano! Aku benci hidup ku ini, aku ingin mati saja Alano. Aku tidak ingin hidup lagi! Aku sudah kehilangan semuanya, bahkan aku juga kehilangan kekasih masa kecil ku!."


Barbara menangis sesegukan dalam pelukan hangat Alano, takdir memang selalu saja mempermainkan dirinya. Dia sudah cukup lelah selama ini terus bersabar menjalani kehidupan nya yang kejam.


Barbara hanya terus berusaha menguatkan dirinya kalau Alano pasti akan mencari dirinya, dan membuat nya bahagia dengan penuh cinta dan rasa aman seperti malam ini berada dalam dekapan tubuh kekar Alano.


Alano menatap penuh harap Barbara yang masih menangis di depannya.


"Apa kau sungguh mencintai wanita itu Alano? Atau kau menikah dengannya hanya karena kau dijodohkan oleh ibumu?."


Alano tersenyum dan menghapus sisa-sisa airmata yang ada di pipi Barbara. Mata tajamnya menatap Barbara dalam.


"Kami memang menikah karena di jodohkan Barbara, tapi istriku itu sudah berhasil merebut hatiku. Aku sangat mencintai dirinya saat ini dan sampai seterusnya, aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika aku sampai kehilangan istriku. Jadi, aku mohon padamu berhentilah menyalahkan takdir dan hiduplah dengan bahagia. Aku yakin suatu saat nanti, akan ada seseorang yang membuat mu merasa dicintai dan selalu bisa melindungi dirimu."


Barbara tersenyum pahit mendengar ucapan Alano, tapi orang yang bisa membuat ku bahagia hanya kau Alano. Jika wanita itu bisa merebut hatimu, aku juga yakin kalau aku pasti bisa membuatmu kembali padaku. Kita lihat saja nanti Alano!.


"Sekarang, kau pergilah ke Italia. Akan ada orang yang menjemputmu disana. Kau akan berangkat bersama orang kepercayaan ku."


"Kenapa aku tidak bisa pergi bersama mu Alano? Bagaimana nanti kalau pria gila itu menemukan aku disana?."


"Jangan khawatir Barbara, dia tidak akan bisa lagi mengganggu mu! Aku sudah melenyapkan nya untuk dirimu."


Barbara tersenyum bahagia mendengar ucapan Alano, dia yakin kalau pria tampan itu masih memiliki rasa dihatinya untuk dirinya.


Barbara berencana untuk merebut kembali apa yang seharusnya menjadi miliknya sejak dulu.


Dave yang mendengar keputusan bos besar membawa Barbara ke Italia hanya bisa berharap kalau masalah ini tidak akan membuatnya kesusahan nantinya.


.


.


.


.


.


.


.


**Like and Vote 🌹