The President Daughter and Mafia

The President Daughter and Mafia
Kunjungan ke Luar Negeri



Hari ini Kevin Hendrawan dan Poly Irawan berangkat menuju Amerika, mereka akan bertemua dengan Presiden USA untuk membicarakan beberapa kerjasama antar dua negara.


Poly memutuskan untuk tidak mau terlalu larut dalam kesedihannya mengingat Paloma yang belum juga ditemukan. Sudah satu bulan Paloma diculik dan mereka belum mendapatkan informasi apa-apa tentang keberadaan putri kesayangannya. Namun naluri Poly sebagai seorang Ibu mengatakan kalau Paloma baik-baik saja disuatu tempat.


"Apa yang kau pikirkan sayang?."


Kevin menggenggam tangan Poly yang mulai mengeriput, mereka sedang berada di mobil dalam perjalanan menuju White House di Washington, DC.


"Aku memikirkan putri kita Vin, sudah satu bulan aku tidak melihat dan mendengar suaranya. Aku sangat merindukan Paloma Kevin."


Airmata Poly turun membasahi pipinya, dia tak kuasa lagi menahan kesedihannya karena terlalu merindukan Paloma.


Kevin menarik tubuh Poly dan memeluknya erat, "Aku juga sangat merindukannya sayang. Aku selalu berdoa agar Paloma baik-baik saja diluar sana meski tidak bersama kita."


Kevin mengusap lembut punggung Poly dia ikut menangis bersama istrinya. Kemarin Agen Ronald meneleponnya dan memberi tahu kalau Gael Avignon menghilang, mereka tidak bisa menemukannya. Mata-mata yang mereka kirim untuk mengikuti t***r*s itu juga ikut menghilang. Terakhir Informasi yang mereka dapatkan kalau Gael merampok sebuah Bank di kota Melbourne Australia, dengan menghilangnya Gael mereka menemui jalan buntu dalam kasus penculikan Paloma.


Bella yang duduk didepan samping kursi kemudi tersenyum sinis mendengar pembicaraan Presiden dan Ibu Negaranya dibelakang. Untung saja Gael menghilang semoga dia sudah mati di suatu tempat agar Paloma tidak akan pernah ditemukan, dan aku bisa mendapatkan uang yang lebih banyak jika rencana Albert Hall berhasil.


Begitu tiba di White House mereka disambut dengan penjagaan ekstra ketat oleh FBI dan kepolisian Amerika. Kevin turun bersama Poly dan melambaikan tangan kearah media massa yang sudah menunggu kedatangan orang nomor satu di Indonesia itu. Presiden USA bersama Ibu Negara mendekat dan ikut menyapa media, mereka juga melakukan sesi foto bersama.


White house atau gedung putih menjadi kantor Presiden Amerika Serikat, dilihat dari tampilannya yang megah White House memiliki 132 ruangan, 32 kamar mandi dan 6 lantai. Ruangan-ruangan itu digunakan sebagai ruang kerja dan tempat tinggal beberapa staf. White house juga memiliki 412 pintu, 147 jendela, 28 fire place, 7 tangga dan 3 lift.



Pertemuan mereka berlangsung selama 3 jam dan makan siang selama satu jam. Kevin selaku Presiden RI tersenyum senang karena pertemuan mereka berlangsung lancar dengan beberapa kesepakatan kerja sama yang terjalin. Diantaranya dalam sektor penerbangan, kesehatan dan sektor jasa lainnya.


Selesai kunjungan kenegaraan di White House Kevin Hendrawan memutuskan untuk berwisata sebentar di kota Washington bersama Poly Irawan istrinya. Mereka ingin melepaskan penat sedikit dengan banyaknya masalah yang datang menghampiri keluarga mereka.


"Aku sudah tidak sabar untuk segera mengakhiri masa kepemimpinanku sebagai Presiden sayang. Aku ingin kita menikmati masa tua kita dengan tenang bersama anak-anak." Kevin memeluk Poly dari belakang dan mencium mesra pipinya.


"Aku juga Kevin, aku sudah lelah harus terbang kesana kemari menemanimu. Rasanya aku semakin tua saja karena setiap kali kita kembali ke Indonesia tubuhku terasa remuk semua." Poly tersenyum manis mengingat setiap momen yang mereka habiskan bersama selama Kevin menjabat sebagai Presiden.


"Aku harap Paloma segera ditemukan agar keluarga kita bisa utuh kembali, aku sangat menantikan hari itu."


Kevin mengangguk mendengar perkataan istri tercintanya, "Aku juga sayang."


Hampir dua jam mereka menikmati suasana indah di Potomac Park dengan bunga sakura yang bermekaran, mereka merasa seperti berada di Jepang sekarang.




"Aku mencintaimu sayang." Kevin berbisik mesra ditelinga Poly dan membuat Ibu Negara itu tersipu malu.


Doorrrr


Bunyi tembakan terdengar memekakan telinga dan membuat suasana romantis berubah menjadi rasa khawatir dan panik. Paspampres yang berjaga disekitar taman berlari mendekati orang nomor satu di Indonesia.


"Maaf pak kita harus kembali ke mobil sekarang." Salah satu Paspampres membawa Kevin dan Poly kedalam mobil kepresidenan dan meluncur meninggalkan Potomac Park dengan kecepatan penuh bersama rombongan mobil yang lain.


"Tunggu, dimana Bella?." Poly tersadar karena Bella yang biasanya selalu berada disampingnya tidak bersama mereka dimobil.


Paspampres yang ikut masuk kedalam mobil berbicara di earphone yang ia pakai untuk menanyakan dimana Bella berada, mereka yakin kalau Bella pasti berada disalah satu mobil rombongan Presiden.


"Maaf Ibu Poly, sepertinya bunyi tembakan yang terdengar tadi mengenai Bella. Sekarang dia ada di mobil Ambulance menuju ke rumah sakit."


"Apa?" Poly berubah panik saat mendengar penuturan Paspampres itu.


"Kevin kita harus pergi melihat keadaannya, kita tidak boleh meninggalkan Bella begitu saja disini."


Poly menangis merasa sedih membayangkan Bella yang tertembak, dia sudah menganggap Bella seperti anaknya sendiri apalagi selama ini dia selalu setia mendampingi Poly kemanapun dia pergi.


"Tenanglah sayang Bella pasti akan baik-baik saja. Kita akan kembali ke Indonesia jika kondisi Bella sudah lebih baik." Kevin mengusap lembut airmata di pipi Poly.


"Maaf pak tapi kita tidak bisa terlalu lama di Negara ini apalagi baru saja ada penembakan yang terjadi, kami tidak ingin mengambil resiko dengan keselamatan Pak Presiden dan Ibu Negara."


Anggota Paspampres berbicara dengan tegas mereka tidak ingin terjadi hal yang bisa membahayakan orang nomor satu di Indonesia itu.


"Ya sudah kita menunggu di pesawat saja, minta mereka untuk membawa Bella langsung ke bandara. Kita bisa melakukan operasi didalam pesawat, dan minta beberapa dokter terbaik rumah sakit untuk ikut dengan kita. Aku ingin Bella bisa selamat dan berkumpul kembali dengan kita."


Paspampres itupun menelepon anak buahnya yang sedang bersama Bella di Ambulance untuk membawanya ke bandara.


****Karena Author masih sibuk sampai natal jadi hanya ada Up 1 episode yaa guys tiap hari


Like Vote and Rate 🌹**