
Begitu luka tembak Albert Hall diobati mereka berangkat menuju rumah sakit bersama anak buahnya dan Sentosa.
Albert tahu kalau Alano pasti memerintahkan anggota mafianya untuk berjaga-jaga di sekitar rumah sakit dan ruang rawat Paloma. Mereka menyamar menjadi dokter dan perawat serta pengunjung untuk bisa mengelabui anggota Mafia Fire Red.
Albert masuk ke dalam ruang perawatan Paloma dan mendapati Angelina adik kandungnya sedang tidur disofa. Dia lalu mendekati Angelina dan menyuntikkan obat tidur ketubuhnya.
Angelina tersentak kaget saat merasakan jarum suntik menancap di lengannya. Matanya terbelalak ketika melihat Albert Hall yang sedang memakai masker dengan baju dokter berdiri disampingnya. Angelina meraih tangan Albert kakak nya dan tertidur kembali. Kakak apa yang kau rencanakan lagi, bulir kristal jatuh dari pelupuk matanya.
Albert bersama dua orang anak buahnya yang menyamar sebagai perawat mendorong ranjang Paloma keluar dari ruang perawatan. Mereka dicegat oleh anggota mafia di pintu depan dan dengan cepat anak buah Albert memukul tengkuk anggota mafia tersebut hingga pingsan.
Mereka membawa tubuh anggota Mafia Fire Red ke dalam ruang perawatan Paloma dan mengunci mereka dari luar.
Albert dan anak buahnya berhasil membawa Paloma keluar dari rumah sakit menuju mobil ambulance yang sudah disiapkan mereka sebelumnya.
"Kita pergi ke Kota Napoli malam ini. Telepon ketua dan katakan kita akan bertemu di rumahku yang ada disana."
Pertemuan Alano dan kedua Agen FBI dan CIA berlangsung hingga tengah malam. Mereka yang saat itu sedang di mobil menuju rumah sakit dimana Paloma dirawat mendapat kabar dari anggotanya yang berjaga disana kalau ruangan tersebut terkunci bahkan penjaga yang ditugaskan pun tidak ada.
"Shit! ini pasti ulah paman Albert."
Alano menendang nakas rumah sakit begitu mereka masuk ke dalam ruang perawatan Paloma dan menemukan ibu serta anak buahnya yang pingsan di dalam.
Buukkk...
Alano memukul salah anggotanya yang ditugaskan untuk menjaga sekitaran rumah sakit.
"Dasar bodoh! Bagaimana mungkin kalian bisa tidak tahu ada dokter dan perawat lain yang masuk ke ruangan Paloma."
Dave memberi kode pada anggota yang lain untuk keluar dari ruangan itu saat Alano berhenti memukul mereka. Angelina Hall kini tengah diperiksa oleh dokter.
"Bagaimana keadaan Momy saya dok?."
Alano duduk disamping ranjang Angelina sambil memegang tangannya.
"Nyonya Angelina baik-baik saja tuan Alano, dia hanya tertidur seperti biasa. Untung saja dosis obatnya tidak terlalu tinggi. Nyonya kemungkinan akan bangun beberapa jam lagi, tuan tidak perlu khawatir."
Dokter keluar dari ruangan begitu memastikan keadaan Angelina pada Alano. Dave pun mendekati bos besarnya dengan hati-hati dia tahu kalau emosi Alano saat ini sangat tidak stabil.
"Maaf bos, saya sudah mendapatkan rekaman CCTV di rumah sakit. Mereka membawa nona Paloma dengan ambulance menuju kota Napoli. Tuan Albert memiliki salah satu rumah disana dan menurut informasi yang saya dapatkan dari mata-mata, tadi malam Sentosa Abdi Djoyo datang kerumah tuan Albert bersama anak buahnya. Dan dia juga menembak tuan Albert, sepertinya tuan Albert akan membawa Paloma pada Sentosa untuk dihabisi."
"Panggil Steven kemari katakan padanya untuk menjaga Momy disini. Apapun yang terjadi jangan biarkan Momy keluar dari ruang perawatan ini. Siapkan helikopter sekarang juga kita akan berangkat ke kota Napoli. Pastikan untuk selalu mengecek GPS Paloma Dave!."
"Baik Bos."
Dave segera menghubungi Steven dan anak buahnya untuk menyiapkan helikopter di atap rumah sakit.
Kali ini aku yang akan membunuh kalian berdua dengan tanganku sendiri! Alano bergumam dalam hati. Tidak ada lagi rasa ingin mengampuni Albert dalam hatinya, dia akan langsung menghabisi orang-orang yang sudah berani bermain-main dengan keluarganya.
Alano mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang, "Aku punya tugas untukmu Pablo Dominic!."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
****Maaf author belum bisa update banyak karena anak Author masih sakit
Like Vote and Rate
Terima kasih 🌹**