The Novel Princess: Avenging Princess Catherine

The Novel Princess: Avenging Princess Catherine
The Novel Princess: CH 99



"Apakah kau merindukannya?" tanya Serlia menatapku dengan senyuman jahilnya.


Merindukannya kepalamu! Aku sama sekali tidak merindukannya. Bahkan kalau aku memikirkannya sekali saja, rasa rinduku tidak akan tertanam sama sekali.


Tapi, entah kenapa aku selalu kesepian saat dia tidak berada di sini untuk bersenang senang denganku, padahal semuanya terlihat indah walaupun hanya sebentar.


Jujur, aku mulai kesepian tanpa Samson ….


"Sedikit," jawabku lirih dan singkat.


"Oh, baiklah, mungkin orang yang kau rindukan sudah berada di belakangmu," kata Serlia dengan isyarat mata yang menunjukkan sesuatu.


Hah? Di belakangku? Jangan bilang kalau dia adalah ….


*Menoleh ke belakang*


Sa …. Samson?! Apakah dia mendengar semua pembicaraan kami berdua?!


Astaga, betapa malunya diriku, memangnya kapan dia datang ke sini?


"Apakah kau ingat kalau kita berdua akan latihan hari ini?" tanya Samson menatapku.


Kau bahkan tidak memberitahuku kemarin dasar otak udang!


"Latihan? Memangnya kalian berdua ada membuat suatu perjanjian?" tanya Serlia bingung.


"Ehm, aku memang menjadi muridnya sekarang karena sihir kehancuran yang kumiliki harus di tingkatkan lagi dengan latihan," jawabku tersenyum aneh.


"Baiklah, silahkan bersenang senang, aku pergi dulu," kata Serlia langsung pergi meninggalkanku.


Tunggu, sialan kau, Serlia!


"Akan kubalas perbuatanmu karena kau telah meninggalkanku sendirian di sini!" kataku kesal, namun yang terdengar hanya suara gagak.


Huh, coba saja aku tidak menurutinya untuk minum teh bersamanya, pasti Samson tidak akan datang menemuiku.


"Sejauh ini, apakah kekuatanmu meningkat?" tanya Samson menatapku.


*Berdiri*


"Yah, baru meningkat sedikit saja. Aku sama sekali belum ada kemajuan," jawabku menggaruk kepalaku sambil tersenyum.


"Tunjukkan padaku," kata Samson singkat.


Kalau kau tidak percaya denganku sama sekali, maka akan kutunjukkan kekuatanku yang telah meningkat ini.


Di mulai dari mengarahkan telapak tanganku dan menutup mataku berlahan, kemudian aturlah nafasku sebaik mungkin.


Fiuh~


"Triliapus Groselillya," ucapku.


Berlahan lahan, muncullah cahaya ungu berbentuk tengkorak di tanganku dan menghancurkan pohon apel itu hingga tumbang.


Crack!


*Tumbang*


Astaga, secepat itukah? Tanpa di sentuh pun pohonnya hancur?


Ternyata efek dari kekuatan kehancuran milikku mempunyai tingkat level masing masing.


Anehnya, aku merasa kalau kekuatan lainnya akan bangkit lagi dari tubuhku.


Apakah latihan yang kujalankan bersama Samson benar benar sangat berpengaruh dengan kekuatanku?


Hah, membingungkan ….


Melihat kekuatan yang keluar dari tanganku, Samson terkejut karena kekuatanku yang meningkat begitu cepat.


"Cath, bagaimana bisa kekuatanmu meningkat dengan cepat?" tanya Samson terkejut.


"Emm, aku tidak tahu bagaimana itu bisa terjadi," jawabku tersenyum.


"Baiklah, kuakui kau sangat hebat dalam menggunakan sihir dan juga menjalankan latihanmu," kata Samson menatapku dengan senyuman.


Hehe, aku sendiri tidak tahu dengan kemampuanku.


"Sekarang, latihan apa yang harus kulakukan?" tanyaku dengan mata yang berbinar binar.


"Kalau begitu, hari ini latihan mengubah air kolam ini menjadi air kotor," jawab Samson serius.


Merubah kolam yang bersih dan indah ini menjadi kotor? Bagaimana dengan Bunga Mawar yang ada di dalam sana?


Demi kekuatanku, aku harus melakukan apapun untuk mendapatkannya!


"Baiklah, akan kulakukan," kataku siap melakukannya.


Kumendekat ke arah kolam itu dan mencobanya untuk mengubahnya menjadi air kotor.


Sialan, sihir pengubah pemandangan milikku belum kulatih dan kugunakan sama sekali, jadi dengan apa aku harus membuat kolam ini menjadi kotor?


Pikirkanlah, jangan coba coba untuk menyerah, Saphira.


"Sejak berumur 8 tahun dulu, aku mengotori kamar Eliza dengan sebuah sihir pengotor pemandangan, tapi bagaimana cara mengucapkannya?!" gumamku berpikir keras.


Berpikirlah ….


Dan ….


"Dirty Elevanor," ucapku.


Tiba tiba, berubahlah kolam yang bersih ini menjadi kolam yang kotor dan penuh dengan serangga.


Astaga, bukan hanya kotor dan menjijikkan, kolam ini memiliki bau busuk yang sangat menyengat!


"Bau sekali, aku tidak bisa menahannya!" kataku menutup hidungku.


"Kau cukup pintar juga untuk mengotori kolamnya, ternyata aku baru tahu seorang Putri cantik sepertimu memiliki kemampuan tersembunyi," jawab Samson menghampiriku.


Ah! Ini semua karena latihan konyolmu! Aku jadi tidak bisa menghirup apa apa karena bau busuk ini!


Tenanglah, kau masih menutup hidungmu, jadi tolong tahan nafasmu dan ubahlah kolammu menjadi semula.


Hah~


"Cleany Elevanor," ucapku.


Kolam yang tadinya kotor telah berubah menjadi bersih dan harum bagaikan Bunga Mawar yang asli.


*Menghirup*


Hah~


Aku menyukai pemandangan musim dingin ….


"Sudah bersih, sekarang latihan apa lagi yang akan kita lakukan?" tanyaku menatap Samson.


"Mungkin latihan kita sampai di sini saja, latihan selesai," jawab Samson santai.


Selesai? Secepat itu? Memangnya ada apa denganmu?


"Aku mengakhiri latihan karena ingin mengajakmu pergi ke gunung es, apakah kau mau?" tanya Samson melirikku.


Gunung es? Kau serius?! Mau apa kita ke sana?! Sudah kubilang waktu itu kalau aku tidak tahan terhadap kedinginan!


Aneh, memangnya ada apa di dalam isi kepalamu?


"Sebentar, untuk apa kau mengajakku ke sana?" tanyaku bingung.


"Tidak, kita hanya berjalan jalan," jawab Samson biasa saja.


"Aku menolak karena aku tidak tahan terhadap udara dingin," tolakku tegas.


Yah, setidaknya dengan penolakanku, Samson akan berhenti mengajakku.


"Kau tidak boleh menolak," jawab Samson mengerutkan alisnya.


Dasar, apakah dia memang tidak percaya?! Mau tidak mau aku harus mencari jalan keluarnya.


Terus berpikir, Saphira.


Tak lama kemudian ….


"Catherine, masih banyak pekerjaan yang harus kau selesaikan! Sebaiknya bantu aku sebentar dalam menyelesaikan berkas berkas yang menumpuk di ruang kerjaku," kata seseorang yang memanggilku dari belakang.


*Menoleh*


Kak William? Baguslah kalau kau menyelamatkanku. Baiklah, aku akan segera ke sana~


"Kurasa aku tidak bisa ikut denganmu, sampai jumpa, Samson," kataku langsung pergi menjauh dan ia hanya menatapku dengan penuh kebingungan dari jauh.


...


Kini, aku berada di ruang kerja pribadi Kak William.


Aku pikir Kak William menyelamatkanku, ternyata ia sangat serius untuk menyuruhku bekerja seberat ini~


Tak kusangka ternyata Kak William yang dulunya ceria dan perhatian bisa menjadi setegas ini ya.


Sudahlah, fokus saja pada pekerjaanmu yang rumit ini, selesaikanlah berkas berkas sampah yang telah di berikan oleh Kakak.


"Pekerjaan yang menumpuk, bagaimana caranya kuselesaikan semua pekerjaannya?" tanyaku pada diriku sendiri sembari menatap tumpukan kertas yang ada di meja.


Baiklah, selesaikan sebisa mungkin seperti tadi.


Mari kulihat berkas berkasnya, entah kenapa masalah keuangan Arshleyer sangat baik dan tidak ada yang berantakan.


Aku baru tahu kalau Arshleyer adalah Kerajaan yang terkenal bagus dan agung, pantas saja Arsula berniat mengambil kekuasaan Kerajaan Arshleyer.


Apakah Kerajaan Srylpharuna telah tidak berguna karena adanya sang Tuan Putri yanh bernama Eliza?


Teori yang kudapatkan selama ini sangat sulit di jelaskan, bahkan aku sendiri juga sulit mengatakannya.


Arlia mati di tangan Ibuku karena berani melahirkan Eliza, padahal Eliza bukanlah anak dari Ayahku, melainkan anak dari Arsula.


Memangnya apa rencana Arsula dan Arlia yang sebenarnya?


.


.


.


[Bersambung]