The Novel Princess: Avenging Princess Catherine

The Novel Princess: Avenging Princess Catherine
The Novel Princess: CH 100



Seingatku, ada yang pernah bilang kalau rencana mereka berdua adalah merebut kekuasaan Kerajaan Arshleyer, tapi aku tidak tahu apakah itu benar atau tidak.


Menurutku, ada benarnya jika Arsula ingin menguasai Kerajaan Arshleyer karena hasrat keserakahannya.


Bagaimana dengan Arlia? Aku yakin kalau Arlia berencana untuk membunuh Ibuku karena telah memiliki posisi yang tinggi darinya.


Memangnya kenapa semuanya jadi rumit begini? Masalahnya bisa saja membuat kepalaku berputar putar.


Sebaiknya kukerjakan saja berkas berkas ini agar pekerjaan lainnya tidak menumpuk lagi.


.


.


.


Beberapa saat kemudian ….


Hoam~


Akhirnya aku selesai juga, semua pekerjaan sampah ini beres dengan cepat.


Waktunya mandi~


Kukeluar dari ruang kerja Kak William dan berjalan menuju ke kamar.


Setelah sampai di kamar ….


Bugh~


Kurebahkan diri ke kasurku dengan posisi telentang.


Melelahkan, tapi ini lebih baik daripada harus pergi bersama Samson.


"Sarah, siapkan air mandi untukku!" teriakku memanggil Sarah dari dalam.


Ceklek~


"Baik, Tuan Putri, saya akan segera menyiapkannya," jawab Sarah segera ke kamar mandi.


Baiklah, aku harus membuat diriku nyaman dulu ….


...


Sekarang, aku berada di kamar mandi dan sedang mandi air panas.


Hah~


Kubersandar di dinding bathum dan merasakan kenyamanan air panas yang kurendam ini.


"Tidak ada yang lebih baik lagi selain mandi air panas," lirihku.


Huft~


Aku sudah selesai mandi, saatnya aku pergi ganti pakaian dulu.


...


Sudah selesai, daripada buang buang waktu untuk membicarakan diriku, kini aku sudah berada di ruang makan.


Seperti biasanya, aku makan malam bersama keluargaku walaupun tidak sempurna seperti yang dulu.


Sudah 6 tahun aku hidup bersama keluargaku yang lengkap, tapi sekarang hanya Kakakku dan Penyihir pribadiku.


Sudahlah, tidak perlu di pikirkan lagi, yang penting masih ada yang ingin bersamaku.


"Catherine, apa yang sedang kau pkirkan?" tanya Serlia membuatku tersadar dari lamunanku.


"Oh, maaf, aku hanya sedikit lelah saja," jawabku.


"Baiklah kalau begitu, pekerjaanmu sangat baik hari ini," kata Kak Carl tersenyum menatapku.


"Memangnya kenapa?" tanyaku bingung.


"Raja Gorthvius dan Samuel kagum melihat hasil kerjamu yang mengerti akan pekerjaan, jadi kukatakan kau bekerja dengan baik hari ini," jawab Kak Carl mengatakannya dengan rasa kagum.


Aku? Mengerti tentang pekerjaan? Tunggu, aku tidak salah dengar, bukan?


Dulu, aku sendiri belum mengerti tentang pekerjaan Kerajaan karena aku belum pergi ke Istana sesungguhnya.


Kalau sekarang? Tidak perlu di katakan lagi. Aku sudah bereinkarnasi menjadi seorang Tuan Putri dan memiliki identitas yang berbeda, yaitu Catherine Alveria De Arshleyer.


Hmm, aku masih bingung dengan rencana Raja Arsula yang sebenarnya.


Memangnya kenapa ada yang bilang kalau Raja Arsula ingin merebut takhta dan kekuasaan Kerajaan Arshleyer?


Aku bingung dengannya, kemarin saja dia memasang ekspresi wajah yang aneh saat berjabat tangan dengan Kak William.


Apakah ada maksud lain yang tersembunyi di balik wajah anehnya?


Tiba tiba saja ….


Argh!


Tring!


Tanpa sengaja, kujatuhkan pisau dan garpuku ke meja dan mencengkram kepalaku yang begitu sakit.


Sejak kapan kepalaku jadi sakit? Aku tidak dapat menahannya!


"Catty, ada apa denganmu?" tanya Kak Carl panik dan meletakkan pisau dan garpunya ke meja.


"Sakit …. sekali ….!" lirihku menahan sakit dan ….


Serlia POV


Catherine, apa yang terjadi padamu?! Kenapa kau bisa pingsan secara tiba tiba?!


Huh, pasti ada sesuatu yang bersembunyi di dalam tubuhnya!


"Catty, bangunlah!" kata Carl menghampiri Catherine yang pingsan di kursi dan menepuk pipinya agar ia sadar.


"Jangan membuang buang waktu lagi, sebaiknya kita bawa Catherine ke dalam kamarnya sendiri!" jawabku panik.


Tanpa pikir panjang lagi, Carl menggendong tubuh Catherine yang pingsan dan membawanya ke kamarnya bersamaku dan William.


Catherine, apa yang sedang terjadi padamu? Apakah ada masalah yang mengganggu pikiranmu?


Tak lama kemudian, kami sudah sampai di kamar Catherine dan membawanya ke dalam untuk mengistirahatkannya.


Yah, aku tidak pergi ke mana mana karena masih panik dengan kondisi Catherine yang tidak sadarkan diri sama sekali.


Jujur, entah kenapa setiap Catherine pingsan tidak sadarkan diri, hatiku merasakan kepanikan yang mendalam hingga aku ingin mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Biasanya Catherine tidak seperti ini, tapi baru kali ini dia merasa pusing secara tiba tiba.


Ada apa dengannya?


"Catherine, bagaimana kau bisa menjadi seperti ini? Apa yang salah dengan dirimu?" tanyaku khawatir sambil menggenggam tangannya.


Wajahnya terlihat pucat dan tampak tidak sehat, tangannya juga terasa dingin bagaikan kutub utara.


Tunggu, tanda tanda seperti ini artinya ….


*Membuka mata*


Catherine membuka matanya dengan cepat dan mata hijaunya bersinar terang.


Jangan lupa, rambut Golden Blonde miliknya juga bersinar terang bagaikan cahaya matahari yang berwarna emas.


Bagaimana bisa ….


*Duduk*


"Akhirnya aku dapat menggunakan tubuh orang yang sebangsa denganku, yaitu Catherine, anak dari Hera"


"Sudah sekian lama aku menantikan kehidupan keduaku, sayang sekali itu hanya sebentar bagiku," kata seseorang yang merasuki tubuh Catherine.


"Siapa anda? Kenapa aku merasa tidak asing dengan dirimu?" tanya Carl bingung.


"Carl, kau mungkin tidak ingat kalau aku adalah sihir liar yang pernah berbicara denganmu sejak umurmu baru menginjak 13 tahun"


"Namaku adalah Lynlia, sang Ratu dari bangsa Thrynira sekaligus sahabat dari Hera, Freora, dan Arlia," jawabnya yang ternyata adalah ….


Yang Mulia Lynlia?! Kenapa anda harus merasuki tubuh Catherine?!


Lagipula, aku lupa kalau kalian adalah orang yang sama.


"Salam, Yang Mulia Lynlia," salamku dan Carl secara bersamaan terkecuali William yang tidak tahu apa apa.


Yang Mulia Ratu, ternyata anda kembali lagi meskipun hanya jiwamu saja.


"Kenapa anda harus menggunakan tubuh Catherine untuk berbicara dengan kami? Aku sangat khawatir dengan kondisi Catherine," tanyaku pada Yang Mulia Lynlia.


"Aku sangat menyayangi Catherine karena dia tahu tugas yang harus dia lakukan, makanya aku menggunakan tubuhnya untuk berbicara dengan kalian berdua," jawabnya tenang.


"Maksud anda?" tanya Carl yang sedikit bingung.


"Catherine adalah satu satunya keturunan terakhir dari bangsa Thrynira, sedangkan kalian berdua adalah keturunan terakhir dari bangsa Dristiria"


"Ternyata Catherine sama sepertiku, sangat membenci Arlia dan anak perempuannya, yaitu Eliza"


"Aku ingin dendamku terbalaskan karena Arlia telah membunuhku sebelum membunuh Hera dan Freora"


"Makanya, Catherine yang membenci Eliza sudah membuatku senang"


"Pokoknya, jangan biarkan Catherine menghadapi masalahnya sendirian dan bantulah dia untuk membalaskan dendam Hera"


"Carl, kau juga harus ingat siapa yang telah membunuh Hera dan Lordsorius, begitu juga denganmu, Serlia"


"Aku ingin melihat kehancuran Eliza yang sangat memuaskan mataku," jawab Ratu Lynlia panjang lebar.


Sebagai Penyihir pribadi maupun temannya, aku tidak akan membiarkan Catherine menghadapi masalahnya sendirian.


"Aku, Carl Alfa De Arshleyer, seorang Kakak kedua dari Catherine, tidak akan membiarkan ia menghadapi masalahnya sendirian," kata Carl.


"Aku, Serlia Arthera Ve Courtines, seorang Penyihir pribadi dari Catherine, juga tidak akan membiarkan ia menghadapi masalahnya sendirian," kataku juga.


Semua kata kata sudah kukeluarkan dari mulutku, kuharap Yang Mulia menerimanya.


.


.


.


[Bersambung]


~Obrolan Author:


Sudah sampai 100 episode/chapter ya? Gak terasa ya. Yah, Author lagi semangat buat update.


Berkat dukungan para readers maupun Author tercinta yang membaca karyaku, terima kasih banget karena telah mendukung aku buat menulis novel ini.


Semoga suka ya dengan novel ini, jangan lupa ikuti terus ceritanya ya :)