The Novel Princess: Avenging Princess Catherine

The Novel Princess: Avenging Princess Catherine
The Novel Princess: CH 67



Kuberjalan terus ke depan hingga sampai ke tempat dudukku. Baguslah kalau Istana ini menyediakan kursi yang banyak, aku mau orang yang di sampingku adalah Serlia.


Hah? Di mana Serlia? Bukankah tadi dia ikut denganku?


Sialan, aku meninggalkannya sendiri! Pasti dia akan berbuat macam macam pada orang lain.


Sudahlah, daripada aku duduk, lebih baik kucari saja gadis sialan itu! Meskipun umurnya jauh denganku, tapi keberanianku tidak berbeda dengannya.


Tanpa kusadari ….


Ouch!


Siapa yang kutabrak? Dasar tidak hati hati!


"Siapa itu?! Apakah kau mau cari mati?!" tanyaku kesal.


"Catherine? Sejak kapan kau ada di sini?" tanya seseorang yang kutabrak tadi.


Kenapa dia mengenal namaku? Dan, suaranya terdengar seperti ….


*Memandang ke atas*


Samson?! Kapan kau muncul?! Perasaanku, aku tidak membawamu saat pergi ke pesta ini.


"Ehm, maaf kalau aku tidak melihat apa apa," kataku dengan cepat menghindari tubuhnya.


*Blushing*


Gila, aku tidak bisa berbuat apa apa, bahkan termasuk mencari Serlia. Samson, kenapa kau harus muncul?


"Catherine, kenapa wajahmu memerah?" tanya Samson menatapku.


Merah? Astaga, pertanyaan seperti itu sangat sulit untuk kujawab. Mengapa aku harus sampai lupa?


"Aku tidak apa apa, mungkin hanya kepanasan sedikit," jawabku gugup.


"Kau tidak sakit, bukan?" tanya Samson menatapku lagi.


Siapa yang sakit?! Lihatlah, aku baik baik saja! Apa aku terlihat seperti orang lemah di matamu?


Huh, lagipula aku tidak memintamu datang. Pasti Eliza akan ribut lagi setelah melihatku bersamamu, padahal kita tidak berbuat apa apa.


Meresahkan~


Jangan lupakan Serlia, Saphira, sekarang kau harus mencarinya dan melupakan Samson.


"Emm, sepertinya aku harus pergi, Serlia sedang menungguku. Sampai nanti," kataku melambaikan tanganku sekilas dan pergi secepat kilat.


Di mana kau?! Bisa bisanya kau membuatku mencarimu begini. Kau benar benar merepotkan, Serlia.


Ha~, itu orangnya! Kulihat Serlia yang tengah menuangkan racunnya ke dalam botol Wine.


Clup~


"Semoga harimu menyenangkan, pecundang~" kata Serlia tersenyum licik.


Yah, kupikir kau membuat keributan dengan orang lain, baguslah kalau kau sudah memasukkan racunnya ke dalam botol Wine miliknya.


Sebaiknya kupanggil saja karena pesta akam di mulai sebentar lagi.


"Serlia, ini aku, Catherine!" kataku melambaikan tanganku.


*Menoleh ke belakang*


"Catherine? Serangga kecil sepertimu bisa mencariku juga ya," jawab Serlia mengejeknya dari jauh.


Serangga kepalamu! Aku adalah manusia normal, bukan Serangga! Yang serangga di sini adalah Eliza, seorang lalat pengganggu!


Kuhampiri Serlia dengan cepat dan menarik tangannya untuk membawanya duduk bersamaku.


"Jangan basa basi, pestanya akan di mulai sebentar lagi," kataku menarik tangan Serlia.


Dia hanya menurutiku dan duduk bersamaku.


Tak lama kemudian ….


Datanglah Eliza yang di tuntun oleh ketiga Kakak laki lakinya. Mereka terlihat mirip dan serasi.


Di ikutinya Raja Arsula dari belakang bersama Pangeran Samuel membuat para tamu terngiang ngiang.


"Pangeran Samuel dan Putri Eliza terlihat serasi ya!"


"Benar, Pangeran Samuel sangat tampan!"


"Di tambah lagi Putri Eliza yang sangat cantik seperti bidadari"


Pfft!


Kutak sengaja menyemburkan Wine yang kuminum karena mendengar salah satu perempuan yang menyebut kalau Eliza cantik bagaikan bidadari.


"Cantik kepalamu! Putri Arshleyer sepertiku ini yang pantas di bilang cantik, bukan gadis Bunga Bangkai yang harus di puji," gumamku sedikit kesal.


Yah, bagiku tidak ada yang cantik pada wajah Eliza, hanya saja sifatnya terlalu jelek melebihi monyet berayun.


"Hmph, percuma cantik kalau sifatnya jauh dari kata bidadari," kata Serlia sengaja meludah.


Kau benar, tidak ada yang bisa di katakan cantik jika sifatnya seperti sampah.


"Hah, aku setuju dengan perkataanmu," jawabku memandang ke arah Serlia.


Saatnya Raja Arsula memulai pembicaraannya.


"Salam, seluruh tamu yang telah datang ke acara pertunangan ini"


"Sebagai Raja, aku mengumumkan bahwa Putriku akan bertunangan besok di lokasi sungai Hersia"


"Hari ini, Pangeran Samuel akan memakaikan cincinnya pada Putri Eliza, begitu juga sebaliknya"


Perkataan konyol macam apa ini? Besok pertunangannya akan di laksanakan di sungai Hersia? Agak rumit untuk kupahami.


Baiklah, kita lihat bertunjukkannya.


Kulihat Samuel yang memakaikan cincinnya pada jari manis Eliza, dan mengangkatnya dan mengecupnya berlahan.


Cup~


Pemandangan macam apa ini?! Mataku jadi bertambah rabun karena kemesraan Kakakku kemarin, dan sekarang giliran kau dengan Eliza gila itu.


Apakah kau suka padanya?


"Ini hanya sekilas saja, besok kau akan menerima yang lebih baik lagi," kata Samuel tersenyum.


"Jangan katakan hal yang tidak kusukai," jawab Eliza merasa jijik.


Ternyata Eliza tidak pernah menyukai orang lain selain Samson ya? Kalau di pikir pikir, Samuel tidak mempermainkanmu.


Akan lebih baik jika kau tidak bersama Samson, karena itu hanya menambah bebanku saja.


Besok …., aku akan datang ke sana.


"Kuberitahu kau kalau aku akan berjuang untuk mendapatkan cinta darimu," kata Samuel serius.


Sungguh kata kata yang tegas namun terdengar manis. Kau benar benar tidak kalah dengan Kakak keduaku.


"Terserah," jawab Eliza singkat.


Lagi lagi, jawaban yang kau dapatkan hanyalah sebuah perkataan singkat dari Eliza.


Semoga kau bisa memperjuangkan cintamu dan mengatakan isi hatimu pada Eliza. Buktikanlah kalau ini bukah sekedar pertunangan, tapi cinta yang harus di persatukan secara abadi.


Hah~


Hanya bisa berkata tapi tidak langsung, itulah diriku.


"Untuk merayakannya, akan kupersilahkan Pangeran Samuel untuk menuangkan segelas Wine dan menyuapi Putri Eliza, begitu juga sebaliknya," perintah Raja.


Nah, akhirnya yang kutunggu tunggu datang juga, sebuah halusinasi berat dan mabuk bersama tunangannya.


Jangan lupa kalau aku mau menghancurkan harga diri Eliza sebagai Putri Kerajaan Srylpharuna.


Mereka berdua beraksi. Eliza meminum Wine yang di berikan oleh Samuel dan Samuel meminum Wine yang di berikan oleh Eliza.


Tangan mereka di ikat dengan benang merah dan saling menyuapi.


Apakah Wine ini adalah Wine yang sudah di racuni? Serlia, kau keren sekali!


Mau menjebakku? Maaf, rencanamu di nyatakan gagal.


Setelah selesai meminum Winenya, tiba tiba saja wajah Eliza memerah seakan kepalanya terasa pusing.


"Kepalaku …. pusing ….," kata Eliza berlahan lahan penglihatannya menjadi kabur.


Sama seperti Eliza, Samuel juga mengalami hal yang sama dengannya.


Karena rencanaku sudah selesai, aku tidak bisa menunda waktu lagi untuk melihat hasil besok.


*Mengibaskan rambut*


"Heh, mau mengerjaiku dan menjebakku? Tunggu saja besok, kau akan kupermalukan di Istana Srylpharuna," kataku menatap sinis ke arah Eliza.


"Yah, aku tahu maksudmu. Kalau yang berharga telah hilang, maka Kerajaan akan menutup tirainya di balik alam," jawab Serlia juga menatap sinis ke arah Eliza.


Astaga, apa maksud dari kata kata bijakmu? Bahkan orang pintar saja sulit menjawabnya.


Lupakan, yang penting tunggu saja hasilnya besok.


.


.


.


[Bersambung]


~Pertanyaan:


tahu gak maksud dari kata kata bijak yang Serlia katakan tadi? Di jawab ya, Author selalu cek komentar loh.


Ini kata kata bijaknya:


Kalau yang berharga telah hilang, maka Kerajaan akan menutup tirainya di balik alam.


^^^Serlia Arthera Ve Courtines.^^^


Di jawab ya, jangan tidak di jawab loh, ntar Author cek nanti.