The Novel Princess: Avenging Princess Catherine

The Novel Princess: Avenging Princess Catherine
The Novel Princess: CH 50



Jangan jangan, aku yang di incar oleh mereka? Tidak! Aku sama sekali tidak ada hubungannya dengan Kerajaan Srylpharuna!


Sekarang, tolong jangan di pikirkan terus, Saphira ….


"Serlia, menurutmu siapa yang akan di incar oleh Raja Srylpharuna?" tanyaku penasaran.


"Menurut firasat dan mata kebenaranku, yang akan di incar oleh Kerajaan Srylpharuna adalah ….," jawab Serlia sengaja menghentikan pembicaraannya.


"Ayolah, aku sangat penasaran," kataku menggoyangkan tubuh Serlia.


Cepat beritahu aku atau kau akan kupecat!


"Hmm, kurasa semuanya belum terjawab," jawab Serlia terlihat serius.


Baru kuingat kalau bertanya padamu adalah suatu malapetaka.


Baiklah, akan kucari kebenarannya setelah perang di mulai. Sekarang, kulanjutkan saja latihanku bersama Serlia.


Huft~


"Mari kita lanjutkan lagi," kataku mengajak Serlia.


"Latihan? Apa kau sudah siap untuk berperang?" tanya Serlia sengaja.


"Tentu saja, karena aku sangat menantikan kedatangan pasukan Kerajaan Srylpharuna," jawabku memandang ke atas langit.


"Pasukan Kerajaan? Bukankah Raja Srylpharuna yang akan datang menghampiri Kerajaan Arshleyer?" tanya Serlia bingung.


Sulit sekali menjelaskannya, bahkan aku sendiri saja tidak bisa menebaknya.


Yang penting, kita ikat saja Eliza dan jadikan dia sebagai umpan di peperangan.


Yah, lanjutkan saja latihanmu, Saphira.


Baru satu detik, tiba tiba saja ada yang ingin menembakkan panahnya pada kami berdua.


Trak!


"Siapa itu?!" teriak Serlia menoleh ke belakang.


*Suara kuda*


Sialan! Ternyata ada yang sengaja mengincar kami! Serlia, lakukan sesuatu!


"Jangan jangan, di hutan ini di datangi oleh para bandit atau pembunuh! Sebaiknya kita lari saja!" lanjut Serlia panik dan menarik tanganku.


Ia berlari dengan begitu terburu buru! Ada apa dengan para orang orang yang mengincar kami ini?!


Sepertinya ada firasat buruk yang mengatakan kalau aku akan di culik oleh mereka!


Trak!


Panah itu menembak lagi! Arahnya tidak di lihat sama sekali! Mereka hanya sembarang menembak.


Gawat, aku harus menghindar!


"Berhenti!!!" teriak seorang lelaki dari jauh.


Suara itu, seperti tidak asing di telingaku.


Lupakan, fokus saja pada perjalananmu.


"Kita mau ke mana?!" tanyaku di bawa berlari.


"Tolong jangan tanya aku selagi aku membawamu berlari!" jawabnya terus menarik tanganku.


Sudahlah, aku tidak perlu bertanya pada orang kasar seperti Serlia!


Belum lama setelah kami berlari, ada yang mengepung kami secara melingkar sambil mengarahkan tombaknya pada kami berdua.


"Jangan bergerak!" kata mereka serentak.


Glek~


Bagaimana ini? Sekarang, kita berdua sudah tidak punya jalan keluar lagi selain mati di tangan mereka semua.


Kemudian, mereka membuka jalan pada seseorang yang ingin bertemu dengan kami.


Lalu, terlihat 3 orang laki laki yang masuk sambil menunggangi kuda putih milik mereka.


Eh? Kembar? Tunggu, apa aku tidak salah lihat?! Mereka bertiga mirip dengan Eliza!


Setahuku, Eliza adalah anak dari Ayahku dan Ratu Iblis. Tapi, kenapa Eliza sangat mirip dengan mereka bertiga?


Warna mata yang sama, yaitu biru. Beberapa bulan yang lalu, aku pernah mencari tahu tentang identitas Ratu Arlia.


Memang benar, Eliza sangat mirip dengan Ratu Arlia, hanya saja, warna mata Ratu Arlia adalah merah.


Jelas saja, bisa jadi kalau Eliza itu mirip dengan Raja Srylpharuna atau bukan.


Ayah juga memiliki warna mata merah, hanya Eliza saja yang berbeda dengan kami semua.


Jangan bilang kalau Eliza sebenarnya adalah ….


"Ehem, kalian berdua kutangkap," kata orang itu menunjukkan jari telunjuknya padaku dan Serlia.


Hei! Atas dasar apa kalian bertiga menangkapku?! Serlia, kita dalam bahaya!


"Lepaskan aku! Aku, Serlia Arthera, akan membuat kalian menderita seperti Eliza!" kata Serlia emosi.


"Eliza? Siapa itu?" tanya orang itu bingung.


Payah sekali, jangan membicarakannya dulu sebelum kita sampai ke tempat tahanan.


Sialan! Bagaimana bisa Putri terhormat Arshleyer sepertiku di tangkap oleh 3 orang asing ini?!


Pasti aku dan Serlia akan di bawa ke Istana Srylpharuna!


"Tolong lepaskan kami dulu, semuanya bisa kujelaskan dengan baik!" teriakku meminta mereka untuk melepaskanku.


Yah, mereka tidak mendengarku dan hanya membawa kami pergi.


.


.


.


Tak lama kemudian ….


Kami sudah sampai di Istana Srylpharuna dan masuk ke ruang tahanan bawah tanah.


Bruk!


Argh!


Srenk!


"Tunggu! Aku bahkan belum mengatakan apa apa pada kalian! Tolong lepaskan aku!" teriakku memegang sel tahanan.


...


Tidak ada suara sama sekali, yang ada hanyalah keheningan.


Aku tidak mau di tahan! Tempat ini sangat panas! Bahkan aku saja bisa kekurangan udara.


"Percuma saja kau berteriak, kita berdua sudah di tahan," kata Serlia biasa saja.


"Ini bukan main main, Serlia. Kurasa kita berdua sudah di tahan di Istana Srylpharuna," jawabku panik.


"Istana Srylpharuna katamu?! Sebenarnya, apa yang mereka inginkan?!" tanya Serlia sedikit emosional.


Tak!


Tak!


Tak!


Suara langkah kaki, itu artinya, ada orang yang akan datang ke sini. Semoga saja itu adalah orang yang akan menolong kami berdua.


Hah?! Pria rambut merah dengan warna matanya yang biru. Persis seperti Eliza, jangan jangan ….


"Apa kalian ingin membebaskan diri?" tanya orang itu dengan tatapan datarnya.


Raja Arsula, Raja kejam yang di ceritakan oleh Catherine sejak 6 tahun yang lalu!


Sungguh mengerikan, ternyata Raja Arsula benar benar dingin.


"Tu …. tu …. tunggu, Yang Mulia! Ka …. kami tidak mengenalmu sama sekali!" jawabku panik dan ketakutan.


"Apa yang anda inginkan dari kami, Yang Mulia Raja Arsula?" tanya Serlia tegas.


Serlia mengenalnya? Tatapan itu, dia sama sekali tidak takut pada Raja Arsula yang mengerikan begini.


"Yang kuinginkan hanyalah gadis yang mirip dengan Ratu Hera sepertinya," jawabnya santai.


Menginginkanku? Apa yang ingin kau lakukan? Aku bisa menjelaskan seluruhnya tentang anak Kandungmu!


Selama ini, kau tidak tahu sebuah rahasia besarnya, bukan?


Tetaplah tenang, Saphira …., kau pasti akan selamat.


"Yang Mulia, aku akan menyerahkan diriku, karena ada beberapa kata yang ingin aku katakan denganmu," kataku mengerutkan alisku.


"Bagus, kebetulan aku juga sama sepertimu," jawabnya santai.


"Pengawal, bebaskan seorang anak perempuan berambut kuning ini," lanjutnya.


Selnya di lepaskan oleh Pengawalnya. Sayang sekali, hanya aku saja yang bebas sedangkan Serlia tetap berada di dalan sel.


Maafkan aku, Serlia~


*Mengejek*


"Beraninya kau mengejekku, akan kuberi pelajaran setelah aku bebas nanti!" kata Serlia kesal.


Aku tidak peduli.


Sesampainya di perpustakaan ….


Aku duduk di sofa dengan arah yang berlawanan bersama Raja Arsula.


Mari kita memulai pembicaraannya.


"Raja, ada yang ingin kukatakan padamu, ini menyangkut pada Ratu Arlia," kataku serius.


"Katakan saja," jawabnya singkat.


Hah~


"Beberapa tahun yang lalu, aku mengetahui kebenaran dari kedua Kakak laki lakiku kalau Ratu Arlia memiliki anak perempuan yang mirip denganmu, yaitu Eliza," kataku mencoba menjelaskannya.


"Eliza? Anak perempuan dari Arlia yang mirip denganku? Apakah kau tidak bermain main?" tanya Raja Arsula tidak yakin.


Aku sendiri tidak memiliki fotonya untuk menunjukkan wajahnya padamu.


Tunggu perang di mulai saja, kau akan mengetahuinya.


.


.


.


[Bersambung]


~Pemberitahuan:


Maaf ya kalau Author selalu update tidak teratur, itu karena Author fokus pada PAS di sekolah. Tunggu selesai PAS, Author pasti akan kembali update 2× seperti biasa