The Novel Princess: Avenging Princess Catherine

The Novel Princess: Avenging Princess Catherine
The Novel Princess: CH 48



Tatapanmu itu semakin tajam, Serlia! Kau terlalu mengerikan!


"Baiklah! Aku yang salah! Sekarang, lepaskan dan biarkan aku pergi!" kata Eliza ketakutan.


Karena takut, Eliza dan Michelle pergi secepatnya dari kelas ♪.


Rasakan itu! Siapa yang berani mencari masalah dengan Serlia, maka akibatnya akan lebih besar daripada mengacau bom atom.


"Lihatlah tingkah kalian berdua! Seperti mau mati saja!" teriak Serlia meledek Eliza dan Michelle dari jauh.


Astaga, aku bahkan sudah takut padamu. Sulit sekali jika memiliki sahabat blak blakan seperti Serlia ini.


Tapi, sebagai Tuan Putri yang terhormat, aku sangat membutuhkan seorang Penyihir pribadi.


"Serlia, mari kita kembali ke kantin lagi," kataku menarik tangan Serlia dan membawanya ke kantin lagi.


"Ayo, soalnya makanan sisaku harus kuhabiskan," jawab Serlia dengan mata berbinar binar.


Pantas saja moodmu jelek sekali, ternyata kau butuh makanan manis untuk menenangkannya.


.


.


.


Sepuluh menit kemudian ….


Kami baru sampai di depan pintu kantin.


Baru selangkah saja kami berdua ingin masuk, langkahku terhenti karena di halangi oleh Samson.


*Menelan saliva*


Glek~


Apa lagi yang harus aku lakukan agar Samson pergi dari hadapanku? Padahal, janji jalan jalannya tidak hari ini.


Atau jangan jangan, ia ingin menculikku dan menyekapku?! Ah, ia tidak mungkin melakukan hal bodoh seperti itu.


Berpikir, berpikir!


"Catherine? Untuk apa kau ke kantin?" tanya Samson bingung.


"Ehm, aku hanya ingin duduk bersantai dan menemani Serlia makan siang," jawabku tersenyum paksa.


Yah, bukan hanya menemani Serlia, aku bahkan ingin tahu apa yang terjadi pada Kak Carl.


Apakah mereka berdua Veronica bertengkar? Atau Veronica sudah memiliki pacar? Bukan, pasti Kak Carl susah memiliki pacar baru!


Bodoh! Sadarlah dari imajinasimu, Saphira! Yang terpenting sekarang adalah menghindari Samson dan masuk ke dalam kantin.


"Maaf, kurasa Serlia sudah tidak tahan dengan makanan manis yang ada di belakang ini," kataku menunjuk ke belakang.


"Eh? Aku? Apa apaan kau ini?! Bisa bisanya kau membawa bawakan namaku untuk menyelamatkan dirimu sendiri!" bantah Serlia kesal.


Ayolah, hanya sekali saja tidak apa apa, kan? Kumohon~


"Baiklah, kalau kalian berdua mau masuk, silahkan saja," kata Samson langsung pergi entah ke mana.


Hah? Ada angin baik apa yang membuat Samson tidak mengejarku seperti tadi? Sudahlah, tidak perlu di pikirkan terlalu dalam.


"Ayo kita masuk," perintahku.


"Cih, bisanya memerintah!" jawab Serlia dengan ketus.


Raut wajahmu selalu saja datar, apakah kau tidak bisa sedikit ceria? Menjadi keturunan Dristiria sangatlah sulit.


Sesampainya di dalam, kami duduk di meja yang sama seperti tadi, yaitu meja 2.


Tidak mungkin kami berdua berpindah meja, karena aku nyaman duduk di sini.


Oh, aku baru ingat kalau aku mau makan makanan manis bersama Serlia.


"Pelayan, aku pesan 2 piring Sauce Fruity Jam," kataku memanggil Pelayan untum memesan makanan.


"Baik, Tuan Putri," jawabnya segera membuatkan makanannya.


Tinggal tunggu saja dan beres. Serlia, makanan yang kau pesan akan segera jadi.


Tunggu dulu, kenapa di tengah lamunanku, aku harus melihat kemesraan Kak Carl dan Veronica lagi? Padahal aku sudah melihatnya berkali kali!


Dari jauh ….


"Veronica, bisakah kau mencicipi Sauce Fruity Jam milikku? Aku yakin kau akan menyukainya," kata Kak Carl menyodorkan sendok yang berisikan nanas pada Veronica.


Astaga, adegan romantis dari Kakak kedua sudah di mulai! Aku dan Serlia hanya bisa menonton pertunjukkan seru ini.


"Sebuah pertunjukkan? Apakah Carl dan Veronica bermesraan lagi?" tanya Serlia penasaran.


"Lihat saja sendiri di sana," jawabku.


Jelas jelas semuanya ada di sana. Lihatlah.


"Oh, Carl mencoba menyuapi nanas pada Veronica? Romantis sekali," kata Serlia biasa saja.


Belum menyuapinya saja kau sudah bilang romantis! Dasar perempuan datar!


"Ehm, apakah buahnya manis?" tanya Veronica memastikan.


Tentu saja manis! Nanas adalah buah kesukaanku. Cepat, makanlah.


"Sangat sulit untuk menjelaskannya, yang penting kau coba dulu," jawab Kak Carl menggaruk kepalanya menggunakan jari telunjuknya.


Puk!


Kutepuk wajahku menggunakan telapak tangan kananku dengan perasaan kesal karena melihat Kak Carl yang sangat sulit menyuapi Veronica.


Tak lama kemudian, pesanan makanan kami sudah datang dengan cepat. Pelayan membawakan dua piring buah nanas dan apel yang di olesi dengan madu.


"Ini pesanannya, silahkan di makan," kata Pelayannya dengan sopan.


"Baik, kau boleh pergi," jawabku dengan santai.


Pelayan itu hanya mengangguk dan pergi ke tempat asalnya.


Sauce Fruity Jam membuatku ingin segera memakannya! Pasti rasanya sangat manis. Buah nanas dan apel adalah buah kesukaanku satu satunya! Di tambah lagi dengan madu, rasanya akan membuatku melayang ke udara~


Kuambil garpu dan pisau secara bersamaan dan mengambil buah nanas yang kecil itu.


Hap!


"Mmm, ini enak sekali!" kataku dengan senang.


Serlia pasti suka setelah memakannya!


"Astaga, rasa yang sangat enak ini adalah pertama kalinya aku mencicipi rasa manis yang sesungguhnya!" jawab Serlia sangat senang setelah mencicipinya.


Enak, bukan? Rasanya aku ingin beli lagi!


Ngomong ngomong, kapan Veronica akan memakannya? Aku sudah tidak sabar untuk melihat pertunjukkannya


"Baiklah, aku akan coba mencicipinya," kata Veronica membuka mulutnya seolah siap untuk di suapi.


Nah, itu yang kutunggu tunggu daritadi! Cicipilah rasa nanasnya, maka kau tidak akan berhenti memakannya!


Hei, kenapa pikiranku hanya manisan tadi hanya karena rasa manisnya? Yang harus kupikirkan adalah melihat adegan romantis Kak Carl dan Veronica.


Huh, Serlia hanya sibuk makan saja, tidak mau melihat yang ada di depannya.


Kak Carl langsung memasukkan sendoknya ke dalam mulut Veronica dan mengeluarkannya dengan berlahan.


Veronica mengunyah nanas yang di berikan oleh Kak Carl, dan merasa senang karena rasa nanas yang di berikan oleh Kak Carl sangat manis.


"Manis sekali, ini adalah rasa kesukaanku. Terima kasih, Carl," kata Veronica tersenyum ringan.


Senyumanmu itu bagaikan cahaya matahari yang menyilaukan mata! Sungguh, aku menyerah memandang senyumanmu.


Kulihat wajah Kak Carl yang sedikit blushing karena memandang wajah Veronica.


Sudah jelas kau sangat menyukainya, bukan? Aku yang jomblo ini sama sekali belum siap untuk memiliki pacar.


Sungguh kehidupan novel yang sangat menyakitkan(Dramatis).


"Mungkin, aku hanya bisa memakan makanan manis ini selain lelah melihat adegan romantis dari Kakak kedua," kataku fokus pada makananku.


"Makan saja makananmu, nanti habis karena lalat," jawab Serlia datar.


"Baik, baik, seperti yang kau bilang, aku akan memakan makanannya," kataku memutar bola mataku dengan malas.


Diam dan nikmati saja makan siangmu sebelum masuk kelas, sayang sekali kalau ini di habiskan oleh Serlia si lalat pengganggu itu!


.


.


.


[Bersambung]


~Keterangan:


Sauce Fruity Jam hanya imajinasi Author saja.