The Novel Princess: Avenging Princess Catherine

The Novel Princess: Avenging Princess Catherine
The Novel Princess: CH 21



Eliza POV


Apakah aku sudah sembuh? Ini bukan mimpi, kan?


Tidak ada rasa sakit ditubuhku dan tidak ada luka di tubuhku!


Aku benar benar sembuh!


"Ibu, Ayah, aku sudah sembuh!" teriakku senang.


"Syukurlah kalau kau sudah sembuh, Eliza. Berterima kasihlah pada Catherine yang telah menyembuhkanmu," jawab Ibu menyuruhku berterima kasih pada Catherine.


A …. aku sembuh karena si bodoh Catherine?! Astaga, aku tidak suka di sembuhkan olehnya! Dasar pencari perhatian!


"Tidak! Aku tidak mungkin berterima kasih pada orang tidak berguna seperti Catherine!" kataku merasa kesal.


Bagaimana tidak kesal saat di sembuhkan dengan orang yang aku benci.


Catherine adalah iblis kecil yang telah merebut kasih sayang dari orang tuaku! Sungguh, Catherine adalah pembawa sial di kehidupanku.


Sudahlah, aku ingin tidur saja!


"Nanti saja aku berterima kasih pada si bodoh itu, sekarang aku mau tidur dulu!" kataku dengan kasar.


Semuanya langsung pergi tanpa memperhatikanku sama sekali.


Memang benar, semuanya tidaklah peduli padaku, melainkan pada Catherine.


Apakah salah jika aku mendapatkan kasih sayang sekali saja dari kalian semua?


Jika Catherine tidak lahir di keluarga ini, aku pasti akan bahagia selamanya.


Ah! Untuk apa aku pikirkan semua ini?! Semua orang di Istana ini kan sampah!


Suatu hari nanti, aku akan melenyapkan orang yang sama sekali tidak pernah peduli padaku dan mengambil kekuasaan Kerajaan Arshleyer.


Catherine, lihat saja nanti ….


Saphira/Catherine POV


Sekarang, aku masih tidak sadar. Aku di gendong oleh Kak Carl daritadi karena aku pingsan setelah menyembuhkan Eliza.


Bukan, lebih tepatnya aku menambahkan penderitaannya. Siapa suruh dia menjadi anak Tiri yang tidak berguna?


Hah, sepertinya aku sudah berada di kamar. Lalu, apa yang sedang di lakukan oleh Kak Carl?


"Catty, aku pergi dulu. Maaf karena tidak bisa menemanimu," kata Kak Carl mengusap kepalaku dan pergi dari kamarku.


Yah, aku memang tidak sadar karena aku kan sedang tertidur.


Sudahlah, mungkin besok akan datang hal yang menarik ….


Hari sekolah telah tiba ….


Aku sekarang berada di perpustakaan dan sedang membaca buku sihir.


Menurutku, sihir liar di sekolah ini berlahan lahan menjadi jinak denganku.


Hehe, sangat menyenangkan jika aku beradaptasi dengan sihir liar di sekolah ini.


Karena sudah membaca semua halaman, kututup bukunya dan menukarnya dengan buku lain.


Di saat aku sedang menukar buku, entah kenapa aku melihat Veronica membawa banyak tumpukan buku yang tersusun rapi hingga melewati tinggi badannya.


Memangnya, apa yang ingin ia lakukan dengan buku buku itu?


Veronica POV


Dasar, buku buku ini banyak sekali! Alice memang menyebalkan, sebenarnya untuk apa dia menyuruhku mengambilkannya buku sebanyak ini?


Astaga, perpustakaan sangat ramai hari ini. Fokus, jangan sampai aku tertabrak orang orang yang tidak jelas.


Aku terus saja berjalan memandang ke depan, tanpa kusadari tiba tiba ….


Brak!


Ouch!


Aku tersungkur di lantai dengan tumpahan banyak buku buku yang kubawa tadi.


Siapa yang kutabrak?


"Maaf, apakah kau tidak apa apa, Veronica?" tanya orang yang tadi kutabrak.


Orang itu tahu namaku? Dan, suara itu ….


"Ti …. tidak apa ap ….," jawabku seakan perkataanku terhenti.


O …. orang yang kutabrak adalah Carl?! Aduh, malu sekali!


"Ehem, lain kali berhati hatilah saat berjalan," kata Carl dengan wajah blushing.


"Ba …. baik," jawabku ragu.


Aduh, perasaan apa ini? Jantungku …., berdetak dengan sangat kencang ….


Oh, aku baru ingat kalau Alice menyuruhku untuk cepat! Aku pergi dulu!


Saphira/Catherine POV


Hei, apa yang di lakukan oleh Kak Carl dan Veronica? Kenapa aku merasa kalau mereka berdua saling menyukai?


Ah, itu mungkin hanya perasaanku saja.


Hmm, kurasa semua buku buku yang kuambil sudah kubaca.


Itu artinya ….


_____________________________________________________


Aku harus meminjam buku baru lagi dengan Penyihir. Selamat tinggal, perpustakaan kuno.


Sekarang, aku berada di luar perpustakaan.


Tiba tiba saja ….


Ouch!


Siapa lagi yang menjambak rambutku?! Benar benar tidak ada kerjaan!


"Catherine, kau benar benar tidak bisa di bilang, ya!" kata orang itu yang tak lain adalah Anna.


Apa lagi?! Selalu saja Anna yang datang membullyku secara tiba tiba. Sungguh menyebalkan ….


"Ma …. maaf, apa salahku?" tanyaku polos.


"Eliza bilang padaku kalau kau selalu mendekati Carl! Apa itu benar?" tanya Anna dengan kasar dan masih menjambak rambutku.


Sialan kau, Eliza! Suka sekali kau mencari masalah denganku! Awas saja kau, Anna!


"Kak Anna, aku sama sekali tidak tahu apa apa," jawabku menahan sakit di kepalaku.


Karena sudah puas menjambakku, Anna melepaskannya dengan kasar dan langsung pergi.


Ah! Rambutku kotor lagi karenamu! Bisa bisanya kau menyentuh rambut emasku ini dengan tangan kotormu!


"Membuatku kesal saja!" lirihku marah pada Anna dari belakang.


Ih, aku jadi tidak bisa lagi ke ruang Penyihir. Saatnya aku masuk kelas.


Beberapa jam kemudian ….


Kami sudah pulang sekolah seperti biasanya.


Sekarang, aku berada di rumahku dan sedang makan malam bersama keluarga.


"Catherine, ada hal menarik apa yang kau pelajari hari ini?" tanya Kak William dengan serius.


"Aku membaca banyak buku di sekolah, semua buku buku yang kubaca mengandung makna dari dunia sihir," jawabku.


"Kau ingin belajar sihir lagi?" tanya Kak Carl heran dengan ucapanku tadi.


Bukan belajar sihir, tapi aku hanya ingin mengenal dunia sihir lebih dalam.


"Tidak mungkin, aku hanya membaca untuk meluangkan waktuku," jawabku tersenyum aneh.


Ngomong ngomong, soal Kak Carl dan Veronica ….


"Kak Carl, bisakah aku bertanya sesuatu?" tanyaku menatap Kak Carl.


"Tentang apa?" tanya Kak Carl.


"Apakah Kakak sedang menyukai seseorang?" tanyaku tersenyum menatap Kak Carl.


Mendengar pertanyaanku, wajah Kak Carl langsung memerah dan memalingkan mukanya dari tatapanku.


Sudah kuduga, pasti ada yang kau sembunyikan, Kak.


"Rahasia ….," jawab Kak Carl menatap ke arah kiri.


Ayolah, katakan saja rahasia besarmu padaku, Kak.


"Ternyata Sang Pangeran Iblis juga bisa menyukai seseorang, ya," ejek Kak William.


"Kau diam saja, William!" jawab Kak Carl dengan wajah memerah.


Sudahlah kalau Kakak tidak mau mengatakannya. Cepat atau lambat, aku juga akan tahu.


Hah~


Akhirnya makan malam selesai juga. Aku langsung pergi ke kamar dan menjatuhkan diriku di kasur.


Sepertinya, aku masih kepikiran tentang Kak Carl dan Veronica.


Atau jangan jangan ….


*Blushing*


Tidak mungkin! Di dalam novel, Kak Carl tidak pernah menyukai siapapun!


Pasti hanya imajinasiku.


Sudahlah, aku tidur saja!


Di kamar Carl ….


Carl POV


Entah ada hal apa yang membuatku sangat senang hari ini.


Suasanaku sedang membaik, aku sedang memikirkan ….


"Ini akan menjadi rahasia untuk sementara. Suatu hari nanti, kalian pasti akan tahu," kataku dengan wajah memerah.


.


.


.


[Bersambung]


~Pertanyaan:


Hayo tebak, Carl suka sama siapa?(menurut kalian aja)


Maaf ya, masih jadi rahasia😜ntar bakal tahu kok cepat atau lambat.


Jangan lupa jawab pertanyaannya, ya


Btw, julukan "Pangeran Iblis" dari William untuk Carl adalah karena tatapan mata Carl yang selalu menyeramkan.


Dan serangga yang di masukkan oleh Saphira/Catherine di luka Eliza adalah kumbang putih yang bisa menghancurkan organ tubuh Eliza(cek di episode 20).