
Keesokan harinya ….
Saphira/Catherine POV
Aku bangun dari tidur nyenyakku. Kugosok mata kiriku yang berdebu sambil menguap.
Hoam~
"Merepotkan sekali pagi pagi begini. Sebaiknya aku panggil Sarah dulu untuk memandikanku," kataku berlahan turun dari kasurku.
Tiba tiba ….
Prang!
Prang!
Suara pecahan kaca berbunyi begitu kencang sehingga mengagetkanku.
"Suara apa itu?! Siapa yang memecahkan kaca?!" kataku panik dan langsung keluar menuju ke ruang tamu.
Sesampainya di ruang tamu ….
Kulihat Eliza sedang berdiri di samping meja pusaka.
Astaga, beberapa pusaka Kerajaan yang kulihat sudah pecah semua!
Keterlaluan kau, Eliza! Apa yang sedang kau rencanakan?!
"Maafkan kecerobohanku, kepalaku hanya sedikit pusing hari ini," kata Eliza gemetaran dan terjatuh tepat di pecahan kaca itu.
Brak!
"Kak Eliza!" teriakku berlari menghampirinya.
Duh, banyak sekali tusukan kepingan kaca di wajahnya! Bau darah yang sangat menyengat, aku tidak tahan menciumnya!
Dari belakang, Kak William terkejut melihat Eliza yang terjatuh tepat di atas kepingan kaca pecah yang ia jatuhkan.
Cepatlah, Kak! Sampai kapan aku akan menutup hidungku terus?!
"Catherine! Ada apa dengan Eliza?!" tanya Kak William dengan sangat panik.
"Kak …. Kak Eliza ….," jawabku seketika ucapanku langsung terhenti.
Melihat Eliza yang tidak sadarkan diri, Kak William langsung menggendongnya dan membawanya ke kamar.
Aku hanya mengikuti arah Kak William dengan terdiam.
Setelah sampai di kamar Eliza, Kak William membaringkannya di kasur dan menyelimutinya.
"Eliza mungkin hanya kelelahan. Wajahnya terluka begitu parah, sebaiknya kita biarkan dia beristirahat sebentar," kata Kak William menatap Eliza dengan serius.
Perasaan ini ….
Apakah rasa perhatian Kak William tidak seperti dulu lagi? Kenapa dia lebih memperhatikan Eliza, sedangkan aku hanya bisa diam melihatnya?
Kak William, kau benar benar berubah ….
Ah, sebentar lagi aku harus berangkat! Kak Carl pasti sedang menungguku di luar!
"Kak William, aku pergi bersiap siap dulu. Kak Carl sudah menungguku di luar," kataku dengan terburu buru keluar dari kamar Eliza.
.
.
.
Beberapa saat kemudian ….
Aku sudah berada di sekolah, tepatnya berada di kelas.
Apakah mereka akan tetap membullyku meskipun Eliza tidak masuk sekolah?
Ngomong ngomong, di mana Ruth? Kenapa dia tidak datang mencariku?
Tanpa kusadari, ada seorang gadis yang mengagetkanku dari belakang yang ternyata adalah Ruth.
"Catherine!" kata Ruth menepuk bahuku dari belakang.
Hei!
"Kau mengagetkanku saja, Ruth. Kenapa kau telat menemuiku?" tanyaku menatap Ruth dengan serius.
"Hehe, maaf, ada urusan mendadak," jawab Ruth menggaruk kepalanya.
Sekarang, aku harus berbuat apa? Apakah aku harus ke perpustakaan lagi? Tidak mungkin.
Ha~, aku tahu harus ke mana!
"Ruth, bisakah temani aku ke taman sihir?" tanyaku dengan riang gembira.
Dengan mengajak Ruth, aku pasti akan tenang.
"Baik, seperti yang kau minta," jawabnya tersenyum.
Sementara itu ….
Eliza POV
Uh, apa yang terjadi? Kenapa seperti ada sesuatu yang menempel di wajahku?
Akh!
Kenapa sakit sekali ketika kusentuh? Memangnya ada apa dengan wajahku?
Lebih baik aku bercermin saja.
Kuambil cermin yang ada di dekat kasurku dan melihatnya.
Tetapi ….
"Wa …. wa …. wa …. wajahku ….?! Kenapa bisa menjadi begini?!" teriakku terkejut melihat wajahku yang di penuhi dengan kepingan kaca.
Pantas saja terasa sangat sakit …., apakah wajahku cacat? Tidak, ini tidak mungkin!
Ini pasti karena Catherine si pencari perhatian itu! Tunggu saja kau, akan kubalas setelah kau pulang sekolah!
Di taman sekolah ….
Saphira/Catherine POV
Perasaan buruk apa lagi yang membuatku bersin? Aku kan tidak demam.
"Apa kau baik baik saja, Catherine?" tanya Ruth menatapku dengan serius.
"Tenang, aku baik baik saja," jawabku tersenyum aneh.
Tiba tiba ….
"Ah! Apa Carl akan datang ke sini untuk melihatku? Padahal, aku sudah menunggunya daritadi," kata seseorang dari taman sebelah.
Siapa lagi yang berteriak seperti itu? Mengganggu suasana saja!
Tunggu, kalau tidak salah orang itu tadi menyebut nama Kak Carl. Apakah itu Veronica?
Sebaiknya aku mengintip dari semak semak saja ….
"Ruth, tunggulah di sini, aku ada urusan penting," bisikku dari jauh.
Sayangnya, Ruth sama sekali tidak mempedulikanku, melainkan ia terus memperhatikan kupu kupu itu.
Sudahlah, aku pergi sendirian saja.
Saatnya mengintip di balik semak semak ini.
Veronica POV
Seperti yang kalian lihat, aku sedang menunggu Carl datang menemuiku meskipun hanya kebetulan saja.
Jujur saja, aku mulai jatuh cinta pada Carl sejak kelas 6-♥, tapi aku tidak tahu apakah ia juga menyukaiku atau tidak.
Mungkin, Carl tidak akan datang ke sini.
Bagaimana ini? Kalau dia tidak datang sama sekali, itu artinya aku sia sia saja menunggunya.
"Carl, datanglah ke sini," kataku memohon agar Carl datang ke sini.
Di balik semak semak ….
"Payah sekali kau, Veronica! Rebutlah hati Kakakku!" lirihku mengintip Veronica dari semak semak.
Kembali padaku tadi, entah kenapa aku merasa kalau Carl tidak akan datang.
Tanpa kusadari, ada seorang laki laki yang memanggilku dari belakang.
"Hai, Veronica," katanya menyapaku.
Suara itu, sepertinya ….
Kumenoleh ke belakang dan melihat dengan jelas. Ternyata ….
"Carl?! Kau juga datang ke sini?" tanyaku terkejut melihat kedatangannya.
Saphira/Catherine POV
Di balik semak semak ….
Akhirnya, Kak Carl datang juga ke taman!
Reuni percintaan, di mulai!
"Bagus, Kak, rebut juga hati Veronica!" lirihku tersenyum girang.
Kulihat, suasana di taman terasa canggung.
"Ehm, aku hanya kebetulan saja lewat di sekitar sini," kata Kak Carl dengan wajahnya yang memerah.
"A …. aku juga kebetulan berada di sini. Apa tujuanmu?" tanya Veronica dengan wajahnya yang juga memerah.
Sialan kau, Veronica! Rebut saja hati Kakakku dengan percaya diri! Tolong jujur sedikit saja ….!
Kalau aku yang berada di posisimu, maka aku akan langsung menyatakan perasaanku!
Kutunggu saja pertanyaan Kak Carl selanjutnya.
"Aku hanya ingin menghirup udara segar. Kalau kau?" tanya Kak Carl lagi pada Veronica.
"Aku juga, udara di sini terasa segar," jawab Veronica dengan wajah memerah.
Lagi lagi jawaban killer darimu! Dasar Veronica lemah!
Sudahlah, yang penting nikmati saja pertunjukan romantis antara Kakak kelas 3¹-♣ dan Kakak kelas 2-♥ Menengah.
Hehe, ini pasti menyenangkan.
"Ka …. kalau begitu, aku pergi dulu, ada urusan penting di kelas," kata Kak Carl ingin segera pergi.
"Tunggu!"
Veronica menggenggam tangan Kak Carl tanpa di sadarinya. Genggaman tangan Veronica pada tangan Kak Carl dengan begitu kuat.
Lalu, apa yang akan terjadi selanjutnya?
"Carl, bisakah aku menemanimu? Aku tidak memiliki teman saat ini," kata Veronica sambil menggenggam tangan Kak Carl dengan kuat.
Wajah Kak Carl langsung blushing dan semakin memerah hingga pingsan.
*Pingsan*
"Hmm? Carl? Ada apa denganmu? Apa kau demam? Carl?!" kata Veronica membangunkan Kak Carl yang pingsan dengan wajah memerahnya.
Aduh, kau payah sekali, Kakak~
.
.
.
[Bersambung]
~Keterangan
3¹ adalah kelas tambahan untuk Para Bangsawan kelas tinggi ya, seperti semacam kelas pelatihan tata krama khusus Bangsawan gitu.
Satu tambahan lagi, ini Visual Saphira sebelum bereinkarnasi ya, maaf kalo Author telat.