The Novel Princess: Avenging Princess Catherine

The Novel Princess: Avenging Princess Catherine
The Novel Princess: CH 36



Sebenarnya apa yang kupikirkan? Kenapa aku bisa menangis? Bodoh sekali diriku!


Sekalipun aku memikirkan tentang William, sisi lembut yang sebenarnya tetap ada di dalam hatiku.


Tapi, sekarang semuanya musnah karena Eliza! Ingin kubongkar identitas aslinya, tapi terlalu cepat untuk dia mengetahuinya.


"Takkan kubiarkan kau mengetahui identitas aslimu sebelum dendam Catherine terbalaskan sepenuhnya!" lirihku sambil memeluk gulingku.


Tiba tiba saja ….


Brak!


Suara dobrakan pintu kamar terdengar di telingaku.


Lagi lagi, Eliza datang membawa sarung dan pedangnya yang sudah patah itu.


Bagaimana pendapatmu? Senang? Pedangnya indah? Itu semua tergantung dirimu sendiri.


"Catherine, bisakah kau jelaskan tentang pedang ini?" tanya Eliza kasar.


Seberharga itukah pedangnya bagimu? Padahal, hadiah ulang tahunmu yang lebih berharga sudah kuberikan semua.


"Untuk apa? Apakah kau mau aku mematahkannya lagi setelah Serlia yang melakukannya?" kataku bertanya balik.


Emosi Eliza mulai memuncak, membuatku ingin terus mengerjainya.


"Ehm, maaf, bukan seperti itu. Maksudku, apakah pedang ini butuh di bakar hingga meleleh?"


"Atau, pedang ini akan kubuang ke tempat yang jauh dari Istana?"


"Bukan, pedangmu akan kujadikan sebagai bahan koleksiku. Sepertinya pandai besi pun tidak akan membuatkan pedang untukmu lagi"


Sulit sekali mengeluarkan kata kata legend untuk memanaskan suasana Eliza.


Tampaknya, emosi darinya sudah tidak dapat di kendalikan.


"Coba ulangi sekali lagi kata katamu!" bentak Eliza langsung mencekikku.


Ugh …., sa …. sakit sekali ….


Di sisi lain yaitu ruang penyambutan ….


Serlia POV


Bodoh sekali kau, Catherine! Bisa bisanya kau membongkar identitas aslimu di depan semua orang!


Kalau begitu, aku tidak akan tinggal diam lagi!


"Srygirs Erolia," ucapku.


Berlahan lahan, penampilanku kembali seperti semula, persis seperti kembaran Carl.


"Inilah aku yang sebenarnya! Serlia Arthera Ve Courtines!" seruku di depan semua orang termasuk William.


Mendengar seruanku, semua orang yang berada di Istana ini seraya membulatkan mata mereka.


Kenapa? Terkejut? Identitasku masih lebih dari yang sekarang!


"Wahai, para rakyat rendahan! Sebegitu hormatkah kalian kepada Raja tidak berguna ini?!"


"Biar kuperjelaskan dengan baik! Sebelum William menjadi Raja, Eliza pernah membunuh Raja Lordsorius dan Ratu Hera!"


"Di tambah lagi, William adalah satu satunya Kakak yang tidak pernah percaya pada Adik Kandungnya sendiri, melainkan lebih percaya pada orang yang asal usulnya tidak jelas!"


"Bagaimana? Kakak yang kejam, bukan?"


Seluruh kata kata yang keluar dari mulutku bukanlah karangan maupun kebohongan, melainkan kenyataan yang telah di ceritakan oleh Ruth padaku.


Rasakan pembalasanku yang kedua kalinya, William!


"Cara bicara yang terdengar arogan, mata merah Ruby dan rambut hitam berkilau. Tidak salah lagi, kau adalah orang dari bangsa Dristiria, bukan?" tanya William gemetaran.


Kau tahu tentang bangsa Drastiria? Kalau begitu, bagaimana dengan identitas kembaranmu yang masih menjadi Leon Alexander?


"Carl, tunjukkanlah identitasmu!" teriakku mengarahkan tatapanku ke arah Carl.


Carl hanya mengangguk melihatku dan mulai menunjukkan identitas aslinya.


"Srygirs Erolia," ucapnya.


Penampilan Carl berubah kembali menjadi semula, sehingga membuat semua orang terkejut.


"Lihatlah, para rakyat rendahan!" teriak Carl penuh amarah.


Semakin Carl berteriak, semakin terkejut semua orang mendengarnya. Kenapa Carl dan aku begitu berani berteriak sepertiku?


Penjelasan yang sangat mudah.


"Perkenalkan, ini adalah kembaranku, orang yang sebangsa denganku, Serlia Arthera Ve Courtines!" seru Carl memberitahu semuanya.


William tentu saja terkejut mendengarnya, karena Carl tidak pernah memberitahunya.


Gawat, ini adalah kesempatan emas yang tidak boleh Catherine lewatkan! Aku harus ke kamar dan memanggilnya!


Di kamar Catherine ….


Saphira/Catherine POV


Sesak sekali ….! Kurang ajar kau, Eliza!


"Haha, dengan mencekikmu, maka nyawamu akan hilang dengan cepat! Ingatlah, posisiku adalah Putri pertama Arshleyer!" kata Eliza menguatkan tangannya.


Tidak, cengkramannya semakin kuat! Aku tidak bisa bernafas ….


Seseorang, tolong aku!


Baru satu detik saja, tiba tiba ada yang menendang pintu kamarku dengan keras.


Brak!


"Lepaskan Catherine!" perintah Serlia dengan penuh amarah.


Eliza menoleh ke belakang dan melihat kedatangan Serlia dengan gemetaran.


Apa yang kau takutkan? Apakah melihat Serlia adalah ketakutanmu satu satunya? Benar juga, Serlia adalah gadis berdarah Drastiria.


Dengan cepat, Eliza melepaskan cengkramannya dari leherku sehingga membuatku tersungkur.


Aduh, bahkan di cekik saja aku hampir mati! Dasar!


"I …. ini tidak seperti yang kau pikirkan! Lagipula, siapa dirimu?!" tanya Eliza dengan wajah membiru.


Yah, Serlia mengeluarkan senyum liciknya seakan ia sedang sangat senang.


Parah sekali, ini bukan waktunya bermain main.


"Heh! Ternyata kau sungguh tidak tahu asal usul dari Putri angkat sang Raja dan Ratu Courtines!"


"Namaku adalah Serlia Arthera Ve Courtines, seorang Putri berdarah Drastiria!"


Lagi lagi, itu adalah kata kata bodoh yang kau katakan. Aku lelah sekali mendengarnya.


Hmm, tapi aku berterima kasih padamu karena sudah menyelamatkanku dari cengkraman wanita Iblis itu!


Apa?! Ma …. mata merah Ruby mu? Astaga, entah mengapa aku merasakan firasat buruk.


"Pu …. Putri Ser …. Serlia ….? A …. ada apa de …. denganmu?" tanya Eliza bergidik takut.


Kau bodoh, Serlia! Pikirkan aku juga! Karena matamu, aku jadi ketakutan!


"Ada apa denganku? Tentu saja ingin membunuhmu," jawabnya terus menatap Eliza.


Terus saja basa basi! Aku sudah lelah menatapmu!


Entah kenapa, firasat burukku datang lagi.


Brak!


Siapa lagi yang menendang pintuku?!


Hah? Michelle? Tidak kusangka si Penyihir licik itu menghampiriku demi menyelamatkan Eliza sialan itu!


Persaingan antara aku dan Eliza, akan tetap berlanjut! Di tambah lagi dengan persaingan Michelle dan Serlia, pasti ini akan menyebabkan gempa bumi!


"Catherine? Eliza? Dan, ini siapa?" tanya Michelle bingung.


Tanpa berkata apapun, Serlia maju dengan penuh aura menyeramkan.


"Tentu saja orang yang di pakai oleh Catherine untuk menyamar, Serlia Arthera!" jawabnya dengan kasar.


Seketika tatapan mereka berdua menjadi tatapan bermusuhan.


"Oh, seorang Penyihir rendahan? Biasa saja. Posisiku bahkan lebih tinggi daripada dirimu," kata Michelle menganggap remeh Serlia.


Hehe, siapapun yang meremehkan Serlia, itu artinya dia siap siap untuk masuk ke neraka!


"Coba ulangi lagi kata katamu tadi," jawab Serlia tampak marah.


"Posisiku lebih tinggi dan kau adalah Penyihir rendahan!" kata Michelle tanpa rasa takut sedikitpun.


Plak!


Bruak!


Satu tamparan dan dorongan dari Serlia mengenai Michelle.


Tidak lupa ia juga menjambak rambut Michelle dengan kuat sehingga menyebabkan kepala Michelle mengeluarkan darah.


Gila! Ini adalah persaingan kuat antara dua Penyihir!


Meskipun sainganmu adalah Michelle, Eliza pasti akan membantunya bangkit dengan cara apapun!


Berhati hatilah dengan b*j*ng*n Michelle, Serlia.


Ouch!


Akh!


"Sakit sekali! Penyihir rendah, lepaskan rambutku!" teriak Michelle kesakitan.


Mendengar apa yang di katakan oleh Michelle, amarah Serlia semakin kuat, membuatnya tidak berhenti untuk terus menjambak rambut indah Michelle.


Rambut indah darimana?! Sama seperti Eliza, rambut mereka berdua sama jeleknya!


"Coba ulangi sekali lagi," jawab Serlia semakin marah pada Michelle.


.


.


.


[Bersambung]


~Pemberitahuan:


Halo semuanya, saya Silvia. Mohon maaf kalau Author selalu telat/tidak teratur update, karena tugas Author terlalu numpuk seperti gunung Everest :")


Pokoknya, Author pasti update dan jadwal updatenya tidak berubah ya, tetap setiap hari kok ^v^


jangan lupa baca karya ketiga Author ya, judulnya Future Zodiac.


Ingat, absen di karya ketigaku ya(cek profil).