The Novel Princess: Avenging Princess Catherine

The Novel Princess: Avenging Princess Catherine
The Novel Princess: CH 6



Semua orang terkejut mendengarnya. Anna memang seperti Monster, tapi lebih daripada Monster!


Di dalam novel, Anna adalah gadis yang dapat menipu perasaan laki laki saat berada di sekolah.


Hanya itulah yang kutahu. Anna langsung menutup mulutku dan menyuruhku diam tidak berbicara.


Sttt!


"Diam, jangan mengatai aku Monster! Kalau kau berteriak sekali lagi, maka akibatnya akan lebih dari ini!" kata Anna marah padaku.


Ia mengangkat tubuhku dan melemparku ke dinding sekolah. Luka di kepalaku membuat banyak darah terus mengalir di wajahku.


Luka yang kualami tidak sakit sama sekali. Itu karena aku pernah berkelahi di kehidupan sebelumnya.


Ahh! Aku harus berpura pura agar Anna tidak curiga padaku.


Ouch!


"Sa …. sakit sekali …., Aku minta maaf, Kak Anna ….," kataku berpura pura menangis.


Seperti yang kulihat sekarang, Anna dan yang lainnya tertawa jahat melihatku terluka, termasuk Eliza.


"Hahahahaha, dasar lemah! Cath, lebih baik kau pergi saja dari sekolah ini! Anak kecil sepertimu tidak berhak untuk bersekolah di sini!" teriak Anna menyombongkan diri.


Entah mengapa, di saat saat seperti ini aku merasa ada aura menyeramkan di belakangku ….


"Kenapa aku jadi merinding ya? Rasanya seperti ada aura hitam saja ….," gumamku tanpa sadar aku merinding.


Di belakangku, terlihat ada laki laki misterius yang mengintipku.


"Kalian berlima, lihat saja nanti ….!" lirih laki laki itu dengan nada yang mengancam.


Setelah itu, ia hilang secara tiba tiba. Parah sekali …., setahuku hanya Kak Carl saja yang memiliki aura paling menyeramkan ….!


Jangan jangan, orang itu adalah algojo?! Tidak, aku belum mau mati di tangannya!


Tapi, orang itu bilang kalian berlima. Apakah yang di maksud adalah Eliza dan sekumpulan perempuan konyol ini?


"Kenapa kau bengong?! Memang benar, kan? Kau tidak cocok berada di sekolah ini!" kata Anna yang melihatku sedang bengong.


"Sudahlah, Anna, kita tinggalkan saja dia. Aku sudah bosan berbicara dengan orang lemah sepertinya," jawab Veronica mengajak Anna untuk pergi.


Bodoh! Apa kalian sadar kalau kalian sedang menindas seorang anak kecil?! Tunggu saja suatu hari nanti, kalian pasti berpihak padaku!


"Pe …. pergi saja, aku tidak mau membuat kalian malu ….," kataku dengan wajah polos.


Tunggu, apakah ini tidak terlalu aneh untukku? Sifat polos yang menangis saat di tindas? Ternyata berpura pura juga agak sulit ya.


"Baiklah, kami pergi dulu ya, Cath pecundang," jawab Eliza seolah olah ia mengejekku.


Baru pertama kali aku merasakan di tindas oleh orang lain, tapi anehnya kenapa aku tidak melawan sama sekali?


Itu karena aku sedang berpura pura polos di depan Para Putri bodoh itu.


Suatu hari nanti, aku akan membongkar asal usul Eliza pada keempat idiot itu sehingga harga dirinya hilang begitu saja.


"Balas dendam sangatlah menyenangkan, ya," gumamku sambil tersenyum.


Hah, tanpa berpikir lagi, aku masuk saja ke dalam.


Setelah sampai di dalam, kulihat hiasan dinding sekolah yang berwarna ungu, di sertakan interior emasnya.


"Wow, inikah yang di sebut dengan sekolah sihir?! Indah sekali," batinku dengan mata berbinar binar.


Aku mulai mengelilingi ruangan sekolah yang luas ini.


Ternyata, Sekolah ini juga punya kelas khusus Pe …. Penyihir Menengah?


Sebentar, apa artinya Penyihir Menengah? Di kehidupanku yang sebelumnya, tidak ada yang namanya Penyihir Menengah.


Di novel, Catherine memang bersekolah di sini. Apa benar sekolah ini di penuhi dengan sihir liar? Dan, apakah sihir itu dapat di jinakkan?


Pusing sekali memikirkannya! Lebih baik aku cari saja kelasku.


Kelas di sekolah ini terbagi menjadi 5 lambang dalam angka yang bebas.


♠\= Adalah kelas khusus yang terpilih sebagai murid yang memiliki satu sihir.


♦\= Adalah kelas yang terkenal dengan murid unggul yang dapat menyegel sihir.


♥\= Adalah kelas untuk murid pintar dengan prestasinya dan mampu membuat sihir menjadi racun.


♣\= Adalah kelas atas yang terdiri dari murid yang dapat menyegel sihir, memiliki aura gelap, bahkan bisa mengambil sihir orang lain.


♪\= Adalah kelas untuk Master sihir yang dapat menyegel sihir, memiliki kekuatan spesial, bahkan bisa menjinakkan sihir liar.


Memangnya ada kelas yang seperti itu? Semua murid unggul pasti akan mencoba cara curang untuk masuk kelas Master.


Tiba tiba, ada suara teriakan anak perempuan yang tidak asing bagiku.


Aaarrrrgggghhhh!!!!


Itu adalah suara teriakan Anna dan Eliza.


"Si …. si …. sihirku? Bagaimana bisa sihir legendarisku tidak bisa ku keluarkan?!" teriak Anna karena sihirnya tidak bisa di keluarkan.


"Sihirku juga tidak dapat kukeluarkan! Siapa yang mengambil sihirku?!" teriak Eliza yang juga kehilangan sihirnya.


Sihir Anna dan Eliza hilang? Siapa yang mengambilnya?!


"Conxuerox Archgorver," ucap seseorang yang di belakangku.


Sepertinya aku familiar dengan nama sihir itu. Aku pernah membacanya di novel, satu satunya yang dapat menggunakan sihir ini adalah ….


Aku langsung menghadap ke belakang untuk melihat orang yang mengucapkannya. Ternyata, orang itu adalah ….


*Mengedipkan mata*


"Ti …. tidak mungkin! Kenapa dia bisa tahu kalau aku di tindas oleh Anna dan Eliza?! Ingatlah, aku sedang tidak butuh bantuan!" gumamku dengan wajahku yang memerah.


Orang yang menguasai sihir Conxuerox Archgorver adalah Kak Carl.


Sihir yang di gunakan itu dapat mencuri sihir orang lain sehingga orang itu kehilangan sihirnya sebelum di kembalikan.


Dasar, ternyata aku di tolong olehnya! Lain kali, tolong biarkan aku bertindak sendiri saja!


Kalau memiliki kemampuan mencuri sihir, itu artinya ….


Kak Carl adalah murid kelas ♣?! Bagaimana mungkin?! Jadi, Kak Carl adalah murid kelas 7-♣ Menengah!


Kenapa Kak Carl begitu dewasa dan unggul di sekolah? Di tambah lagi, Kak Carl pasti tampan di mata semua orang.


"Kak, apa ini tidak terlalu berlebihan ….?" tanyaku berbisik pada Kak Carl dengan menoleh ke belakang.


"Aku tidak ingin kau di tindas oleh Anna dan Eliza," jawab Kak Carl juga berbisik padaku.


Kak Carl langsung pergi begitu saja menuju ke kelasnya.


Huh, jika saja tadi Kak Carl tidak mengintip, maka aku tidak akan menyusahkannya.


Mulai besok, aku akan berjuang sendirian untuk membuat Eliza kehilangan harga dirinya.


"Tenang, tenang! Aku, Saphira Kanaya, akan membalaskan dendam Catherine hingga selesai," lirihku menyemangati diriku.


Tanpa kusadari, ada sesuatu yang menempel di bahuku dari tadi.


"Apa ini? Barang aneh apa yang menempel di bahuku?" tanyaku pada diriku sendiri.


Aneh, aku dapat merasakan keberadaannya. Aku menyentuh bshu kananku dan tiba tiba aku mendapatkan benda itu.


Kulepaskan barangnya dari bahuku dan terkejut melihat wujudnya!


Ini bukanlah benda! Makhluk mengerikan macam apa ini?! Berwarna ungu dan dapat menempel di manapun!


Aaaaaakkkkkkhhhh!!!!!


"Ma …. Ma …. Makhluk mengerikan apa ini ….?! Terlihat sangat menyeramkan!" teriakku setelah melihat Makhluk itu.


.


.


.


[Bersambung]


~Keterangan:


Nama Anna dan nama tokoh antagonisnya, Eliza adalah nama dari sinetron Bawang Putih Berkulit Merah, jadi ini adalah inspirasi Author, hehe~


Dan satu lagi:


♠\= Cangkul


♦\= Layang Layang


♥\= Hati


♣\= Pohon


♪\= Lagu


Jadi, kalian tidak perlu bingung ya(maaf kalo ada yang salah, karena Author hanya menamainya sembarangan).