
"Ehm, bisakah kau jelaskan lebih dalam tentang Kerajaan Srylpharuna? Aku sama sekali tidak mengerti," tanyaku meminta penjelasan pada Catherine.
"Untuk menjelaskannya, ceritanya sangatlah panjang," jawab Catherine menghela nafasnya dengan pelan.
Aku hanya mengangguk dan mendengarkan Catherine menceritakannya padaku.
"Kerajaan Srylpharuna adalah satu satunya Kerajaan yang paling serakah di dunia"
"Kerajaan itu di pimpin oleh Raja Arsula dan Ratu Arlia"
"Raja Arsula adalah Raja yang penuh dengan kekejaman besar serta di takuti. Ia sangatlah menyayangi Ratu Arlia, tapi Ratu Arlia memiliki hobi bermain dengan laki laki"
"Ibuku adalah salah satunya target yang akan mereka bunuh saat itu"
"Entah kenapa, setelah aku mengetahui kalau Eliza adalah Putri Kerajaan Srylpharuna, rasanya aku sangat ingin membunuhnya!" jelas Catherine panjang lebar.
Berlahan lahan, Aku mengerti dengan apa yang kau katakan, Catherine.
Aneh, Kenapa Eliza berinisiatif untuk menjadi Putri pertama Kerajaan Arshleyer? Bukankah Raja, Ratu, dan Kedua Kakakku sangat membencinya?
Aku juga sangat membencinya, itu juga karena aku membaca novel!
"Tenang saja, Catherine, aku bersumpah akan membalaskan dendammu hingga selesai!" kataku bersumpah pada Catherine.
Catherine senang dengan perkataanku. Tapi, permintaan keduanya apa?
"Oh, aku hampir lupa bertanya padamu. Apa permintaan keduamu?" tanyaku pada Catherine.
Tanpa ragu, Catherine langsung memberitahuku.
"Menjauhlah dari Samson saat kau menemuinya," jawab Catherine menyuruhku untuk menjauh dari Samson.
Samson? Tentu saja aku akan menjauhinya. Aku tidak ingin mati dan bereinkarnasi lagi!
"Dengan senang hati, Putri Catherine," kataku dengan penuh hormat.
Tak lama kemudian, jiwa Catherine mulai transparan. Apa itu artinya ia akan segera menghilang? Tidak, Catherine, masih ada banyak yang belum kuketahui.
"Catherine? Ke mana kau akan pergi? Apakah hanya sampai di sini pertemuan kita berdua?" tanyaku sedih karena Catherine akan segera menghilang.
"Maaf, Saphira. Aku sudah mati karena di bunuh oleh Samson dan Eliza. Tolong, ingatlah apa yang sudah kukatakan padamu ….," jawab Catherine yang berlahan lahan jiwanya berubah menjadi Bunga Melati.
"Tapi, bagaimana dengan rahasia yang lain?! Padahal, masih banyak yang ingin kuketahui darimu, Catherine!" kataku tidak rela.
Seluruh jiwanya telah menjadi Bunga Melati dan terbang menjauh melalui jendela.
"Catherine!!!" teriakku dengan keras.
Memang tidak ada murid lagi di sekitar sini, tapi ada seorang gadis muda yang menatapku di belakang daritadi.
Apakah rahasiaku akan terbongkar? Apakah aku akan kehilangan identitasku? gawat, aku tidak mau ada yang mencurigaiku ….
"Ada siapa di belakang?! Keluarlah!" teriakku dengan panik.
"Kau tidak perlu sepanik itu, aku ini gurumu," jawab gadis itu mengaku bahwa ia adalah guruku.
Guruku? Aku tidak salah dengar, bukan? Gadis muda yang mengintip dan menghampiriku adalah guruku?
"Se …. serius? Aku adalah murid baru di sini. Bagaimana bisa kau menjadi guruku?" tanyaku terkejut bingung.
"Tentu saja, aku adalah guru kelas 1-♪, Arabella Amber. Karena kau memiliki kemampuan berbicara dengan sihir liar, maka kau masuk ke kelas ♪ denganku," jawab gadis itu memperkenalkan dirinya padaku.
Arabella Amber ya …., menarik. Guruku memiliki strategi sihir yang begitu tinggi. Kalau strategi sihirnya tinggi, apakah ia bisa berbicara dengan sihir liar? Aku akan memastikannya.
"Ehm, namaku adalah Catherine Alveria De Arshleyer, salam kenal, guru ….," kataku juga memperkenalkan diri dengan gugup.
"Baiklah, ayo kita masuk kelas," jawab guru menyuruhku masuk kelas.
Dengan umurku yang masih menginjak 7 tahun, aku masuk ke kelas 1-♪, kelas Master yang tidak pernah di capai oleh murid lain.
Aku terus berjalan mengikuti guru dengan langkah pelan. Rasanya, aku seperti anak kecil saja harus menempati kelas ini.
Tidak apa apa, selama tingkat Master, aku dapat menjadi Putri Kerajaan yang paling di takuti seluruh murid.
"Baik, kita sampai si kelasmu. Sekarang, masuklah dan perkenalkan dirimu pada teman temanmu," kata guru menyuruhku masuk.
Aku hanya mengangguk menuruti apa yang di katakan oleh guru dan masuk ke kelas selangkah demi selangkah.
Akhirnya, aku sampai juga di dalam kelas. Kelas ini di penuhi murid murid aneh yang mengeluarkan sihirnya seenaknya.
Parah sekali, sikap para murid di sini tidak bisa di jaga ya.
"Salam kenal semuanya, namaku adalah Catherine Alveria De Arshleyer," kataku memperkenalkan diri dengan polos.
Semuanya menatapku dengan tatapan aneh.
Sialan! Kenapa tatapan kalian semua tampak begitu tajam?! Aku jadi ragu untuk duduk di kursi.
"Satu murid masuk ke kelas ini lagi? Sungguh menyebalkan"
"Mungkin, ia tidak sehebat kita"
"Hei, murid baru! Sebaiknya kau keluar saja dari kelas ini!"
Mereka semua melemparku menggunakan kertas yang sudah di bentuk seperti batu.
Srek!
Srek!
Srek!
Lemparan kertas itu mengenaiku, tahu! Daripada mengejekku, lebih baik kalian pergi saja sebelum menyesal!
"Kalian semua membenciku? Apa aku terlihat lemah di mata kalian semua? Hiks …., betapa teganya kalian membuatku menangis …. hiks ….," kataku berpura pura menangis di depan murid murid dan guru.
"Kalian semua, Catherine hanya ingin berteman dengan kalian! Kalau kalian terus melemparnya menggunakan kertas, maka tak segan aku akan mengeluarkan kalian dari sekolah ini!" teriak guru memarahi murid murid yang melempariku.
Hei, kalian pikir aku ini apa?! Patung?! Ternyata, murid yang berada di sekolah ini memiliki reputasi yang sangat buruk!
"Hiks …., tidak apa apa, guru …., biarkan saja mereka melemparku ….," kataku berpura pura lagi.
Melihat mataku yang berkaca kaca, semua murid menjadi terdiam seketika. Guru tampaknya begitu kasihan melihatku.
"Ah, Catherine manis sekali, ya. Biarkan aku mengantarmu untuk duduk di depan ini," jawab guru sambil menggandeng tanganku.
Aduh, kenapa aku harus duduk di depan? Sebenarnya, aku ingin duduk di belakang.
Untung saja, dengan mode aktingku, semua murid di kelas ini jadi terdiam.
"Terima kasih, guru," kataku berterima kasih.
Guru hanya mengangguk melihatku sambil tersenyum. Semua murid melihatku dengan tatapan iri.
"Cih! Kau beruntung hari ini, murid baru!"
"Nanti, tunggu saja pembalasan kami!"
"Tidak seharusnya kau berada di sekolah ini, dasar pecundang!"
Semua perkataan itu terdengar di telingaku, dan pastinya sangat menusuk.
Hu~, tolong selamatkan aku dari kelas mengerikan ini~
"Anak anak, sekarang kita akan memulai pelajaran tentang cara berbicara dengan sihir liar," kata guru menjelaskan pelajaran pada murid.
Yah, yah, yah, aku sangat tidak suka sekolah. Nanti saja, aku harus menjalankan rencanaku sebagai Catherine.
Tiba tiba, ada seseorang yang melemparkan lipatan kertas padaku dari luar pintu.
Mereka semua tidak tahu karena mendengarkan penjelasan guru.
Aku tidak mengerti, siapa yang melemparnya?
Atau kubuka saja kertas ini? Ahh! Lebih baik aku langsung membukanya!
Setelah kubuka, kulihat isi surat itu yang tertulis bahwa "Istirahat nanti, ayo kita makan di kantin, Catty."
Ternyata, Kak Carl yang melemparnya padaku, pantas saja murid di kelas ini tidak tahu.
Sudahlah, aku harus fokus pada pelajaran!
.
.
.
[Bersambung]