The Novel Princess: Avenging Princess Catherine

The Novel Princess: Avenging Princess Catherine
The Novel Princess: CH 107



Tok!


Tok!


Tok!


Suara ketukan pintu, apakah Kak Carl yang mengetuknya?


"Catty, apa aku boleh masuk? Kesehatanmu harus kuperhatikan sekarang," kata Kak Carl mengetuk pintu dari luar.


Memperhatikan kesehatan? Apakah aku sedang sakit? Sudah berapa lama aku di sini?


Baiklah, karena pintunya tidak di kunci, setidaknya aku bisa menyembunyikan tubuhku dan membiarkan Kakak masuk.


"Masuklah," jawabku singkat.


*Bersembunyi*


Yang kelihatan hanyalah kepalaku dan seluruh badanku sudah berada di dalam air.


Ceklek~


"Apakah kau masih merasa pusing?" tanya Kak Carl masuk ke dalam dan duduk di kursi yang tersedia.


"Tidak, aku sudah merasa lebih baik, Kakak," jawabku menatap Kak Carl.


Tubuhku masih bersembunyi dan tidak berdiri sama sekali.


Aku masih berpikir kalau Kakak yang telah membawaku ke kamar mandi. Apakah itu benar?


Dan ….


"Kakak, apakah kau yang telah melepaskan gaunku?" tanyaku serius sekaligus malu.


Yah, wajahnya tampak merah ketika mendengar apa yang kukatakan. Apakah semuanya benar?


*Berdehem*


"Ehem, maaf, Kakak melepaskannya dengan mata tertutup. Bisa di bilang kalau Kakak tidak melihat apapun," jawab Kak Carl dengan wajahnya yang memerah.


Jadi, ini hanya kesalahpahaman antara Kakak beradik? Astaga, apa yang sedang kupikirkan?


Maafkan aku yang tidak tahu apa apa ini wahai Kakakku yang dingin dan kejam~


"Baiklah, aku minta maaf karena telah salah paham padamu, Kak," kataku memohon.


"Aku tahu itu, tapi aku punya satu permintaan," jawab Kak Carl tetap duduk tenang menatapku yang bersembunyi.


Apa lagi yang kau minta?


"Yang ingin kuminta darimu adalah, tambahkan beberapa botol Wine di kamarku dan jangan lupakan tirainya," kata Kak Carl tersenyum dengan wajah yang semakin memerah.


Eh? Ada apa ini? Kenapa wajah Kak Carl daritadi memerah? Sebenarnya apa yang sedang ia pikirkan?


Aku jadi bingung denganmu ….


"Kak, sebenarnya ada hal apa yang membuatmu mengatakan hal itu?" tanyaku bingung.


"Ehm, pada tanggal 25 tepat pada pesta berakhir nanti, aku ada perjamuan romantis bersama Veronica"


"Jadi, usahakanlah untuk membuat dunia kami berdua semakin baik, mengerti?" jelas Kak Carl.


Jadi begitu ya? Pantas saja kau terlihat senang dan sulit berkata kata.


Hehe, apa karena hubungan rahasia kalian yang hanya di ketahui olehku dan orang Istana ini, kau ingin melakukan hal terlarang di belakangku?


Lupakan, lagipula pikiranku sangatlah tidak masuk akal.


"Ngomong ngomong, waktu berendammu sudah habis," kata Kak Carl melemparkan sebuah handuk putih miliknya ke arahku.


"Pakailah handukku sementara, aku masih punya banyak. Dan satu lagi, jangan biarkan tubuhmu terkena es dan air panas, mengerti," lanjut Kak Carl menatapku.


Memangnya ada apa dengan tubuhku? Kenapa tiba tiba tidak boleh terkena panas dan dingin?


Aneh ….


"Kenapa aku tidak boleh terkena panas dan dingin sekalipun? Apa ada hal yang kau sembunyikan dariku, Kak?" tanyaku bingung.


"Sangat sulit untuk menjelaskan semua, kau pasti tidak akan mengerti. Mulai sekarang, tubuhmu harus merasakan suhu yang normal," jawab Kak Carl memandang ke arah lain.


*Membuka pintu*


"Maaf, aku tidak ingin mengganggumu," lanjut Kak Carl membuka pintu kamar mandi dan pergi.


Ceklek~


*Berdiri kembali dan memakai handuk*


Untunglah aku bisa bangun lagi, rasanya lega jika aku tidak harus menyembunyikan tubuhku.


Hmm, apakah ada sesuatu yang bersembunyi di dalam tubuhku?


Sudahlah, yang penting pakailah gaun yang sudah di siapkan oleh Kakakmu ini.


Ngomong ngomong, bagaimana handuk Kak Carl bisa seharum ini? Bahkan handuknya lebih harum daripada milikku.


Sebenarnya parfum apa yang dia pakai? Bukankah di zaman yang seperti ini belum ada yang mengenal parfum.


Ah, lupakan dan buang pikiranmu yang tidak masuk akal itu. Sebaiknya kupakai gaunku dan pergi dari kamar mandi.


...


Akhirnya aku selesai ganti pakaian, saatnya melakukan persiapan natal.


Aku sedang berada di kamar Kak Carl dan duduk di kasurnya. Lama sekali mandinya, apakah aku tidak salah kalau Kakak keduaku memiliki kepribadian seperti itu?


Kami berdua sangatlah berbeda 180°.


Ceklek~


Pintu kamar mandi telah terbuka. Kulihat Kak Carl yang keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkapnya sambil mengelap rambutnya yang basah menggunakan handuk.


*Melirik*


"Ada apa dengan penampilanku? Apakah aku terlihat aneh?" tanya Kak Carl menatapku.


"Tidak, Kakak sangat tampan pagi ini, jadi aku tidak berhenti melihatnya," jawabku tersenyum.


"Ketampananmu sangat sulit untuk di tebak, Kak. Jika kau ingin menunjukkannya, tunjukkan saja pada Veronica," batinku.


"Baiklah, sekarang bersiap siaplah untuk keluar dari kamarku, aku mau memulihkan darahku kembali," kata Kak Carl menyuruhku pergi.


Memulihkan darah? Oh, aku baru ingat kalau Kak Carl berasal dari bangsa Dristiria.


Hah, apakah Kakak ada banyak menyimpan racun mematikan? Uh, aku lelah jika bertanya hal yang berhubungan dengan racun pada diriku sendiri.


"Seperti yang Kakak katakan, aku akan segera keluar," jawabku pasrah dan langsung keluar dari kamar Kak Carl.


Ceklek~


Kututup pintunya berlahan dan pergi menuju ke taman belakang untuk mengambil beberapa bunga cantik.


Pasti Kak Carl akan senang jika melihat ada sedikit kelopak bunga yang bertaburan di lantai kamarnya.


Coba kupikir pikir dulu, mungkin bunga yang di sukai oleh Kak Carl adalah Daisy.


Kalau begitu, aku akan mengambilnya sekarang!


Eh? Tunggu. Setelah aku mengambilnya, memangnya di mana aku akan menyimpan bunga itu?


Ah! Sebaiknya aku sarapan saja!


.


.


.


Beberapa hari kemudian, tepat pada tanggal 25 Desember ….


Sudah tidak terasa, ini sudah pukul 18:00 dan banyak tamu yang datang, terutama para anak dan keluarga Bangsawan.


Ada Duke, Marquess, dan yang lainnya lagi.


Padahal, pesta ini tidak terlalu meriah, tapi kenapa mereka menghadirinya?


Daripada banyak berpikir, lebih baik aku duduk di kursi saja dan menikmati Wine kesukaanku.


Yah, meminum minuman keras adalah kebiasaanku di kehidupan sebelumnya, tepat pada saat aku kabur dari rumah karena mendengar ocehan dari Mama Tiriku.


Setiap malam, aku tidak berhenti pergi dari rumah menuju ke BAR, menangisi kepergian Ibuku dan hanya bisa melampiaskan amarahku kepada orang orang yang tidak bersalah.


Sejak itulah kenapa hobiku meminum minuman keras tidak terlalu berpengaruh kepada kesehatanku, padahal aku sering meminum 10 botol bir sejak dulu.


Baiklah, saatnya menikmati kehidupan yang baik ini, wahai para orang orang malang!


Gulp~


Gulp~


Gulp~


Ah, rasanya tidak jauh berbeda dengan bir, aku suka sekali meminum Wine.


Ngomong ngomong, kenapa Veronica dan Kak Carl tidak berada di sini?


Apakah mereka melakukan sesuatu di kamar Kakak? Hehe, jangan lupakan hiasan yang kuberikan ketika aku menghiasi kamarmu, Kak.


*Celingak celinguk*


Tunggu, kenapa Eliza, Michelle, dan Samuel tidak hadir? Sayang sekali, aku sudah terlanjur mengundang Alexander dan mereka bertiga tadi.


Bagaimana kabar baik yang di alami oleh Eliza hari ini? Aku tidak mengerti sama sekali.


Sudahlah, untuk apa aku memikirkan hal bodoh tentang mereka? Aku kan tidak mau berurusan dengannya.


Jangan bilang kalau Eliza dan Michelle sedang merencanakan sesuatu.


Krek~


Sebentar, apakah aku akan jatuh dari kursi? Kumohon, jangan merusak reputasiku!


*Jatuh*


Eh? Kenapa tidak sakit? Apakah ada orang yang menahanku?


Posisi ini, sepertinya aku di gendong oleh ….


*Menoleh ke belakang*


Samson?!


.


.


.


[Bersambung]


~Pengumuman sekaligus ucapan dari Author:


Mohon maaf sebesar besarnya untuk para readers dan Author tercinta, besok Author tidak bisa update di karenakan ada jadwal kesibukan di hari natal besok.


Tenang saja, Author akan kembali update pada hari sabtu nanti, jadi tidak perlu khawatir ya.


Oh iya, ada satu ucapan yang tidak boleh di lewatkan.


SELAMAT HARI NATAL SEMUANYA🎄🎄🎄