
Benar juga, ini adalah kesempatan besar Veronica untuk mengambil hati Kak Carl, termasuk cinta.
Semangat, Veronica! Bawalah Kak Carl ke ruang Penyihir sekarang juga!
"Maafkan aku jika membawamu ke ruang Penyihir tanpa sepengetahuanmu, Carl," kata Veronica memapah Kak Carl dan membawanya pergi ke ruang Penyihir.
Benar benar menjengkelkan! Kenapa kau baru melakukannya sekarang?! Kuharap suatu hari nanti, kau adalah orang pertama yang berhasil merebut hati Kak Carl sebelum Anna.
"Pertunjukkan sudah berakhir, saatnya aku kembali ke kelas," kataku menghela nafas.
Tapi, di belakangku ….
"Catherine? Untuk apa kau ke sini? Kau sedang mengintip siapa?" tanya Ruth dari belakang.
"Aku sedang mengintip kisah cinta Kak Carl dan Kakak kelas Veronica," jawabku mengerutkan alis.
Mendengar perkataanku, Ruth menjadi bingung.
"Kak Carl? Kenapa kau panggil Kakak kelas dengan nama seperti itu?" tanya Ruth bingung.
Ya ampun, jelas jelas Kak Carl adalah Kakak keduaku, jadi jelas saja jika aku memanggilnya dengan panggilan seperti itu.
"Kau tahu tentang Kerajaan Arshleyer? Kak Carl adalah Pangeran kedua di Kerajaan itu"
"Dan aku adalah Putri bungsu dari Raja Lordsorius dan Ratu Hera. Bisa kukatakan kalau aku adalah Adik dari Kak Carl"
Identitasku sudah kukatakan! Bagaimana ini? Tidak, Ruth tidak boleh membocorkannya!
Sttt!
"Setelah semua identitas asliku sudah kukatakan padamu, jangan mencoba untuk membongkarnya, mengerti?" kataku memperingati Ruth.
Yah, Ruth hanya bengong daritadi.
Hanya karena identitasku, kau harus sebengong ini? Dasar perempuan polos!
Hei!
"Ba …. baiklah, aku tidak akan membongkarnya! Memangnya apa yang akan terjadi jika aku membongkarnya?" tanya Ruth bingung lagi.
Lagi lagi, selalu saja seperti ini.
"Karena Kak Carl menyembunyikan identitasnya, aku juga akan menyembunyikannya," jawabku serius menatap tajam mata Ruth.
Ruth mengangguk cepat dan berlari pergi ke kelas karena sudah saatnya kelas di mulai.
Ada ada saja ….
Sudahlah, aku juga ikut. Tunggu aku, Ruth!
Di kelas saat jam pelajaran di mulai ….
Hoam~
Lama sekali jam istirahatnya …., aku sangat mengantuk.
Ah, lebih baik aku tidur saja. Untuk apa aku takut pada guru? Tidur ya tidur, tidak perlu berpikir hal yang aneh.
Zzz ….
Guru yang sedang menjelaskan pelajaran melihatku tertidur dengan tatapan yang begitu kesal.
"Catherine? Apa kau meminta untuk di hukum? Ini adalah yang kesebelas kalinya kau melanggar peraturan sekolah, yaitu tidur di dalam kelas," kata guru ceramahi aku di dekat papan tulis.
Kumohon, guru, untuk sekali ini saja aku tidur di kelas.
"Catherine, bangunlah! Ini adalah jam pelajaran!" teriak guru menggebrek mejaku.
Brak!
Astaga, guru! Kau mengagetkanku saja! Kali ini tidak bisa kubiarkan lagi, guru benar benar harus kulawan.
"Guru, kumohon izinkan aku tidur 5 menit saja, bisakan?" tanyaku dengan tatapan kesal.
"5 menit katamu? Pasir yang ada di dalam botol jam ini saja sudah mau habis karenamu!" jawab guru seraya menunjukkan tangannya pada jam pasir di mejanya.
"Ayolah, guru, hanya 5 menit saja," kataku terus memohon.
Kata kata yang keluar dari mulutku saja sudah mau habis karenamu, guru.
Entah ada perasaan aneh apa yang membuat semua murid di kelas ini menatapku dengan tajam.
"Pemalas sekali!"
"Selalu saja tidur di dalam kelas, kami merasa di permalukan karena memiliki murid bodoh sepertimu!"
"Usir saja dia dari kelas ini, guru! Aku sangat tidak suka orang yang pemalas!"
Semua murid menghujatku dengan begitu kasar sehingga membuatku tidak sanggup untuk menutup telingaku sendiri.
Bla
Bla
Bla
Aku pusing mendengar kalian semua. Kulanjutkan saja tidurku hingga jam istirahat tiba.
Zzz ….
Sepertinya guru sudah sangat kesal.
"Berdasarkan catatan harianku, kau akan kukeluarkan dari sekolah karena tidur di kelas sebanyak 12×" kata guru memarahiku.
Ingin mengeluarkanku dari sekolah? Tidak semudah itu!
*Menatap tajam*
Tatapan tajamku membuat guru gemetaran.
Seluruh tubuhnya seperti sedang kehilangan kendali.
Memangnya ada apa dengan tatapanku?
"Tatapan ini seperti ….," kata guru seketika ucapannya terhenti.
Bayangan dari pikiran guru adalah Kak Carl dengan tatapan menyeramkannya.
"Mata Emerald ini menunjukkan kalau Catherine benar benar anak dari Raja dan Ratu Arshleyer," gumam guru yang sepertinya sedang membicarakanku.
"Ehm …. baiklah …., kau boleh tidur di kelas selama 5 menit ….," kata guru gemetaran.
Akhirnya, aku bisa tidur juga dengan tenang, selamat tidur, guru rendahan!
Zzz ….
Mimpi indahku sangatlah nyaman, aku yang masih tertidur dapat merasakannya dengan nyata.
Tak lama kemudian ….
Ding!
Dong!
Ding!
Dong!
Sudah waktunya istirahat. Aku lebih memilih untuk tidak keluar dari kelas karena aku sangat mengantuk.
Entah ada hal aneh apa yang tiba tiba menghantui firasatku dengan begitu tajam.
Aku tidak bisa tidur ….
Sementara itu di ruang Penyihir ….
Veronica POV
Aduh, ini pertama kalinya aku tidak mengikuti pelajaran pertama.
Demi menjaga Carl yang tadinya pingsan dengan tidak jelas, aku sampai tidak mengikuti pelajaran sampai jam istirahat.
Penyihir bilang, ini karena Carl menyimpan sebuah rahasia besar.
Apa rahasianya?
Hah, tidak perlu di pikirkan. Yang penting, Carl baik baik saja sekarang.
Kapan kau bangun? Aku sedang menunggumu daritadi.
"Carl, bangunlah …. ini aku, Veronica," bisikku mengarah ke telinganya.
Berlahan lahan, Carl sudah sadar dan bangun dari tempat tidur.
Syukurlah kalau kau baik baik saja. Aku pikir kau demam karenaku.
"Ini di mana?" tanya Carl sambil menggaruk kepalanya.
"Ini di ruang Penyihir, aku yang membawamu ke sini," jawabku dengan lembut.
Mendengar perkataanku, wajah Carl berubah menjadi merah sehingga membuatnya pingsan lagi.
Carl, jangan main main denganku!
Di alam bawah sadar Carl ….
Carl POV
Kau payah sekali, Carl! Kapan kau akan mengejarnya?! Kalau pingsan terus seperti ini, memangnya kau bisa apa?!
Ah, padahal aku mulai jatuh cinta padanya, tapi sangat sulit untuk saling mengutarakan perasaan kami berdua.
Aku takut di saat aku menyatakan perasaanku pada Veronica, ia akan menjawab bahwa sebenarnya ia sama sekali tidak menyukaiku.
Apa yang harus aku lakukan?
"Sulit sekali saat ingin menyatakan cintaku padamu, Veronica ….," kataku tersenyum.
Maaf karena aku belum bisa mengatakannya, Veronica ….
Suatu saat nanti, kau akan kujadikan sebagai Ratuku.
.
.
.
Di kelas 1-♪ Menengah ….
Saphira/Catherine POV
Seperti yang kubilang tadi, aku sedang tidur di kelas dengan begitu lelap.
Mataku terpejam dengan baik, suasana di kelas terasa hening membuat tidurku menjadi nyenyak.
"Eliza, kau akan kuhabisi cepat atau lambat," kataku tanpa sadar mengigau.
Di dalam mimpi ….
Terlihat aku yang sedang bermain main di taman bunga dengan begitu senang.
Hahaha~
Cuaca cerah yang bersinar seketika berubah menjadi gelap gulita.
Aku tiba tiba berada di dalam Istanaku yang terbakar dengan tangan yang berlumuran darah.
Mimpi macam apa ini? Kenapa semua Istanaku bisa terbakar?!
Ayah?! Ibu?!
Apa kalian baik baik saja?!
.
.
.
[Bersambung]