Secret Affair

Secret Affair
Sebenarnya ada masalah apa



Bab 99


.


.


.


Haikal dan Jakson sudah tiba dirumah sakit.


Haikal pun menuntun Jakson untuk menuju ruangan dimana Nindi dirawat sesuai kabar dari Amara


"Em.. Tuan Haikal, apa kata Amara mengenai kondisi Nindi ??" Tanya Jakson ragu-ragu saat mereka berada didalam lift.


"Saya tidak tau pasti. Amara hanya memberitau jika temannya tadi pingsan saat diPantai."Balas Haikal.


Jakson tertunduk. Ia begitu merasa bersalah pada sekretarisnya itu.


"Apa ada masalah tuan ??" Tanya Haikal yang merasa Jakson sedikit tak tenang.


"Tidak..Hanya mis komunikasi saja tadi."Balas Jakson.


Tak lama pintu Lift sudah terbuka, Haikal pun melangkah lebih dulu menuju ruangan rawat Nindi.


Diperjalanan mereka tak sengaja bertemu Ani dan Sindy yang hendak keluar.


"Tuan Jakson..Tuan Haikal.."Sapa Sindy.


"Kamarnya yang mana ??" Tanya Haikal.


"209, Sebelah kiri tuan."balas Ani.


"baiklah. Saya kesana dulu.."Haikal segera menuntun Gea menuju kamar yang dimaksud.


sementara Jakson masih diam menatap dua pegawai kantornya itu.


"Apa dia baik-baik saja ??" Tanya Jakson.


"Hanya kecapekan tuan."balas Ani.


"em.. Tuan, bisakah anda memberinya cuti ?? Dia bilang sejak kemarin dia belum istirahat sama sekali ?? Dokter bilang dia butuh istirahat yang cukup."Pinta Sindy ragu-ragu.


Jakson menundukkan wajahnya. Rasa bersalahnya semakin menggunung, tapi setelah ia fikir ini bukan waktu yang tepat untuk menemui Nindi, apalagi pasti disana ada Amara dan juga Haikal.


"Baiklah. Katakan padanya aku memberi Cuti tak terbatas. Jika dia sudah benar-benar baik, dia bisa kembali bekerja. Sampaikan maaf saya karna sudah membuatnya sakit, Saya pergi dulu."Tutur Jakson.


"Tuan tidak jadi menemui Nindi ??" Tanya Ani.


"Saya akan menemui dia jika dia sudah lebih baik. Saya permisi."Jakson langsung memutar tubuhnya dan kembali masuk kedalam Lift.


Ani dan sindy saling tatap seolah saling tanya kenapa atasannya seperti itu.


.


.


Ceklek..


"Mommy.."Gea berlari kecil kearah Amara yang duduk disisi ranjang Nindi.


"sayang.."balas Amara dengan lembut.


"aunty sakit apa ?? Kok sampai disini ??" tanya Gea.


"Cepatlah sembuh aunty, Daddy ku akan mengajak Aunty jalan-jalan."Ucap Gea.


Nindi beralih menatap Haikal yang berdiri tepat diBelakang Amara.


"Kau sudah lebih baik ??" tanya Haikal singkat.


Nindi menggangguk pelan. "Iya..terima kasih tuan kunjungannya."


Haikal hanya menggangguk pelan.


"Oh iya. Tadi aku kemari bersama atasanmu. Tapi tidak tau kemana dia kok belum masuk." ucap Haikal.


"Tuan jakson ??" Amara menengadah menatap Haikal.


"Iya sayang. Dia.bilang mau menjenguk Temanmu ini."balas Haikal.


"Nin.. Sebenarnya ada masalah apa.kau dengan tuan jakson ??" Amara yang sudah tak bisa membendung rasa ingin taunya menguatarakan juga akhirnya.


"Tidak ada Am.. Hanya mis kumonikasi saja."balas Nindi.


"Iya. Tuan Jakson tadi juga bilang begitu." Timpal Haikal.


Pintu kembali terbuka memperlihatkan Ani dan sindy yang sudah kembali entah membawa apa.


"Kalian bertemu tuan Jakson ??" Tanya Amara.


"Iya. Tapi dia tidak jadi masuk. Dia hanya berpesan untuk Nindi. Maaf, karna sudah membuatnya lelah."Balas Ani.


"Iya. Bahkan tuan jakson juga memberimu cuti Nin.. Kau bisa istirahat total sekarang." Tambah Sindy.


"Tapi kenapa dia tidak masuk dan bicara sendiri pada Nindi ??" Amara masih merasa janggal.


Ani menurunkan bahunya. "Untuk itu aku tidak tau."


Nindi mengembangkan senyumnya. "Sudah. Jangan terlalu difikirkan.. Kalian ini saja yang terlalu berlebihan. Aku tidak apa-apa juga kan.."


"Mommy.. Gea lapar.." Gea membuka suara.


"Makan dengan daddy dulu..Mommy masih nemenin Aunty."Balas Amara.


"Am.. Tinggal saja. anakmu lebih penting dari apapun. Lagian aku juga tidak apa-apa."Timpal Nindi.


"Tapi.Nid..-"


"Stop !! Pergilah. Nikmati kebahagiaanmu. Putrimu kelaparan"Timpal Nindi.


"Baiklah. Besok aku akan kemari lagi..kau jaga diri baik-baik ya.."Pesan Amara.


"Ani akan menemaniku.. Iya kan An ??" nindi beralih menatap Ani.


"Iya. Kau tenang saja."balas Ani dengan mudah.


Amara tersenyum lalu segera pergi dari sana saat Gea sudah menarik tangannya diikuti Haikal yang hanya bisa diam tak berkomentar apapun.


.


.


.