Secret Affair

Secret Affair
Siap Girl



Bab 106


.


.


.


"Daddy tangkap !!!" Teriak Gea yang melempar sebuah bola kearah Haikal.


"Siap girl..!!" Haikal dengan sigap menerima Bolanya.


Tawa riang begitu terlihat pada Gea yang menikmati liburan mereka hingga sore hari.


Fia anaknya Sindy sudah lebih dulu istirahat dengan sang papa.karna cukup lelah.


"Sayang.. Kita istirahat dulu yuk ??" Ajak Haikal.


"sudah sore ya Dad.."


"Iya sayang.. Besok kan Gea harus sekolah juga. Jangan sampai kelelahan. Mommy akan memarahi daddy nanti."Tutur Haikal.


"Baiklah Dad.. Lain kali kita liburan lagi ya ?? Sama Mommy juga ??!" Gea berhambur dalam.gendongan Haikal.


"tentu saja. Asal Gea belajar yang rajin pastinya.."Balas Haikal penuh semangat.


Saat sudah dekat Gea menegur Fia yang duduk dalam pangkuan sang papa.


"Fia..kau manja sekali.."


"Lalu kau bagaimana ??bahkan kau masih minta digendong !!" Timpal Fia.


Danu tertawa kecil mendengar perdebatan dua anak kecil itu.


"Daddy turunkan Aku.."Gea merosot seketika.


"Look at this.. Aku tidak minta gendong lagi.."pamer Gea.


Haikal Hanya menjadi pendengar bersama danu.


"Sudahlah duduk sana." Balas Fia.


"Dad.. Belikan aku Ice cream itu.." tunjuk Gea saat melihat mobil boxs Ice Cream.


"Baiklah.. Duduk diam disini. Daddy belikan ya ?? Em.. Fia mau juga ??" Haikal menawari Fia.


"Mau Om.. 1."Balas Fia.


"Baiklah.. Tuan Danu titip Gea sebentar ya ??" Ucap Haikal sebelum berjalan.


"Siap tuan..Come on Gea.. Duduk disebelah Uncle."Danu mengarahkan Gea untuk duduk. Sementara Haikal.berlari kecil menghampiri mobil Ice Cream yang dimaksud sang putri.


"Gea.. Kenapa kau dekat sekali dengan Daddy Haikal ??" Danu mulai bertanya.


"Tentu saja. Daddy kan mau jadi daddy aslinya Gea."Jawab Gea denga jujur.


Gea terdiam sejenak. "Mungkin karna Daddy yang menolongku saat aku kecelakaan Uncle. Dan Daddy sangat menyayangiku juga Mommy."


"Lalu bagaimana dengan papimu ??"


"Daddy bilang, Papi itu tetap papinya Gea sampai kapanpun, Gea tidak boleh membencinya."Tutur Gea.


Danu hanya tersenyum mendengar penuturan Gea barusan. Hingga Haikal kembali membawa beberapa IceCream untuk mereka semua.


.


.


Miranda sudah kembali kerumah bibi May yang disambut hangat oleh Victor.


"Sayang.. Kau dari mana ??"


"Hanya mencari angin. Aku Sedikit bosan dirumah."Balas Miranda


"Aku belikan buah untukmu, Kau mau ?? Biar aku kupaskan ??"tawar Victor.


"Boleh..aku mandi dulu ya.."Balas Miranda yang mencium pipi Victor lalu pergi menuju kamarnya.


Tiba dikamar Netra Miranda tak sengaja melihat berkas-berkas dari KUA yang sudah dipastikan adalah pekerjaan Victor.


"Kenapa dia ingin sekali menikah resmi ??"Gumam Miranda seraya membuka lembar demi lembar.


"Huh..terserah saja.."Miranda meletakkan kembali berkas itu dan segera menuju kekamar mandi.


Saat Miranda keluar kamar mandi bersamaan dengan Victor yang juga masuk membawa piring berisi beraneka macam buah.


"Kemarilah sayang, aku suapi.."pinta Victor. Patuh, Miranda mendekat meski masih menggunakan piyama mandi. Dan langsung duduk disisi Victor.


"Ini banyak sekali.."Ucap Miranda.


"Tidak masalah. Asal bayi kita sehat saja. Aku juga beli susu hamil buatmu. Nanti aku buatkan."Balas Victor dengan semangat.


Miranda terlihat tersenyum dengan terpaksa.


"Buka mulutmu.."Victor menyodorkan garpu dengan buah diatasnya. Miranda dengan senang hati membuka mulutnya dan menerimanya.


"Bagaimana ?? Manis kan ??"


Miranda menggangguk. "Iya.. Ini enak sekali.. Kemarikan, aku akan makan sendiri."Miranda meminta piring buah itu untuk makan sendiri.


Victor nampak senang melihatnya. Ia hanya tersenyum bahagia melihat Miranda lahap memakan buah itu. Namun seketika senyum Victor berangsur luntur saat melihat sebuah kissmark Merah merekah dileher belakang Miranda. Tidak hanya satu tapi ada beberapa.


"kapan aku buat tanda seperti itu disana ??" Batin Victor sendiri.


.


.


.