
bab 75
.
.
.
Miranda mengibaskan rambutnya saat sudah turun dari kereta. "Huh !!! kereta sialan !!! kereta macam apa yang panasnya seperti itu !!! owww,wajahku.."
"Sudahlah ayo.. yang penting kita kan sudah sampai.." Victor menarik lengan Miranda dan membawanya untuk keluar dari stasiun.
" Bibimu tinggal dimana ??" Tanya Victor dalam langkahnya.
"Jalan PP. dekat kok dari sini."balas Miranda.
Mereka pun menuju alamat yang dikatakan Miranda.
.
.
.
Waktu cepat bergulir pagi lagi. Miranda dan Victor yang sudah tiba dirumah bibi May, bersiap untuk mencari pekerjaan.
"Bibi.. aku dan Victor mau berangkat mencari kerja dulu."pamit Miranda.
"Iya.. semoga kalian segera mendapatkannya."balas Bibi may yang sudah duduk dikursi roda tak bisa berjalan lagi.
Miranda menggangguk pelan. lalu segera keluar bersama Victor.
Mereka sudah browsing mencari dari aplikasi. Jadi pagi itu, Miranda dan Victor tinggal mendatangi kantor saja.
"aku turun dulu. semoga kau berhasil."ucap Miranda sebelum turun.
Victor hanya menggangguk. Ia menatap sekilas kantor yang didatangi Miranda. Terlihat hotel mewah yang menjadi incaran Miranda.
Victor pun yang juga sudah
menemukan sebuah perusahaan segera menuju kesana.
Didepan perusahaan yang begitu besar itu, Victor berdoa dalam hati semoga saja lamarannya akan diterima.
"Aku dengar kantor ini belum lama beroperasi. semoga saja lamaranku bisa diterima."gumam Victor lirih yang segera masuk kedalam.
Setelah menyapa resepsionis, Victor langsung diarahkan dimana Ruang Presdir berada. Sistem yang bagi Victor lain dari pada yang lain. Presdirlah yang langsung menangani.
" terima kasih." ucap Victor pada sang resepsionis yang telah mengantarkan Victor keruangan Presdir.
"Sama-sama tuan." balas resepsionis yang kemudian memilih kembali.
Sebelum mengetuk pintu Victor mengatur nafasnya dan dengan sigap mengetuk pintu beberapa kali.
terlihat pintu terbuka memperlihatkan pria berkaca mata yang membukakan pintu
"Saya mau melamar kerja. Resepsionis bilang langsung kesini."ucap Victor.
"Iya. silahkan masuk." pria itu membukakan jalan untuk Victor agar masuk.
" Tuan.. ini pelamar selanjutnya." Ucap pria yang tadi membukakan pintu.
"Iya.."
Hening seketika saat kedua mata mereka bertemu. Haikal tersenyum saat sadar yang ada dihadapannya adalah benar Victor.
Berbeda dengan Victor yang masih terus mematung. " kenapa harus dia.."Batin Victor.
"Silahkan duduk."Ucap Haikal mempersilahkan.
"Kenapa kau disini ??" tanya Victor dengan cepat.
"Kau lupa ?? ini tanah kelahiranku Vic.." Haikal nampak berdiri dari duduknya, seraya memasukkan kedua tangannya disaku celana.
Haikal mengisyaratkan agar anak buahnya keluar.
" Jika tau ini kantormu aku tidak akan sudi kemari." ucap Victor.
Senyum lebar pun terkembang diwajah Haikal. "kau yang kurang teliti Vic,"
"Kau mengejekku ??!!" Victor nampak tak suka.
"Dimananya aku mengejekmu ?? Kau kemari melamar kerja, dan aku mempersilahkanmu duduk. apa salah ??" tutur Haikal.
" Cih !! Itu semua hanya topeng !!"
" Terserah kau saja. Jadi kau akan melamar kerja atau hanya berbicara hal aneh seperti itu ???" Timpal Haikal.
Victor tak punya pilihan, ia akhirnya duduk dan meletakkan berkasnya diatas meja. " Kau tau semua tentang aku. terserah kau mau menerimaku atau tidak !!"
" Kau fikir aku sepertimu!!" Haikal kembali duduk dan memeriksa berkas-berkas Victor.
"Kau pasti senang kan, aku jadi berpisah dengan Amara ?? kini kau sudah menjadi Seorang CEO, kenapa kau tidak mengejar Amara ??" Oceh Victor.
Haikal hanya melirik Victor sekilas dengan sunggingan senyum tipis lalu kembali meneliti berkas milik Victor.
"Apa yang kau lihat ?? Pengalaman kerja atau surat keterangan narapidana ??" Kembali Victor melayangkan tuduhan.
Haikal membuang nafasnya dengan kasar. "Mau mu sendiri apa ?? sejak tadi aku tidak membicarakan masalalumu, aku berusaha profesional menjadi atasan yang mencari pekerja, Jika aku mempermasalahkan masalalumu, bahkan masuk kemari saja aku sudah tidak memperbolehkan !!?" Terang Haikal dengan jelas.
victor hendak menjawab, namun ketukan kembali terdengar.
"Masuk !!" perintah Haikal.
Ceklek.
" Dady !!!!"
Suara gadis kecil terdengar bersamaan dengan Pintu yang terbuka. terlihat gadis itu berlari menuju Haikal.
.
.
.
.