
bab 73
.
.
.
" sudah dari 2tahun yang lalu tuan. Saya juga tidak tau kemana." kata-kata pelayan terus terngiang ditelinga Victor.
" Kemana Amara membawa Gea ??" gumam Victor yang turun dari taksinya. Dan segera masuk gang losmennya.
Sambutan tatapan tajam diarahkan Miranda pada Victor.
Victor tak menanggapi tatapan tak bersahabat itu. ia memilih mencari handuk untuk mandi.
"Kau tidak bawa makanan ??" Tanya Miranda
"apa beli makanan saja kau tidak bisa !!!?" balas Victor dengan cepat dan kembali keluar untuk mandi.
"Isshhh !!! sebenarnya kenapa dia ?!!!" Gerutu Miranda yang turut keluar untuk membeli makanan. perutnya sudah sangat keroncongan .
Tiba didepan jalana ramai, Miranda mencari kedai makanan yang baginya cocok untuk makan malam.
" Itu..dia.." Miranda melangkah dengan cepat menuju kedai itu.
sapaan dari pelayan Kedai diterima Miranda kala kakinya menginjak masuk kekedai itu.
"Selamat malam. silahkan mau meja single, Couple atau keluarga ??"
" Em.. mbak, saya mau pesen makanan tapi dibungkus. soalnya suami saya dirumah. " balas Miranda.
" oww begitu. baik Nona silahkan ikut saya.." Pelayan itu mengarahkan Miranda untuk menuju Pemesanan.
" Ini menunya. silahkan dipilih mana yang anda inginkan."tambah pelayan seraya menunjukkan buku menu.
Miranda meneliti beberapa menu. "Em.. saya mau ini, ini,lalu ini dan juga ini dan Dua bungkus Nasi ya."Miranda menunjuk beberapa menu.
"Baik. ada lagi Nona ??"
" Tidak itu saja."
" silahkan tunggu sebentar ya Nona."
miranda menggangguk faham. Netra Miranda mengedar melihat banyaknya pengunjung dikedai itu, hingga matanya menangkap wajah yang begitu ia rindukan.
"Jakson.." gumamnya.
"Dia dengan siapa ??" Gumamnya lagi.
dengan cepat miranda mendekat seraya menajamkan matanya. "Wanita itu kan ??"
"Jakson.." panggil Miranda.
Sontak pemilik Nama itu langsung menoleh kesisi dimana Miranda berada. tak berbeda dengan wanita yang duduk dihadapan Jakson juga..
" Buk Miranda.." Ucap Nindi tanpa sadar.
Senyum Diwajah Jakson luntur seketika saat benar Mirandalah yang menyapa dirinya.
dengan malas, Jakson menatap kearah lain.
"Jakson.. kau benar jakson.." Miranda meraih lengan jakson dengan mata berbinar.
"Jakson ahh.. aku merindukanmu jakson.."Miranda tanpa malu memeluk lengan Jakson.
Nindi pun tak berani berkomentar apapun, ia hanya mengedipkan matanya beberapa kali.
"Jakson.. kenapa kau tidak menjengukku saat aku dipenjara.. aku sangat merindukanmu.."Tambah Miranda. Jakson yang sudah merasa jengah segera melepas paksa dan dengan kasar tangan Miranda. " Lepaskan saya !!!"
"Jakson.." Miranda menatap nanar Jakson yang menatap dirinya penuh kebencian.
"tolong jaga sikap anda. Kita sudah tidak ada hubungan apapun."Ucap Jakson dengan tegas.
" What ?? Tapi jakson..aku..-" Miranda berusaha meraih lengan jakson lagi namun segera jakson menepis tangan Miranda.
"saya bilang jaga sikap anda Didepan calon istri saya ??!!" sentak Jakson dengan suara cukup tinggi.
Mata Miranda pun langsung membola mendengar apa yang barusan terucap dari bibir Jakson.
" apa ?? dia..-"
Miranda menatap Nindi yang juga mematung dan hanya diam.
" Iya. dia calon istri saya. dan perlu anda ingat. kita sudah bercerai 2 tahun lalu, Kita sudah tidak punya hubungan apapun." Tegas Jakson.
Miranda menggeleng pelan.
Jakson melangkah mendekati Nindi seraya menggenggam jemari Nindi tak lupa mereka pun terlihat saling tatap. " Ayo kita pulang. aku tidak berselera makan disini." ajak Jakson yang langsung meninggalkan Miranda yang mematung dengan kaki lunglai hingga ambruk terduduk dengan kedua lututnya.
"Dia..calon istrinya jakson ??! benarkah itu ?? jakson sudah melupakan aku ??" Gumam Miranda seolah tak percaya dengan apa yang didengar.
.
.
.
.