Secret Affair

Secret Affair
Kasihan Mami



bab 67


.


.


.


Ditengah Kesibukan mengemas beberapa barang tak sengaja Amara menemukan fotonya bersama Victor dan juga Gea. bahkan Foto pernikahan mereka juga masih terpampang rapi di kamar Amara.


Nindi yang melihat Amara terhenti saat berkemas segera menghampiri sahabatnya itu.


" Kenapa ?? kau menyesal ??" tegur Nindi seraya memegangi lengan Amara.


" Tidak. hanya saja semua seperti mimpi. menurutmu foto ini harus aku apakan ??" Tanya Amara seraya masih menatap Potret ditangannya.


" biarkan dirumah ini saja. biar bagaimanapun itu merupakan kenangan yang tak terlupakan bagi Gea. Ingat, kau memang telah disakiti oleh Victor, tapi kalian tetap terikat karna adanya Gea, jadi jangan terus membenci jadikan pelajaran saja. Gea masih butuh kalian berdua."Nasehat Nindi.


Amara menatap Nindi dengan senyum tipisnya seraya menggangguk.


" Terima kasih Nin.. aku pasti akan merindukanmu.."


nindi merangkul Amara. "Sebenarnya aku tidak suka kau pindah."Canda Nindi. Amara terkekeh dengan Candaan Nindi.


"Hey !! kalian melupakan kami !!!" Tegur Ani yang baru masuk bersama Sindy.


Amara dan Nindi menoleh kearah Ani dan Sindy.


"Tugas kalian memang sudah selesai ??!" Tanya Nindi


"Tentu saja sudah !! kalian ini membuatku iri saja.." Gerutu Ani yang memeluk Amara dari belakang.


"Em..Amara, bagaimana aku bekerja tanpa kau.."


" Jangan lebay deh !!, menjijikkan" ucap Nindy.


"Aku juga jadi tidak semangat bekerja.. apa aku juga keluar ya ??" Tambah Sindy.


" kalian ini bicara apa. aku hanya pindah, bukan meninggal. kita kan masih bisa bertemu lagi. gunakan waktu libur untuk berkunjung kerumahku diJogja nanti ya.." tutur Amara penuh bahagia memiliki teman-teman yang sangat baik dan pengertian.


"Ide bagus !!! Fik.. akhir tahun aku bakal keJogja." Ani mengacungkan jempolnya.


"aku juga akan mengajak suamiki kesana." tambah sindy.


.


.


Dibawah Gea terlihat melamun dengan menatap gambar keluarga bahagianya yang terpapang besar diruang keluarga.


Meski masih anak-anak, namun Gea bisa merasakan sedih yang sangat dalam.


Bik Jiah yang mulai mengeluarkan koper-koper tak sengaja melihat Nona kecilnya.


Bik Jiah pun segera menghampiri Gea yang terlihat murung.


"Nona kecil.. kok melamun ??" Tegur bik Jiah yang turut duduk disisi Gea dengan mengusap surai panjang milik Gea.


"Gea cuma rindu sama papi."Ucap Gea lirih.


Bik Jiah bisa merasakan kesedihan juga lalu merengkuh pundak Gea dengan kasih sayang. "Nona mau ketemu papi ?? biar bibi antar"


Gea segera menggeleng. "Gea memang rindu Papi, tapi Gea juga ingin marah sama papi, semenjak kejadian itu, mami banyak menangis dan melamun, Papi sudah menyakiti mami Bik," Tutur Gea seraya menengadah menatap bik Jiah.


Entah akan bicara apa bik jiah tak tau akan bagaimana. "Nona jangan menangis ya..jangan sedih, kita akan pindah dan melupakan kenangan buruk disini ya.."


gea pun menggangguk patuh. ia kembali memeluk bik Jiah dengan menumpahkan kesedihannya.


.


.


Dikantor jakson dibuat tak tenang dengan kabar Amara yang akan pindah.


"Lalu bagaimana dengan karirnya disini ?? Amara.. kenapa kau memilih jalan seperti ini.." gumam Jakson seraya mengusap kasar wajahnya.


ia kembali melirik jam tangan dipergelangan tangannya. "Semoga dia belum berangkat."Jakson segera menyambar kunci mobilnya dan buru-buru keluar dari ruangannya.


entah mengapa fikiran Jakson malah pada Amara terus. bahkan panggilan dari kantor polisi tidak diindahkan Jakson, semua jakson serahkan pada Pengacaranya. Jakson sudah tak mau berurusan dengan Mantan istrinya yakni Miranda.


.


.


.