Secret Affair

Secret Affair
Kau kuat



bab 57


.


.


.


Ketukan pintu beberapa kali membuat Haikal yang sedang fokus bekerja segera memerintah agar segera masuk siapapun yang mengganggunya bekerja.


Tak lama masuklah anak buah Haikal yang ditugaskan mengawal Amara hingga tiba dibandara.


" Ada apa ??" Tanya Haikal tanpa menatap.


" Nona sudah masuk dalam pesawat tuan. Bersama tuan Jakson juga."lapornya.


" Iya. pergilah."balas Haikal secara singkat.


Patuh, anak buah Haikal langsung memutar tubuh dan pergi.


Haikal menghentikan aktivitasnya dan mengatur nafas lalu membuangnya cukup kasar.


"Semoga kau kuat Amara..jika saja aku masih seperti dulu, aku pasti akan selalu menemanimu.."Gumam Haikal yang kembali melanjutkan pekerjaannya.


.


.


Amara dan jakson sudah tiba diBandara Jakarta. mereka pun terlihat beriringan keluar dengan koper masing-masing.


"Kau pulang naik taksi Am ?? bareng saya saja ?? rumah kita kan berdekatan." ajak Jakson.


Amara kebingungan mau menjawab bagaimana. ingin menolak tapi tak punya alasan yang kuat. hingga..


" Amara ?!!"


baik Jakson maupun Amara menoleh kesumber suara. terlihat 3 teman Amara berjalan beriringan mendekati mereka berdua.


"em...maaf tuan. saya sudah dijemput teman saya" Ucap Amara.


Jakson menggangguk. "iya. saya duluan ya"Jakson segera melangkah lebih dulu. bahkan saat melewati 3 teman Amara jakson hanya diam meski disapa oleh Ani dan juga sindy.


" Amara..." Sindy berhambur memeluk Amara terlebih dulu.


Iya, berita perselingkuhan Victor dan Miranda sudah tersebar kepenjuru negeri hanya dalam waktu semalam saja.


ketiga temannya merasa cukup prihatin dan syok. apalagi mengingat rumah tangga Amara nyaris tak pernah ada pertengkaran maupun perdebatan.


" Are you ok ??" Sindy yang begiu kawatir pada Amara menatap Amara penuh rasa peduli.


" Iya.. i'm ok Sin." Amara menerbitkan senyum tipis diwajah pucatnya.


"Iya..iya.. bisa kita langsung pulang ?? Aku mau menemui putriku.."Balas Amara seolah tak terjadi apa-apa.


"Sindy, Ani.. ayo kita bawa Amara pulang dulu.."Ucap Nindi menengahi..


"Biar kubawakan kopermu.."Ani merampas koper ditangan Amara.


" Terima kasih" Balas Amara yang menggandeng Nindi lalu melangkah lebih dulu.


Nindi yang memang paling tau perasaan Amara hanya menerbitkan senyum kala mereka bersitatap. anggukan yang diberikan Nindi seolah bisa diterima Amara. merrka bertiga keluar bersama Dari Bandara


.


.


.


Victor menggandeng Miranda untuk kembali kejakarta. meski awalnya Miranda menolak kembali, namun ternyata Pemilik stasiun tivi dimana Miranda memimpin dan Victor bekerja memanggil mereka untuk kembali. dan mereka kini tengah berada diBandara juga.


Mereka terpaksa memakai masker dan kacamata agar para penumpang lain tak sampai mengenali mereka.


Semua berita yang ada diarea Bandara hingga masuk kedalam pesawat adalah skandal perselingkuhan mereka.


Miranda merasa tidak kuat mendengar berita itu. ia menunduk seraya mengeratkan dekapannnya dilengan Victor.


" Pakai ini.." Victor menyerahkan earphone pada Miranda.


Dengan mengatur nafasnya Miranda menerima dan memakainya.


"sialan jakson..kenapa dia menyebarkan hal seperti ini ?!!! awas saja kau !!!" Umpat Victor dalam hati dengan kesalnya.


.


.


Tiba dirumah Jakson disambut pelayan dirumahnya.


Tanpa candaan seperti biasa Jakson langsung masuk kedalam kamarnya.


Tiba didalam kamar, jakson menatap sekeliling kamar dimana kenangan indah mereka berada.


Rasa sakit yang begitu dalam sungguh benar-benar membuat jakson tak berdaya. seketika tubuh jakson terduduk begitu saja, cinta yang ia berikan begitu tulus untuk Miranda selama ini, namun malah penghianatan yang didapatkannya.


"Kenapa Mir ?? Kenapa kau lakukan ini padaku.."Jakson menggugu dengan amat frustasinya.


.


.


.