Secret Affair

Secret Affair
Lepaskan aku



Bab 98


.


.


.


Victor yang sedang menikmati makan siang tak sengaja melihat Miranda yang juga tengah makan diresto itu bersama seorang pria berbadan tambun.


Keakraban yang dilihat Victor seolah melebihi kearaban seorang atasan dengan bawahan. Bahkan Pria itu tanpa ragu memegangi buah dada Miranda yang memang menantang dan besar


"Inikah pekerjaanmu Mir ??" gumam Victor seraya meremas jemarinya.


Dadanya bergemuruh dengan cepatnya, apalagi saat pria itu mencium pipi Miranda dengan amat mesranya.


Braakk !!!


Victor yang reflek menggebrak meja, hingga membuat terkejut semua pengunjung. Begitupun dengan Miranda dan pria atasan Miranda itu.


Semua mata melihat Victor yang berdiri menghadap miranda dengan seorang pria.


Miranda begitu terkejut dan langsung sedikit menjauh dari Atasannya. "Why Mir ??" tanya Hadi.


"Oh astaga.. Victor.." gumam Miranda.


Victor yang amarahnya berapi-api menghampiri Miranda.


Hadi menatap tajam Victor yang melayangkan tatapan amarahnya kepada mereka.


"siapa kau ??!!" tanya Hadi.


"Em..Vic.. perkenalkan dia Tuan Hadi, atasanku."Ucap Miranda yang segera berdiri untuk mendekati Victor.


"Em..Tuan.. Ini suami saya."miranda mengalungkan tangannya dilengan Victor, namun dengan cepat Victor menepisnya.


"Suami ?? Bahkan kita belum menikah Miranda. Dan beginikah pekerjaan yang begitu kau banggakan ??!! Menemani pria hidung belang seperti dia ?!!!" Tunjuk Victor dengan sorot mata amarahnya.


"Vic.. Pelankan suaramu, semua orang melihat kita.." Miranda menekan suaranya dan bicara berbisik pada Victor.


"Kenapa memangnya ??!! Kau malu ?? Bahkan kau tidak malu kan diciumi dengan liar oleh dia ditempat umum seperti ini !!!!" Victor malah semakin meninggikan suaranya.


Miranda memejamkan matanya. Tempat itu bukan yang tepat untuknya mendebat Victor.


Lalu dengan segera Miranda menarik Victor untuk pergi dari sana.


"Lepaskan aku !!!" sentak Victor.


Lalu dengan segera menarik Victor untuk keluar


Tiba diluar Resto, Victor menepis tangan Miranda karna rasa amarahnya masih memenuhi lubuk hatinya.


"aakkhhh !!" pekik Miranda


"Inikah alasanmu menolak menikah denganku ?!! Sekretaris apa yang juga harus mau disentuh seluruh tubuhnya begini !!! Apa kau dapatkan mobil dan semuanya dari menjual diri seperti ini ?!!!" Tuduh Victor.


Plaakkk !!!


Sebuah tamparan mendarat dipipi Victor dari Miranda. Dengan derai air mata Miranda menatap Victor.


"Aku berjuang untuk bertahan hidup Vic, Bahkan kehamilan tidak membuatku mundur demi kelangsungan hidup kita !! Tapi kau langsung menuduhku hanya karna kau melihat perlakukan atasanku tadi ??!!!" Ucap Miranda.


"Kau tau, aku sudah akan mengundurkan diri tadi !! Makanya aku dirayu seperti itu !!! Kau percaya tidak ??!! Pasti tidak kan ??!!! Karna dimatamu aku hanya seorang wanita hina !!!" Miranda meluapkan amarahnya.


Victor menatap kearah lain.


"Aku mau resign karna aku hamil Victor !!"Ucap Miranda.


Sontak Wajah Victor menengadah dengan mimik terkejut.


"Apa lagi ??!! Kau tidak percaya jika dia anakmu ??!! Kau mau menuduhku lagi ??!!" terka Miranda.


"Inilah yang aku takutkan Vic!! Aku takut menikah denganmu karna seperti ini !!! Kau tidak akan pernah percaya padaku ?!!" tangis Miranda pecah begitu saja.


"kau katakan apa tadi ?? Kau hamil ??" Tanya Victor memastikan.


"Iya. Makanya aku menemui atasanku untuk mengundurkan diri. Dia merayuku agar aku tetap bekerja.."Balas Miranda dalam tangisannya.


Victor seolah tak percaya dengan apa yang didengar. Senyum seolah terbit sedemikian lalu dengan cepat Victor memeluk Miranda. Yang tergugu menangis.


"Kau yakin hamil ?? Dia anak kitakan ??" Tanya Victor.


"Iya Vic.. dia anak kita..buah cinta kita.."Balas Miranda.


"Oh..terima kasih.. Terima kasih sayang.."Victor menghujani pucuk kepala Miranda dengan kecupan hangat.


Miranda yang berada dalam dekapan Victor menyunggingkan senyum misterius seraya mengusap air matanya.


.


.


.