Secret Affair

Secret Affair
kau beruntung



Bab 103


.


.


.


Ternyata saat Amara dan Sindy tibs diruang tengah, Semua juga tengah berkumpul disana.


Gea siap menggandeng tangan Haikal sementara suami Sindy juga siap menggandeng putri mereka.


"Sudah siap semua ?? Tidak sarapan dulu ???" tanya Amara


"Mommy.. Daddy mengajak kami sarapan disana saja."Balas Gea.


Amara beralih menatap Haikal.


"Biar Gea bersamaku. Aku tau kau dan temanmu akan kerumah sakit kan ??"Ucap Haikal memjelaskan.


"Oh.. Tuan Haikal.. Anda sangat perhatian sekali.." puji Sindy.


Haikal hanya menjawab dengan senyum tipis saja.


"Apa kau tidak kekantor ?? Biasanya minggu begini kau keproyek kan ??" Tanya Amara


"Aku cuti lagi. Biar anak-anak yang mengurus."Jawab Haikal dengan mudah.


"Baiklah.. Ayo kita berangkat.."Ajak Haikal dan membuat kedua anak kecil itu bersemengat. Mereka keluar terlebih dulu meninggalkan dua wanita dewasa itu.


Lambaian tangan sindy mengiringi laju mobil mereka.


"Oh.. Am.. Kau beruntung sekali..Gea bisa punya Ayah sambung yang begitu baik dan perhatian bahkan menyayangi Gea seperti itu.." Ucap Sindy.


"Kalau dia tidak mau pada Gea. Mana mungkin aku mau menerimanya.!?!" balas Amara.


"Sudahlah ayo kita berangkat.. Kasihan Ani dan Nindi pasti sudah kelaparan."Ajak Amara yang langsung masuk kedalam mobil dan kemudian diikuti Sindy.


.


.


Dan benar saja. Seakan tak mau kehilangan moment bersama putri kecilnya, Haikal membawa Gea kesebuah standfood guna mengisi perut mereka sebelum melakukan touring jalan-jalan lagi.


Dengan Telaten Haikal menyuapi Gea. Hal itu membuat Danu Suami Sindy terpukau.


"Anda sangat menyayangi Gea ya Tuan.."Ucap Danu.


"Tentu saja. Gea putri saya tuan Danu."balas Haikal dengan mudah.


"Gea sangat beruntung memiliki ayah sambung seperti anda." puji Danu.


Haikal tersenyum tipis. "Bagi saya, darah saya yang mengalir pada Gea saat saya mendonorkan darah saya untuknya membuat saya merasa dia adalah darah daging saya sendiri."


"Benarkah ?? Sampel darah Gea sama dengan anda ??!!" Danu sedikit terkejut.


"Iya."balas Haikal dengan jelas.


"Aneh sekali..Setauku Gea dan Victor berbeda golongan darahnya. Hanya sama dengan Amara saja."Tutur Danu.


Senyum Haikal semakin lebar. "Kebetulan yang membuat saya bahagia."


Danu menggangguk mengiyakan. "Iya. Dan anda sangat cocok menjadi Ayahnya Gea."


Haikal tak menjawab ia hanya menerbitkan senyumnya sebagai balasan.


Perhatian Haikal teralihkan pada meja lain, dimana Miranda yang Haikal yakini kekasih Victor ada disana tengah bermanja dengan Seorang pria yang sangat Haikal kenal.


Danu pun tak sengaja melihat Miranda saat ia mengikuti tatapan Haikal.


"Itukan Miranda ??" Ucap Danu.


"Anda juga mengenalnya ??" Tanya Haikal.


"Tentu saja. Siapa yang tidak mengenal dia tuan. Dia dulu seorang direktur disebuah televisi swasta dijakarta."Balas Danu.


"Bukannya dia istrinya Victor ??" tanya Haikal.


Danu menyunggingkan senyum. "Saya juga tidak tau Tuan. Yang saya tau dia selingkuhan Victor. Ternyata mereka kabur kemari ya.."


"Kabur ?? Untuk apa ??" Tanya Haikal pura-pura bertanya.


"Dijakarta Nama Mereka sudah diblacklist, mereka sulit mendapatkan pekerjaan disana. Atas kasus yang mereka buat. saya dengar mereka sampai menjual semua aset milik Miranda untuk bertahan hidup."tutur Danu.


Haikal menggangguk seolah memahami.


"wanita itu.. Dasar murah ya tetap murah. Lihatlah tuan Haikal.. dia sudah menggaet pria lain lagi sekarang."Tunjuk Danu dengan pandangannya.


"Aku sampai heran pada Victor. Apa yang dilihat dari wanita seperti itu. Bahkan untuk setia saja dia tidak bisa."tambah Danu.


Sementara Haikal hanya diam sebagai pendengar. Meski sebenarnya ia sudah tau semuanya.


.


.


.