Secret Affair

Secret Affair
Tuan maaf



bab 68


.


.


.


.


"Gea.. kalau sudah sampai sana jangan lupa kabari tante ya ??"Pesan Sindy saat menuntun Gea keluar dari rumah


"Iya tante. tante mau kan main kesana ??" Tanya Gea.


"Tentu saja. tapi tunggu Tante punya cuti panjang ya ?? sekalian sama Om burhan juga."jawab Sindy penuh semangat


Amara kembali membalikkan tubuhnya menatap rumah yang banyak sekali menyimpan kenangan. dengan membuang nafasnya Amara berusaha tegar.


"Ayo.. kau bisa tertinggal pesawat nanti." ajak Nindi.


" Iya.."Balas Amara secara singkat.


Namun baru saja Amara hendak masuk kedalam mobil, Mobil Jakson berhenti menghadang mobil Nindi. hal itu membuat Ani dan sindy sedikit terkejut.


buru-buru jakson turun dan berlari kecil mendekati Amara.


" Amara.." panggilnya.


" am, aku masuk dulu ya.." pamit Nindi yang memilih masuk kedalam mobil terlebih dulu.


Amara menjawab dengan anggukan.


"Am. kau yakin akan pergi ??" tanya Jakson tanpa basa basi. wajahnya begitu serius dalam pertanyaannya.


" Iya tuan." jawab Amara secara singkat.


"Am.. fikirkan lagi.. saya mohon, saya butuh kau untuk mengelola kantor."


amara menerbitkan senyumnya. "Tim anda sudah cukup banyak tuan. saya hanya karyawan biasa yang tidak sehebat itu."


"Saya yang butuh kau Amara. saya.."Jakson menatap lekat Amara


"Anda ??" Amara masih tak mengerti.


Jakson membuang nafasnya dengan kasar lalu dengan berani mengatakan sesuatu. "Amara. saya tau ini terlalu cepat. tapi saya mau jujur padamu, kalau saya nyaman denganmu, saya tidak bisa jauh darimu Am, saya baru sadar selama ini yang saya rasakan bukan rasa kagum biasa, tapi rasa suka dari hati."


Mata Amara membulat bak bola. telinganya tak salah dengar ?? secepat itu jakson bisa berpindah kelain hati ??


"Saya tidak memaksamu segera menerima saya. tapi saya harap kau bisa bertahan disini dan tetap bekerja bersama saya. kita jalani bersama, dan mulai mengenal satu sama lain." tambah Jakson lagi.


Lidah Amara seakan kelu hendak menjawab apa ia pun tak tau.


segera Amara mengatur nafasnya beberapa kali dan segera menjawab.


"Maaf tuan. bukannya saya tidak menghargai anda. tapi..Tapi..saya masih ingin fokus pada Gea saja. saya belum berfikir kesana."


meski sedikit kecewa, namun jakson tak berani mengungkapkannya. "Saya akan menunggu. Sampai kau bisa menerima saya."


" Jangan tuan. Saya tidak mau memberikan harapan yang palsu pada anda. anda berhak bahagia, jadi jika anda menemukan kebahagian lain, silahkan saja."Timpal Amara.


"Apa karna Aku mantan suami Miranda ?? kau seperti membatasi diri seperti itu ??" tanya jakson penuh ketulusan.


" Lalu apa..-"


tinn !!


tin !!


Nindi membunyikan klakson mobilnya karna jam penerbangan Amara semakin dekat.


Amara menoleh seketika dan segera berpamitan. "Tuan.. maaf saya harus berangkat. mohon maaf sekali lagi, anda tetap akan saya hormati karna anda adalah atasan yang begitu baik untuk saya. saya permisi." Amara segera melangkah menuju mobil dan segera masuk.


Jakson pun sudah tak kuasa menahan Amara. ia sedikit menyesal karna terburu-buru mengungkapkan niat baiknya.


"Saya akan menunggumu Amara.." gumam Jakson lirih seraya menatap kepergian mobil Nindi yang membawa Amara


.


.


" Tuan Jakson bicara apa Am ??" tanya Ani ingin tau.


Amara yang masih melamun tak begitu mendengar.


" Am.." Ani memegangi tangan Amara.


"Iya."Amara langsung tersentak.


"Kau melamun lagi ?? memang tuan jakson bicara apa tadi ??" Ani mengulang pertanyaannya.


" Hanya ucapan selamat tinggal saja."Balas Amara beralasan.


"Benarkah ?? kok lama sekali tadi ??"


"Beliau ingin aku kembali bekerja karna produk yang kemarin berhasil diterima dipasaran." Amara kembali berbohong.


Ani menggangguk. "Memang sayang sekali.." Gumam Ani.


"kau baik kan Am ??" Tanya Sindy yang duduk didepan.


" iya. aku baik." Amara mendekap Gea yang setia duduk diam memeluk dirinya.


.


.


.


Bye.. bye..


yang mau ikut keJogja pesen tiket dulu ama otor ya 😁😁😁


.


.


.


.