
bab 58
.
.
.
Gea yang memang sudah tau jika hari itu sang Ibu datang menyambut didepan pintu rumah. saat Mendengar deru mobil memasuki gerbang rumah mereka.
Senyum bahagia serta kerinduan terlihat sekali diwajah anak kecil itu.
" Mami !!!" Panggil Gea seraya berlari mendekati Amara yang baru keluar dari mobil.
Amara pun nampak antusias membuka kedua tangan menangkap tubuh Gea hingga mendekapnya saat sudah dekat.
"owwhh.. anak Mami pintar sekali ya..Gea apa kabar sayang ??"
" Gea baik. Gea rindu Mami.."Gea kembali memeluk Amara dengan erat. Begitu terasa ketenangan dalam diri Amara saat mendekap tubuh Putri kesayangannya itu.
Sindy, Ani dan Nindi begitu terharu melihatnya. mereka berdiri dibelakang Amara tanpa berkomentar
" Mana papi ??" Tanya Gea seketika saat sadar dari mobil sudah tidak keluar siapapun.
Amara sontak langsung membuka pelukannya. "Em..Bagaimana kalau kita masuk dulu ?? kasihan kan Tante-tante temannya mami kalau disuruh berdiri ??" Amara mencoba beralasan.
"Tapi papi kemana ?? Papi belum pulang ??" Gea kembali mengutarakan rasa ingin taunya.
Amara berdehem serta menetralkan rasa didalam.hati agar jangan sampai salah bicara dihadapan putrinya.
Nindi yang tau Amara bingung hendak menjawab Apa, segera mendekati Gea lalu turut berjongkok.
"Pekerjaan Papinya Gea belum selesai. nanti pasti pulang."Nindi mencoba menjelaskan.
" Owww " Gea menggangguk faham.
" Tante tidak diajak masuk nih ?? Gea lupa deh kayaknya sama.tante ??" Canda Nindi.
" Tentu saja tidak.. ayo tante kita masuk.." Gea menarik lengan Nindi untuk ikut masuk dengannya.
Sindy dan Ani bernafas lega, begitupun dengan Amara. mereka tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya pada anak yang masih begitu kecil itu.
" Syukurlah.. Nindi bisa diandalkan ternyata." Ucap Ani.
Sindy membantu Amara berdiri. "Sudahlah.. ayo..kuatka hatimu, lihatlah Gea begitu bahagia kau pulang."
Amara hanya bisa patuh dan segera mengikuti kedua temannya masuk kedalam rumah.
.
.
Pagi hari menyapa, Gea sudah siap dengan setelan sekolahnya. namun tidak dengan Amara. Amara masih menggunakan baju rumahannya seraya menyiapkan sarapan untuk sang putri.
"loh.. mami tidak bekerja ??" Tanya Gea.
" Yeee !!! diantar Mami..."Gea girang bukan main.
Bik jiah turut senang melihat momongannya tersenyum bahagia. Meski sejak awal kepulangan Amara bik jiah sudah tau apa yang menimpa majikannya namun bik jiah berusaha tak bertanya atau ingin tau.
" bibi.. ayo ikut sarapan.." Ajak Amara.
" Iya Non. bibi siapkan bekal buat Nona Kecil dulu.."Balas Bik jiah.
" nanti saja. ayo sarapan dulu.."
Bik jiah patuh dan segera duduk. mereka makan bersama dengan sesekali candaan keluar dari bibir Amara.
.
.
cupp..
Gea mengecup pipi Amara sebagai tanda kasih sayang disaat mereka sudah tiba didepan sekolahnya Gea.
"Nanti Mami yang jemput kan ??" Tanya Gea penuh harap.
" Tentu saja sayang.."Balas Amara
Gea pun tersenyum senang dan menggangguk. lalu setelah mencium tangan sang Mami,Gea segera turun.
lambaian tangan Amara mengiringi Gea yang masuk kedalam sekolahnya.
Tiba didalam, Gea begitu dikejutkan dengan ucapan beberapa temannya yang tak sengaja berpapasan dengannya.
"Loh gea.. kau sekolah ?? kau tidak menemani Mamimu dirumah ?? Bukannya Papimu ketahuan pacaran sama istri orang ?? pasti mamimu sedih sekali.." Ucap teman sebaya Gea.
Gea begitu bingung apa maksudnya. "kalian bicara apa ??"
" Papimu masuk berita Gea. Diliput dan ditayangkan diTivi karna Sebuah perselingkuhan. Kau ini bagaimana, papinya kena masalah kok tidak tau. "balas teman Gea lagi. yang kemudian melenggang pergi
"Selingkuh itu apa ??" Gea bertanya pada dirinya sendiri dengan mimik wajah terlihat bingung.
.
.
.
Duh..duh.. duh..duh.. Tu anak siapa sih sok tau banget ya ??!!!
otor yakin banget, mereka pasti anaknya emak-emak yang syuka banget ngegosip 🤣🤣🤣 anaknya aja kayak gitu apalagi emaknya 🙄🙄🙄
betul nggak Kak ??😁😁😁
.
.