Secret Affair

Secret Affair
Bisakah saya ikut



Bab 97


.


.


.


Ani dan sindy berlari dilorong rumah sakit dimana Amara memberi kabar bahwa Nindi ditemukan pingsan dipantai tadi.


"Bagaimana keadaannya Am ??" Snidy yang baru datang.


"Dokter masih memeriksanya."balas Amara.


"Bagaimana dia ada dipantai ?? Apa tuan Jakson menemui klien dipantai itu ??" tanya Ani begitu heran.


"Pantas saja tadi aku seperti melihat tuan jakson. Ternyata aku tidak berhalusinasi." ucap Amara


Tak lama pintu ruang pemeriksaan terbuka.


"Bagaimana keadaan teman saya dok ???" Amara langsung mendekat dan menyongsong sang dokter dengan pertanyaan.


"Pasien tidak apa-apa. Mungkin dia hanya kelelahan saja."balas sang dokter.


"Kelelahan kok sampai pingsan dok ??" Ani menambahkan.


"Terkadang hanya stres saja bisa membuat orang kehilangan kesadaran Nona." balas sang dokter lagi.


"Em.. Apa dia sudah sadar dok ??" tanya Amara.


"sudah. Silahkan jika mau menjenguk. Tapi disarankan jangan membuatnya berfikir dulu, supaya dia bisa rileks kembali."pesan sang dokter.


"Baik dok. Terima kasih."


Setelah dokter pergi, Amara sindy dan ani buru-buru masuk kedalam.


"Nin.." sapa Amara yang bisa terlihat begitu kawatir dengan sahabatnya itu


Nindi mengembangkan senyum tipis seraya menatap ketiga temannya.


"Tuan jakson memeras tenagamu ya ?? Kau sampai kelelahan begini ?? keterlaluan sekali sih dia !!" omel Ani.


Amara duduk disisi tempat tidur Nindi. "Kau sudah lebih baik ??" tanya Amara


Nindi menggangguk pelan. "Mungkin aku hanya kelelahan. Maaf sudah mereporkan kalian."


"Kau bicara apa.. Justru kami sangat beruntung karna bisa menolongmu,"Timpal Ammara


"Lalu tuan Jakson kemana ??" tanya Sindy.


Nindi menundukkan pandangannya. Ia tidak mungkin mengatakan apa yang sebenarnya telah terjadi.


"Apa ada masalah Nin ??" Genggaman hangat dari Amara membuat Nindi segera mengangkat wajahnya.


"Tidak. Aku mungkin hanya lelah. Sejak kemarin sampai hari ini aku belum cuti sama sekali.."balas Nindi beralasan.


"Kau yakin ?? Bagaimana jika aku izinkan Cuti pada tuan Jakson ??" Tawar Ani.


"Ide bagus .." tambah Sindy.


Nindi diam tak menjawab.


.


.


Dipantai Jakson kebingungan mencari keberadaan Nindi. Ia merasa begitu bersalah pada gadis itu. Dengan terus mengedar dan menyusuri setiap jengkal pantai Jakson terus berusaha menemukan Nindi.


Hingga tanpa sengaja Jakson bertemu Haikal yang menggendong putri kecil Amara.


"Tuan jakson.. Kebetulan sekali kita bertemu disini" sapa Haikal.


"Oh.. Maaf tuan. Saya tidak sadar anda dihadapan saya."Jakson membalas.


Haikal menerbitkan senyumnya. "Sedang liburan atau menemui klien ??"


" dua-duanya."balas jakson singkat.


"Kalau begitu saya permisi dulu tuan Haikal."Jakson berpamitan karna baginya tidak ada waktu untuk mengobrol.


" silahkan.."Balas Haikal dengan ramahnya.


jakson segera melangkah lebih dulu. Namun saat mendengar Haikal berbicara dalam sambungan telfon Langkah Haikal seketika terhenti.


"Kau dimana sayang ?? Gea mencarimu..??" tanya Haikal saat berhasil menghubungi Amara.


...


"Nindi ?? Temanmu juga ?? Dirumah sakit mana ??" tanya Haikal lagi.


...


"Baiklah.. Aku akan kesana."Haikal segera mengakhiri panggilannya.


"Daddy, mommy kemana ??" Tanya Gea


"Mommy mengantar temannya namanya Nindi kerumah sakit. Gea mengenal Nindi temannya mommy ??" Tanya Haikal.


" tentu saja. Aunty Nindi baik sekali lo sama Gea.." celoteh Gea.


"Wah.. Benarkah ?? Baiklah. Kita jenguk Aunty ya.." ajak Haikal.


Gea mengangguk dengan cepat.


"Tuan Haikal tunggu !!!" suara Jakson terdengar kembali hingga membuat Haikal menghentikan langkahnya.


"Iya. Ada apa tuan ??" Tanya Haikal.


"Em.. Bisakah saya ikut. Maksud saya, saya mau menemui Nindi juga.."Ucap Jakson ragu-ragu.


"Oh.. Baiklah.. Mari.."


"Terima kasih.."


Haikal menggangguk dan berjalan terlebih dulu dengan terus menggendong Gea diikuti Jakson yang mengekor dibelakangnya.


.


.


.