
bab 63
.
.
.
Sidang putusan perceraian dan kasus perselingkuhan Victor serta Miranda akan mulai digelar hari ini.
Baik Amara dan Jakson juga hadir disana. Ketiga teman Amara juga turut menjadi saksi termasuk Nindi yang memang sudah tau perselingkuhan Victor sejak lama. bahkan Nindi yang mengumpulkan semua bukti dan menyerahkan pada Jaksa.
Miranda terlihat datang pengacaranya. tak lama menyusul Victor yang datang hanya seorang diri hanya ditemani beberapa anggota polisi dengan menatap kesal Semua orang disana. ia ingin tidak datang dan menghilang, namun ternyata jejaknya sudah tercium dimana-mana. Victor bahkan dikawal dengan pihak kepolisian saat itu.
Semua duduk dikursi masing-masing, sidangpun juga telah dimulai. hingga beberapa perdebatan juga terdengar disana. Apalagi pengacara Miranda yang berusaha membela kliennya agar jangan sampai terkena hukuman yang berat. karna memang buktinya begitu menyudutkan baik Miranda maupun Victor.
Berbeda dengan Victor yang memilih diam. ia tak membela diri dan hanya mendengarkan semuanya. ia sudah siap menjalani segala apa yang akan ia dapatkan.
Dan akhirnya ketok palu terakhir sebagai putusan hakim membuat Amara dan Jakson begitu lega.
Miranda dan Victor dikenai hukuman kurungan penjara selama 2 tahun dan denda sebesar 3 milyard sebagai hukuman pelanggaran pasal tentang perselingkuhan. dan Hakim juga mengabulkan permohonan perceraian Yang diajukan Amara dan juga Jakson.
Miranda yang tak kuasa menerima putusan hakim langsung pingsan seketika.
Victor terlihat segera berlari menolong Miranda. "Miranda..bangunlah.."
Segera tenaga kesehatan dari kepolisian mulai membantu Victor membawa dan menangani Miranda yang tak sadarkan diri.
Amara yang melihat betapa kalutnya Victor dan betapa pedulinya Victor pada Miranda cukup merasakan sesak lagi. Namun secepatnya Amara menepis segala rasa. "Dia bukan priamu lagi Am.. sadarlah.."Batin Amara menguatkan diri.
Semua sudah terjadi. dan kini semua sudah berakhir. ia harus memulai hidup baru sebagai seorang single parent dan juga single moms untuk putrinya.
Sesuatu yang mengejutkan bagi Amara, Jakson menggenggam jemari Amara dengan erat seraya menatap Amara dengan matanya yang juga berembun.
Amara tersadar seketika dan langsung melepas jemari Jakson. "Anda juga tuan. saya juga mau mengatakan sesuatu pada Anda."
"apa Am ??" Tanya Jakson.
Ketiga teman Amara terluhat mendekati Amara dan menguatkan sahabat mereka.
" Saya mau mengundurkan diri dari perusahaan tuan. saya sudah buat surat pengunduran diri saya, dan akan saya kirim besok. maaf sekali jika skandal pasangan kita membuat anda kehilangan banyak investor."Tutur Amara dengan jelas.
Jakson begitu terkejut dengan keputusan Amara. ia tak menyangka jika Amara akan keluar dari kantornya.
"Kau serius Am ?? Bahkan jabatanmu akan naik saat kau berangkat nanti.."Balas Jakson.
"Saya sangat yakin tuan. saya mau mulai hidup baru. karna jujur, saya cukup malu jika berhadapan dengan anda." tutur Amara lagi.
Nindi menggenggam jemari Amara memberi kekuatan. begitupun sindy dan Ani.
"Saya mana bisa tanpamu Am..Apa tidak bisa kita memulai hidup baru bersama ?? dengan bekerja bersama ??" Tanya Jakson penuh harap.
" Maksud tuan apa ??!!" Nindi menyela takut salah faham dengan perkataan Jakson.
"Saya juga terluka, saya juga terpuruk sama seperti Amara. Setidaknya saya ingin punya teman untuk bangkit dalam luka yang sama."jawab Jakson.
"Am.. prestasimu sangat besar. Media tidak ada yang menyalahkanmu, Malah simpati terhadapmu, Jadi saya harap kau fikirkan lagi keputusanmu itu. Jangan jadikan kesalahan mantan suamimu sebagai bahan yang malah membuat kau gagal meraih impianmu..Saya dan perusahaan sangat menbutuhkanmu..Saya harap kau bisa memahami ucapan saya."Terang Jakson.
Amara terdiam dengan menunduk, ia berputar dengan fikirannya. entah mengapa kehancuran rumah tangganya benar-benar membuatnya terpuruk dan ingin meninggalkan segala yang menyangkut masa lalunya.
.
.
.