
Bab 111
.
.
.
"Gea tidur Haikal.. Bagaimana kita kembali kekantor ??" tanya Amara saat menyadari sang putri sudah tidur akibat kelelahan bertukar baju beberapa kali.
"Ya sudah. Kau istirahat saja dan pulang. Aku akan mengantarmu."Balas Haikal.
"Lalu pekerjaanku bagaimana ?? Terlalu banyak yang harus aku periksa."Timpal Amara
"Nanti aku selesaikan. Kita harus ambil cuti mulai besok. Orangku yang akan mengurus semuanya."Tutur Haikal.
"Ngomong-ngomong acara pernikahan kita akan dimana ?? Kau tidak meminta pendapatku ??" Amara memberanikan diri bertanya.
Haikal terkekeh lalu menatap sendu Amara. "Aku masih ingat apa yang begitu kau inginkan dipernikahan kita."
Alis Amara bertaut menjadi satu.
"sudah. Jangan difikirkan. Istirahatlah yang cukup, karna saat setelah kita menikah kau harus memiliki tenaga ekstra dikamar kita."Goda Haikal.
"Dasar otak mesum !!" Umpat Amara.
Haikal tertawa lepas dibuatnya.
"shuttt.. Gea bisa bangun nanti.."Cegah Amara.
"Ok.. Sorry, aku hanya terlalu bahagia sayang.."
"Cepatlah.. Kasihan gea.."
"Baiklah.."Haikal menambah kecepatan laju mobilnya.
.
.
Dikantor orang kepercayaan Haikal sudah membagikan undangan berbalut pita merah maroon kepada semua karyawan dan staf kerja.
Tidak terkecuali termasuk juga untuk Victor.
Victor pun dibuat terkejut saat melihat nama yang tertera disana.
"Mereka baru mau menikah ??" Gumam Victor dengan wajah begitu tak percaya
"Wah.. Akhirnya Mereka mengumumkan hubungan juga. asikk.. Makan enak ini.."Yusuf begitu bersemangat.
Victor terus bergelut pada fikirannya.
Lalu ia melihat tanggal pernikahan yang akan dilansungkan bersamaan dengan dirinya yang juga akan menikahi Miranda.
Dilema melanda hati Victor. Jauh dalam lubuk hatinya Victor masih tidak rela Amara bersatu dengan Haikal. Namun bagaimana dengan Miranda yang sudah hamil anaknya. ??
Hal itu membuat Yusuf menyemangati teman kerjanya itu. "Sabarlah..lagian kau kan juga akan menikah. Nona Amara tidak selevel denganmu."Hibur Yusuf.
Tatapan maut dilayangkan Victor pada Yusuf.
"Hey santai dong !! Aku kan hanya bicara fakta. Lagian apa yang membuatmu sedih,?? Toh kau bilang akan menikah juga kan ??" Yusuf buru-buru membela diri.
Victor membuang nafasnya dengan kesal. Tak sengaja netranya melihat Haikal yang baru tiba.
Seakan lupa posisinya, Victor bergegas menemui Pria yang termasuk teman lamanya itu.
"Hay !! Kau mau kemana ??!!" Yusuf menatap arah Victor melangkah.
.
"Tuan Haikal. Bisa kita bicara ??" Ucap Victor dengan wajah serius.
Haikal menggangguk dengan senyumnya. "Keruanganku saja."Ajak Haikal yang kemudian melangkah lebih dulu. Victor pun segera mengekor dibelakang Haikal.
.
.
"Duduklah."Haikal mempersilahkan Victor untuk duduk.
"Kalian sengaja mempermainkanku ?"Seakan sudah tak tahan mengungkapkan perasaannya Victor langsung berkata.
"Apa maksudmu ??" tanya Haikal balik.
"Kau dan Amara bilang padaku jika kalian sudah menikah. Bahkan kalian tinggal bersama, tapi ini apa ??"Victor melempar undangan ditangannya.
Haikal nampak santai menanggapi. Ia menatap Victor tanpa amarah sama sekali.
"Lalu apa masalahnya denganmu ??" Haikal bertanya balik dengan santai.
"Tentu saja ada !! Kalian sengaja memanas manasi aku kan ?? Hanya ingin membuat aku kalah kan ??" Terka Victor.
Haikal terkekeh mendengarnya.
"Sekarang aku tanya padamu, kau siapanya Amara ??"Haikal mulai serius.
Sontak Victor tersentak dengan pertanyaan monohok itu.
"Ini kehidupanku dan Amara. Masa depanku dan masa depan Amara. Hubungan kalian sudah berakhir 2 tahun yang lalu kan ?? Untuk apa kau repot mengurusi hidup Amara lagi ?? Apa belum cukup penghianatan yang kau berikan ?? Bahkan waktu 2 tahun masih saja belum bida mengobati luka dihati Amara karna dosamu.
Jikapun kami sengaja membohongimu, tidak ada yang dirugikan juga kan ?? Kau sudah memiliki wanita lain dihidupmu, apa Amara juga tidak berhak bahagia dengan pria lain ??" Tutur Haikal dengan tatapan tajamnya. Dada Victor naik turun ia terjebak dalam ucapannya sendiri sampai tak bisa membalas perkataan Haikal yang memang sangatlah benar.
.
.
.