Secret Affair

Secret Affair
Aku tidak akan segan mengambilnya darimu



bab 54


.


.


Amara sudah siap dengan bajunya dan ia segera turun kebawah dimana Haikal berada.


dan benar saja, Haikal masih setia menunggu Amara guna mengantar Amara menuju Apartemen dimana beberapa pakaian dan juga berkas penting Amara yang tertinggal.


"Tu..em..maksudku Haikal. terima kasih sekali lagi sudah menolongku." ucap Amara dengan sopan.


" Berhenti berterima kasih. oh ya, kau akan kembali kapan ??" Tanya Haikal.


" Sore nanti."Balas Amara lirih.


" Baiklah. ayo aku antar Kau keapartemen." Haikal berjalan terlebih dulu. Amara hanya bisa mengekor saja.


didalam mobil Haikal memilih duduk didepan disisi sopir sedangkan Amara dibelakang. keheningan terus terjadi didalam mobil itu hingga setelah beberapa menit, Mobil terhenti didepan apartemen dimana Amara akan mengemas beberapa barangnya.


Amara segera turun diikuti Haikal yang juga ikut turun.


"Kau baik-baik saja ??" Tanya Haikal saat melihat gurat kesedihan dimata Amara.


" Iya. aku baik. tenang saja. " jawab amara dengan seulas senyum tipisnya.


Haikal menggangguk mengerti. "Baiklah. nanti sore akan ada yang mengantarmu kebandara. Apa kau akan bersama tuan Jakson ??"


Amara menggeleng pelan. "Aku cukup malu bertemu dengannya.."


" Ini bukan kesalahanmu..Aku yakin tuan jakson bisa memahaminya."Nasehat Haikal.


" Semoga saja. Aku masuk dulu.." Amara segera berbalik dan segera masuk kedalam. Haikal hanya bisa menatap punggung Amara saja.


Setelah memastikan Amara sudah masuk jauh, Haikal hendak masuk juga kedalam mobil. namun lengannya sudah dicekal seseorang yang tanpa permisi langsung hendak memukul Haikal. namun Haikal segera menepisnya dan mendorong sebuah tangan yang dengan lancang menyentuhnya.


" sialan kau Haikal !!!" Umpat Victor yanh begitu marah. saat melihat Amara turun dari mobil Haikal.


" Kau ?? Apa kau tidak punya sopan ??!!" Tegur Haikal dengan mimik wajah seriusnya.


Haikal bukannya marah, ia malah menyunggingkan senyum tipis seraya menatap kearah lain. namun dengan cepat ia mendorong tubuh Victor hingga terbentur mobilnya.


" lepaskan brengsek !!! dasar bandit !!!" Ronta Victor saat Haikal menempatkan tangan dileher Victor.


"Kau juga harus ingat kata-kataku dulu Victor. Aku mengikhlaskan Amara kepadamu untuk bahagia, bukan untuk kau sakiti, jika kau berani menyakiti dan membuatnya menangis aku tidak akan segan mengambilnya darimu, bahkan aku juga tidak akan segan menghabisi nyawamu."Ucap Haikal terdengar pelan namun penuh penekanan.


Victor terlihat berusaha melawan,namun tenaganya kalah kuat dengan haikal.


Muak melihat Victor, Haikal segera melempar tubuh Victor hingga terjatuh begitu saja.


"Pria menjijikkan !!" Umpat Haikal yang lansung masuk kedalam mobil.


Victor yang begitu marah segera berdiri dan berteriak. "Kau yang tidak tau malu !!! bandit sialan !!!"


" Aahhh !!!" Victor memegangi lehernya yang dicekal Haikal tadi lalu kemudian ia segera masuk guna menemui Amara.


.


.


Diperjalanan, Haikal menghubungi beberapa anak buahnya.


"Jaga Amara, dia sekarang ada diapartemen. wanita yang semalam aku bawa. jangam biarkan pria yang ada difoto itu mendekatinya apa lagi sampai membuatnya menangis." perintah Haikal.


setelah mendapat balasan dari anak buahnya, Haikal mematikan panggilan lalu membuang nafas dan menatap keluar jendela.


" Tuan.. barang baru sudah datang dimarkas." ucap sopir Haikal.


" Kita kekantorku dulu." Balas Haikal dengan singkat.


" Baik tuan." Balas sang sopir yang terus melandaskan mobil membelah keramaian jalan raya.


.


.


.