
bab 25
.
.
.
Dari sejak dijalan hingga tiba dititik pertemuan dengan Klien Jakson nampak diam begitu pun dengan Amara. Amara sendiri juga tidak berani bertanya atau bahkan menegur, Ia cukup tau jika bosnya pasti masih marah padanya.
Tiba didepan beberapa Klien, Jakson pun memulai mitting mereka. dan Amara pun segera menjelaskan gagasan yang sudah mereka buat berdua.
Amara mengumpulkan kesadarannnya, ia mulai memfokuskan diri dan memulai presentasi.
.
.
Sementara Nindi yang juga baru tiba dikantornya nampak buru-buru masuk. Nindi sedikit terkejut kala melihat Victor yang sudah berada dihadapannya. Tatapan tajam dilayangkan Victor kedua mata mereka saling beradu.
" Kau !!" Nindi tak kalah membalas tatapan tajam Victor.
" Kenapa ?? Kau terkejut aku sudah disini ??" Balas Victor terdengar mengintimidasi.
Nindi memberanikan diri terus menatap Victor. "Tidak. aku biasa saja. karna aku tau kau orang yang sangat licik."
Sudut bibir Victor nampak terangkat "aku heran denganmu, apa memang kau terobesesi denganku, atau kau ingin merebutku dari temanmu sendiri ??" tuduh Victor.
bukannya marah, Nindi malah tertawa kecil menanggapinya. "kau sangat percaya diri sekali ya Vic, hebat, tidak heran jika kau bisa bermain cantik."
Seketika Victor mendorong Tubuh Nindi hingga terbentur tembok. Meski dada Nindi sangat bergemuruh, Tapi Nindi berusaha kuat dan tetap mengangkat wajah menatap Victor.
" Kau sangat salah jika ikut campur urusan orang lain." ucap Victor penuh penekanan.
" Aku tau itu. Tapi aku tidak akan diam saja jika kau sampai menyakiti sahabatku. dasar bajingan" Balas Nindi yang semakin membuat amarah Victor memuncak.
" Oh.. kau mengataiku bajingan ??" Victor Semakin menempelkan tubuhnya meski Nindi terus berusaha menahan dengan kedua tangannya.
" Victor !!! Menjauhlah !!!" Nindi berusaha mendorong Tubuh Victor yang hendak menempel. Namun secepat kilat Victor menangkap kedua tangan Nindi dan mencengramnya dengan kuat.mengarakan tangan Nindi diatas kepala Nindi.
Nindi meneliti sekeliling, entah kebetulan atau memang nasibnya yang sangat sial, Sekeliling tampak sepi tak ada yang berlalu lalang.
" Kenapa ?? mau teriak ?? teriaklah. Dan semua akan tau jika kita memiliki hubungan."Ucap Victor dengan senyum liciknya.
" Pria gila !!! Lepaskan aku !!!" Ronta Nindi.
" Eitts..tunggu dulu. bukannya kau tadi berkata aku ini bajingan ?? baiklah aku akan berikan kebajinganku ini padamu." Victor mendekatkan lebih dan lebih pada Nindi. Nindi terus dan terus berusaha meronta. Bahkan Victor terlihat terus menghimpit tubuhnya. apalagi tubuh Nindi yang mungil tak mungkin bisa melawan Victor yang tegap tinggi dan besar.
" Victor jangan Gila !!! lepaskan aku !!!" Ronta Nindi
Victor tak mendengarkan ucapan Nindi. ia terus mendekatkan wajahnya pada Nindi hingga jarak mereka hanya tinggal beberapa centi saja.
"Sialan.. aku harus bagaimana !! Tuhan tolong aku.." Batin Nindi yang memutar otaknya mencari cara.
Sontak Nindi teringat sesuatu. ia melirik kebawah dan dengan segenap kekuatannya Nindi mengarakan lututnya pada Benda berharga milik Victor yang ada diantara selakangannya.
Daggg !!!
" Akkhhh !!!" Pekik Victor.
Pegangan Victor sedikit longgar Nindi langsung menggunakan kesempatan itu untuk kabur.
" Akkahhh !!! sialan kau Nin !!! awas kau !!!" Teriak Victor seraya memegangi benda pusaka berharga miliknya.
Nafas Nindi memburu dengan deru detak jantung yang berdetak cukup kuat. Takut, kawatir dan segala rasa menjadi satu. entah kemasukan setan apa Victor hendak melecehkan dirinya.
Saat tiba didalam dimana semua rekan kerjanya tengah bekerja, Nindi bisa bernafas lega. ia mengatur nafasnya agar tak begitu terlihat rekan kerjanya. Kemudian Nindi berjalan pelan menuju ruangannya dengan sesekali membalas dengan senyuman sapaan teman kerjanya.
.
.
.
Somplak kali ya tuh sih Victor 🤬🤬
yuk yang mau ikut nyulik dan gebukin daftar dikoment segera ya 😁😁😁