Secret Affair

Secret Affair
Ada yang mau aku tanyakan



bab 19


.


.


.


"Halo Am !!? Amara !!?? kau masih disana ???" tegur Nindi Saat suara Amara tiba-tiba hilang.


" Iya Nin.. sorry, sorry.. Em, Nin nanti makan siang kau ada waktu ??" tanya Amara ragu-ragu.


" Tentu saja ada. Kenapa ??" tanya nindi balik.


Amara nampak ragu mengutarakan niatnya. "Makan siang bareng aku ya ?? kita ketemu diResto Green tidak jauh dari Kantormu."


" Ok..aku mau sih, tapi apa kau sedang tidak bersama Victor ??" Nindi mulai curiga.


" Em.. tidak. ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan."balas Amara.


Nindi yang sudah mengerti nampak menggangguk meski tidak terlihat oleh Amara. "Baiklah. aku tunggu disana ya ??"


" Terima kasih Nin..aku tutup dulu." Amara segera mengakhiri panggilannya.


Amara mengatur nafasnya. "Maafkan aku Vic," Gumam Amara yang cukup tidak tenang dengan keganjalan yang sejak kemarin ia temukan.


.


.


Miranda memejamkan mata saat Victor menghujam intinya dengan dalam. bahkan bibit kehidupan nampak bersemai pula dirahim Miranda.


Victor nampak tumbang disisi Miranda. entah berapa kali ia mengulang adegan panas itu hingga Miranda dan dirinya begitu lelah. namun semuanya seakan tak berpengaruh apa-apa.


Victor memiringkan tubuhnya dan meranda pun memeluk tubuh Victor dengan posesifnya.


" Thank you Victor..aku sangat mencintaimu.." Ucap Miranda.


" lalu bagaimana dengan suamimu ??" Tanya Victor.


Miranda menengadah menatap Victor yang menanyakan sesuatu hal aneh bagi miranda sendiri.


" Maksudmu apa Vic ??" tanya Miranda balik seraya mengecup bibir Victor.


Victor menerbitkan senyum tipis. "Lalu perasaanmu dengan suamimu bagaimana jika kau mencintaiku juga ??"


" Kenapa kau tanyakan itu ?? bukankah kita sama-sama suka ??!! lalu bagaimana denganmu ?!!!" Protes Miranda bermanja didada Victor.


" Aku mencintai kalian berdua." balas Victor singkat.


" Kau sudah tau juga kan jawabanku ??!! sama sepertimu, jakson pria kaya raya, Aku tidak bisa meninggalkan dia juga meski dia tidak bisa memberiku anak." Ucap Miranda penuh suara Kesedihan.


" aahhhh vic !!!???" Desah Miranda.


" Bagaimana ??" Tanya Victor lagi.


Miranda menengadah menatap Victor dengan penuh cinta. "Jakson nanti bisa curiga."


" memang kalian sudah pernah periksa kedokter untuk kondisi masing-masing ??" Victor semakin bertanya.


" Hanya aku yang periksa. Jakson selalu menolak." Bohong Miranda.


Victor memeluk tubuh Miranda dengan erat. "Baiklah..besok tidak usah pakai alat kontrasepsi lagi. kau akan merasakan memiliki anak baby."


" Your serious baby ??" Miranda menengadah tak percaya.


Victor nampak menggangguk dengan pasti.


" thanks you baby..Aku bahagia sekali.." miranda mengeratkan pelukannya juga.


.


.


Amara turun dari Taksi saat tiba diresto yang ia janjikan pada Nindi.


Segera pula Amara memasuki resto itu. tiba didalam, Amara mengedar mencari keberadaan Nindi.


Lambaian tangan Nindi mengarahkan perhatian Amara, dan Amara segera mendekati Nindi.


" Nin.. sorry ya kau sudah menunggu lama ya ??" Amara memeluk Nindi.


" tidak am, bahkan aku baru sampai." Nindi mengedar kebelakang Amara sekan mencari seseorang."kau sendiri ?? Sindy dan Ani tidak ikut ya ??"


Amara memilih duduk terlebih dahulu diikuti Nindi. "Aku tidak mengajak mereka. ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu.."


" Ada apa Am ?? terlihat serius sepertinya ??" Tanya Nindi


" kita makan saja dulu.. aku tidak mau kau sampai terlambat makan siangnya." Ucap Amara.


Nindi menerbitkan senyumnya. "Kau tetap sama ya Am, Selalu perhatian dengan semua orang."


" Kau bicara apa.. aku hanya mengatakan yang sebenarnya. jika kita tidak makan dulu, kita bisa melupakan makan siang jika sudah ngobrol." tutur Amara yang menimbulkan tawa kecil dari Nindi.


.


.


.