
Bab 117
.
.
.
Sore hari Miranda sudah kembali dari jalan-jalannya. Wajah sumringah menandakan betapa ia sangat bahagia dengan apa yang didapat hari itu. Hanya beberapa kali layanan ia sudah mengumpulkam pundi-pundi berlian yang bernilai fantastis.
Tanpa ragu Miranda memasuki rumah dengan bersenandung kecil seolah mengutarakan kebahagiaannya.
Baru saja tiba diruang tamu, Miranda dikejutkan dengan suara Victor.
"Dari mana kau ??!!"
langkah Miranda terhenti seketika. "Oh.. Kau sudah pulang.."Miranda beralih mendekati Victor.
"berhenti disana Miranda !!" sentak Victor dengan tatapan tajamnya.
Miranda berhenti seketika. Ia mulai merasa aneh dengan tatapan Victor yang tak biasa.
"A..ada apa ???" Tanya Miranda ragu-ragu.
"Aku tanya kau dari mana ??" Victor mengulang pertanyaannya.
"Em.. Aku dari..dari jalan-jalan, aku bosan dirumah."Balas Miranda beralasan.
Mata Victor terfokus pada kalung berlian yang tersemat dileher Miranda."Lalu kau dapat dari mana kalung itu ??"
Miranda mengikuti tatapan Victor. "Kau ini kenapa sih ?? Mengintrogasi seperti aku ini penjahat saja !!" Miranda mulai risih.
"Aku tanya kau dapat dari mana !!!!!" Bentak Victor dengan suara menggelegar.
Miranda sampai terjengit dengan bentakan Victor. Selama ini tak pernah Victoe membentak dirinya.
Dada Miranda naik turun karna benar-benar begitu terkejut. "Kau kenapa Vic ?? Tiba-tiba marah padaku ???"
"Seharusnya aku yang tanya padamu,kenapa kau membohongiku selama ini !!!!" Lagi Victor mengeluarkan suara lantangnya
"bo..bohong ?? Bohong apa ??!!" Miranda masih berkilah.
Seketika pula Victor melempar kertas yang sejak tadi dalam genggamannya kearah Miranda.
"Kenapa ?? Kau mau tanya bagaimana aku mendapatkannya ??!" Ucap Victor.
"Aku.. Aku bisa jelaskan Vic. Ini semua.. Ini semua baru mau..mau akau lakukan.."Miranda mulai tak bisa mengontrol diri karna saking kalutnya.
"Lalu kenapa kau katakan jika kau hamil !!!??!!" Bentak Victor lagi.
Miranda memejamkan mata. Ia sudah ketahuan. "Karna aku tidak punya alasan untuk mengikatmu Victor !!! Kau terus memikirkan Mantan istrimu padahal aku yang selalu disisimu ?!!! Wanita mana yang akan terima jika lelakinya memikirkan wanita lain disaat kita sering bercinta !!!!" Miranda dengan berani meninggikan suaranya.
"Alasanmu sangat konyol Miranda, jangan bawa-bawa Amara disini."
"Itu faktanya Victor !!! Kau terus mengejar dia meski aku sudah disisimu !! Bahkan kau rela bekerja dengan calon suaminya hanya demi apa ?? Pasti karna ingin sering bertemu dengannya kan ??!!" Tuduh Miranda.
Victor yang terkalut emosi menendang kursi begitu saja.
Brakkk !!!
"Kau yang membohongiku. Kau yang merahasiakan semua ini bertahun-tahun, Jadi jangan mencari kesalahan orang lain. " Victor memicing menatap tajam Miranda.
"Tapi itu faktanya kan ??!!"
"Bulsit dengan semuanya !!!"
Brakkk !!!
Victor langsung pergi dari hadapan Miranda yang tergugu menangis terduduk dilantai. Emosinya sudah meluap-luap tak mungkin Victor sampai melukai Miranda karna kekhilafannya yang sudah dikuasai Emosi dan Amarah.
"Aahhhj !!!?" Pekik Miranda yang tergugu karna begitu kesal, Victor pergi begitu saja. Baru kali ini Victor marah seperti itu, bahkan membentaknya sampai begitu keras.
Bibi may hanya menjadi penonton pertengkaran keponakannya. Ia ikut menangis, sebab Sebelum Miranda datang Victor sudah memberitau bibi may tentang permasalahan mereka.
"Bibi.. Kita istirahat saja ya ??" ajak suster.
"Iya. Ayo kekamar saja."balaaS bibi may. Yang enggan menegur Miranda.
Segera suster membawa Bibi may menuju kamar untuk istirahat.
.
.
.