Secret Affair

Secret Affair
Ini malam pengantin



Bab 126


.


.


.


Saat Victor sedang melangkah keluar, ia melewati sebuah ruangan UGD yang terdengar tangisan didalamnya. Namun yang menjadi pusat perhatian Victor wanita paruh baya yang berdiri didepan pintu UGD dengan melipat kedua tangannya dan menatap tajam kedalam.


Victor mendekat dan berusaha melihat.


"Kau mau melihat selingkuhan kekasihmu ??" Tegur wanita itu tanpa menoleh.


"Apa ??" Victor tak mengerti.


Wanita paruh baya itu membalikkan tubuhnya. "Yang sedang ditangisi anak-anaknya itu adalah Selingkuhan Kekasihmu, Yang juga adalah suamiku."


Victor pun terkejut dibuatnya.


"Jika kau mau lapor polisi, lapor saja. Aku yang menabrak mereka berdua. Karna aku sangat jijik melihat hubungan laknat mereka." tambah wanita itu.


Wanita itu meneguk ludahnya beberapa kali menekan rasa sesak yang disembunyikan.


"An..anda yang melakukannya ?? Maksudnya anda sengaja menabrak mereka ??" tanya Victor lagi.


Wanita itu menggangguk dengan pasti. "Iya. Disaat mereka berciuman ditepi jalan. Aku langsung menabrak mereka. Bahkan pria yang didalam itu, aku gilas dengan mobilku."Suara wanita itu terdengar bergetar


"Jika kau tidak terima, aku siap dipenjara. Dihukum matipun aku juga siap. Asal mereka sudah mendapatkan sesuatu yang setimpal sesuai perbuatan bejat mereka."Setelah berkata demikian wanita itu langsung berlalu dari hadapan Victor. Entah akan kemana.


Victor hanya mematung dan seolah tak percaya dengan apa yang didengar.


.


.


.


Diarea pesta, malam semakin larut. Tamu undangan juga sudah kembali satu persatu, Amara dan Haikal kini juga tengah menyusuri lorong menuju kamar mereka. Wajah lelah terlihat sekali pada Amara.


Meski Haikal sudah membawakan Sepatunya.


"Gea kemana ??" tanya Amara.


"Mungkin dengan Teman-temanmu."jawab Haikal.


"Setelah bersih-bersih cari putrimu. Aku lelah ingin tidur."ucap Amara yang lebih dulu masuk kedalam kamar. Ia pun langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Ia menghubungi anak buahnya yang bertugas menjaga Gea.


"Kalian dimana ??" tanya Haikal saat panggilan terhubung.


"Menjaga kamar Nona kecil tuan."Balas mereka.


"Putriku dengan siapa ??" Tanya Haikal lagi.


"Ditemani nona Ani Tuan. Tadi sudah tertidur."balas mereka lagi.


"iya. pastikan kalian membantu teman istriku jika Gea rewel."pesan Haikal yang tanpa permisi menutup panggilannya.


Tak lama Amara keluar dengan setelan piyama tidurnya. Rambutnya juga tengah digulung menggunakan handuk wajah polosnya tanpa makeup membuat Haikal tersenyum tipis.


"Aku sudah siapkan air hangat. Mandilah kau akan segar nanti."Ucap Amara yang duduk didepan meja riasnya.


Haikal membuka jasnya dan menggulung lengan kemejanya.


Amara sebenarnya sadar Haikal tengah menghampirinya, namun Amara seolah pura-pura tak melihat dengan sibuk membersihkan wajahnya.


"Ya ampun.. Apa dia menginginkan malam ini juga ?? Aku kan bukan perawan, besok-besok juga sama saja kan.."Batin Amara


Haikal memegangi pundak Amara lalu menunduk menempatkan dagunya dipundak Amara. Seketika Amara tersentak karna seperti tersengat aliran listrik.


"Kau lupa ini malam pengantin kita ??" bisik Haikal.


"A..h..em..Tentu saja tidak. Bahkan kau sudah menghias ranjang sebgaus itu.. He..he ."Amara berusaha terlihat biasa.


Haikal tersenyum geli sekali melihat wajah Amara yang nampak terlihat tegang.


"Bukannya kita dulu pernah melakukannya ?? Seharusnya kita sudah tidak canggung kan ??" goda Haikal lagi.


Wajah Amara seketika memerah, Deru nafas haikal yang mengenai daun telinganya benar-benar menyiksa.


Lalu dengan cepat Amara berdiri dan berbalik. "Aku siapkan baju ya ??" Amara ingin menghindar namun Haikal sudah keburu meraih pinggangnya.


Sontak Amara terkejut, Tatapan Haikal begitu terlihat penuh Nafsu, Amara susah payah menelan ludahnya.


"Amara.. Rilekslah, ini bukan pertama untukmu.. Kau memalukan sekali.."Batin Amara yang berusaha menenangkan dirinya.


.


.


.