
Bab 105
.
.
.
Candaan antara Amara sindy dan Ani membuat Nindi yakin ketiga sahabatnya pasti sudah tau apa yanh dialami Nindi. Dalam hati Nindi sangatlah bersyukur memiliki 3 sahabat yang selalu memgerti posisinya.
"Am.. Jadi kapan pernikahanmu akan digelar ??" tanya Ani mulai serius.
"Aku tidak tau. Aku tidak boleh memikirkan itu, Semua diatur Haikal
sendiri."balas Amara dengan ketus.
"kalau kau mau ikut andil ya bilang saja dong Am.."Timpal Sindy.
"Aku malas berdebat dengan dia. Ujung-ujungnya aku lagi yang kalah."Balas Amara
"Kau ini lucu sekali.. Seperti tidak ada cinta antara kalian.."Ani tertawa mengejek.
Amara turut tersenyum.sejak dulu hingga sekarang hubungan mereka memang seperti tak memiliki kemistri apa-apa. Namun jauh dalam.hati masing-masing, begitu dalam rasa yang teramat indah.
.
.
Victor baru keluar dari kantor urusanAgama guna mengurus semua keperluan pernikahannya dengan Miranda. Karna memang keadaan ekonomi yang tidak memungkinkan, mereka berdua sepakat untuk menikah diKUA saja tanpa resepsi. Miranda pun tak menolak.
Namun yang membuat Victor kesal, sejak datang sampai selesai Miranda tak kunjung hadir sama sekali. Bahkan ponselnya juga tidak bisa dihubungi. Terus-dan terus victor berusaha menyadari, mungkin saja Miranda tengah malas kemana-mana. Mengingat kandungannya yang masih sangat muda.
"Aku belikan buah saja untuk Miranda. Siapa tau dia ingin makan buah yang segar.."Ucap Victor seraya melenggang meninggalkan kantor urusan Agama.
.
.
Diposisi Miranda, Ia tengah tertawa lepas dalam pangkuan Hadi.
Ceritanya begitu membuat Hadi terhibur.
"Baby.. Lalu bagaimana jika Victor tau kau ini sebenarnya tidak hamil.??" Tanya Hadi dengan seringainya.
"You are creazy baby.. Tapi Aku sangat suka.. Tapi Ngomong-ngomong bagaimana kau tidak bisa hamil ?? Padahal kita juga sering melakukannya ?? Dan aku sangat yakin bersama Victor kau sangat sering juga ??" ejek Hadi.
Senyum Miranda terbit dengan genitnya. Lalu dengan manja mencium bibir Hadi tanpa rasa malu sedikitpun.
"Aku steril.."bisik Miranda.
"What ??" Hadi sama sekali tak peecaya.
"Itu sudah aku lakukan jauh sebelum aku bercerai dengan jakson."Ucap Miranda dengan enteng.
"Kau sangat berbeda dari wanita manapun baby.. Aku suka itu.."Hadi membawa tubuh Miranda dalam dekapannya.
Miranda pun tanpa malu bermanja didada Hadi. Entah apa yang ada difikiran wanita itu saat ini.
.
.
.
Atas ijin dokter, siang itu Nindi sudah diperbolehkan untuk pulang. Dan Amara menyarankan agar Nindi pulang ke Mansion Haikal saja.
Namun Nindinbegitu menolak, ia tidak mau merepotkan sahabatnya lagi. Perdebatan kembali terjadi dikamar rawat Nindi.
"Sore nanti kan aku langsung kembali kejakarta, lebih baik aku kembali saja kehotel.."Ucap Nindi
"Tapi kau masih sangat lemah Nin.. Akan berbahaya jika kau dihotel sendiri.." Timpal Amara.
"Am.. Aku sudah tidak apa-apa..mungkin makan ku saja yang kurang banyak.."Tambah Nindi kekeh pada pendiriannya.
"Ani dan Sindy sejak kemarin juga menginap dirumah Haikal. Dia tidak akan masalah Nin.."Amara kembali membujuk.
"Iya aku tau. Calon suamimu orang yang baik..tapi aku sendiri yang tidak enak Am..sudahlah, Kau jangan terlalu memikirkan aku, fokuslah pada pernikahanmu saja.."Nindi mulai melangkah keluar terlebih dulu.
Amara hanya bisa membuang nafasnya dengan kasar. Ani dan sindy hanya bisa sebagai pendengar saja. Mereka akhirnya mengikuti kemauan Nindi dan mengantar Nindi kehotel dimana Nindi menginap selama DiJogja.
.
.
.