
bab 76
.
.
.
Victor menoleh dengan malas kearah pintu. namun Rasa terkejutnya muncul kembali saat melihat gadis kecil yang berlari kearah Haikal yang siap membuka tangan dan berjongkok.
"Kenapa tidak bilang akan kemari ??" Tanya Haikal setelah memeluk gadis kecil itu .
" Mommy bilang kejutan."Balas Gea. gadis kecil yang sekarang ada didekapan Haikal.
"Gea.." panggil Victor yang turut berdiri dan mendekati Gea.
Gea menatap pria yang kini berdiri disisinya. "Papi.." Ucap Gea lirih.
Victor begitu tak menyangka bisa bertemu Gea disana. senyum haru terlihat diwajah Victor. "Gea sayang.. ini papi nak.."
"Gea.. salim sama papi Victor." pinta Haikal yang sekarang sudah berdiri dan memegangi jemari Gea.
bukannya patuh, Gea malah bersembunyi dibelakang Haikal.
" Gea.. kemarilah nak..Ini papi sayang.." bujuk Victor.
" Nggak mau !! nanti mommy nangis lagi." Balas Gea dengan cepat.
" Haikal.. biarkan anakku memelukku.." Victor begitu berharap.
"Dia yang tidak mau Vic.."Balas Haikal dengan cepat.
" Gea..Tega sekali ya meninggalkan Momm...-" Amara menghentikan langkah dan ucapannya saat suda masuk kedalam ruangan Haikal kala melihat pria yang berusaha ia lupakan.
Susah payah Amara menelan ludahnya beberapa kali saat benar yang ia lihat adalah Victor.
"Amara.." Victor menatap nanar Amara yang mematung .
Amara segera tersadar dan menatap kearah lain. dimana Gea yang bersembunyi dibelakang Haikal.
Amara mendekati Haikal dan Gea tanpa mengindahkan Victor yang terus memanggil namanya.
"Maafkan aku hubby.. aku datang terlambat.." Sesuatu yang membuat Haikal mematung, Saat Amara memeluknya dan tak lupa mencium pipi Haikal.
Victor tak kalah terkejut melihat adegan mesra Amara dan Haikal. "Amara.. kau dan dia..-"
"Su.. su..suami ??" bagai tersambar petir disiang bolong. jantung Victor berhenti berdetak sekejap saat mendengar ucapan Amara.
"Iya." Amara menempatkan tangan di lengan Haikal. "Dia suami saya." Ucap amara dengan jelas. Haikal hanya menatap Amara dengan senyum tipis.
Victor menggeleng pelan dan pelan hingga beberapa kali. lalu beralih menatap Gea. " Gea sayang.. sini peluk papi..Papinya Gea cuma satu tidak boleh diganti ya.."
" Gea nggak mau sama papi Victor !! Gea maunya sama Daddy Haikal !!" Balas Gea
" Tapi nak..-"
" Mommy nangis terus karna Papi.. Gea pindah sekolah juga karna papi.. Papi nggak kangen sama Gea selama ini !!" Celoteh Gea dengan nalurinya sendiri. bahkan Gea begitu mengeratkan kedua tangan yang ia berikan pada Haikal.
" Maafkan papi nak.." Victor tergugu dan terduduk dengan menjadikan lutut sebagai tumpuan.
Amara menatap kesisi lain. tak sanggup melihat hal seperti ini.
Haikal berusaha membujuk Gea. "Gea.. Jangan seperti itu. dia kan papinya Gea juga.. ayo salim dulu.."
" Nggak mau Dad.. Pokonya nggak mau !!" Gea berlari keluar.
" Gea !!!" panggil Haikal dan Amara bersamaan.
Amara pun berlari menyusul putrinya tanpa peduli pada Victor yang tergugu.
"Maaf, Aku tidak bisa membujuk Gea."Ucap Haikal lirih.
Victor berdiri dari duduknya. "Jadi kau gunakan kesempatan dalam masalah kami dengan menikahi Amara ??!!" tuduh Victor.
"Dasar munafik !!" Umpat Victor.
"Aku yakin semua ini juga karna kau kan ??!! kau yang meracuni otak anak dan istriku ?!! iya kan ??!!" tuduh Victor yang terbakar cemburu.
" harusnya kau sadar Victor. anakmu seperti itu karna apa ?!! jangan malah menyalahkan orang lain ?!" Balas Haikal.
" bulsit !!!! kau bandit munafik !!!" timpal Victor dengan wajah emosinya dan segera keluar dari ruangan Haikal.
Haikal hanya bisa membiarkan Victor pergi, "Sayang sekali watak dan sikapmu tidak pernah berubah Vic.. kau benar-benar membuatku geram" gumam Haikal.
.
.
.