
Bab 121
.
.
.
Karna memang sudah bertunangan. Jakson dan Nindi saling bergandengan saat mereka semua menuju kamar.
Tanpa diduga, Miranda dan Hadi yang hendak keluar kamar berpapasan dengan Rombongan Jakson dan Nindi.
Mata Miranda sampai mendelik karna pertemuan tak terduga itu.
"Itu kan Miranda ??!" Ucap Ani terlebih dulu. Mereka terus melangkah mendekat.
Miranda kebingungan. "Emm..ada yang tertinggal.. Aku ambil dulu.."Miranda hendak masuk namun dicegah Hadi.
"Kenapa ??karna pria itu ??" Hadi menunjuk dengan matanya.
Rombongan Ani sindy dan yang lain berhenti tepat dihadapan Miranda dan Hadi.
"wah.. Kau hebat sekali ya Nona Miranda. Sudah ganti lagi pria nya."Ejek Ani dengan suara lantang
Nindi menatap jakson, namun jakson hanya tersenyum dan terus menatapnya tanpa mau melihat Miranda.
Miranda sekilas terus menatap Jakson yang tak membalas tatapannya.
"Kita pergi.."Miranda menarik tangan Hadi dan langsung pergi dari sana.
Tatapan sinis diberikan sindy. "astaga.. Bagaimana Victor menyukai wanita seperti itu ??!!"
"Waktu kemarin kita liburan aku juga melihatnya dengan pria itu."Tambah Hadi.
"Benarkah ?? Menjijikkan sekali.."Balas Sindy.
"Apa kita akan membahas dia terus ?? Aku lelah ??!" Protes Nindi.
"jangan bilang kau cemburu Nin ??" ejek Ani.
"Siapa ??!" Nindi mengelak.
Jakson meraih pinggang Nindi. "lagian untuk apa juga cemburu. Dihatiku sudah tidak ada tempat untuk wanita seperti dia..tenanglah sayang.."
"Uh...Mataku bisa ternoda."Ani melangkah terlebih dulu diikuti Sindy dan Hadi yang menggendong Putrinya.
"Lepaskan.. Kau tidak tau malu ya ??" nindi melepaskan diri.
"Tidak akan aku lepaskan. Sebelum kau bilang kau tidak cemburu."Jakson memperkuat pelukannya.
"Jakson malu jika ada yang melihat.."
"Aku tidak peduli.."
"Ok baiklah.. Aku cemburu. Puas. Dan lagi, wajar kan aku cemburu dia mantan istrimu !!!"
Jakson memegangi kedua pundak Nindi. "Kita sudah bahas ini beberapa puluh kali. Dan aku sudah menbuktikan keseriusanku. Hubungan kita memang singkat, tapi aku mau serius. Apa perlu kita menikah bersama Amara saja supaya kau percaya ??"
"Makanya. Berhenti cemburu..dia memang masa laluku. Tapi kau adalah masa depanku."
Nindi tersenyum tipis lalu segera melangkah lebih dulu meninggalkan Jakson.
" Hey sayang.. Bagaimana bisa kau meninggalkanku !!!" Jakson berlari kecil mengejar Nindi.
.
.
Dijalan Miranda terdiam dan terbayang Jakson yang begitu enggan menatapnya tidak seperti dulu.
"Kau memikirkan mantan suamimu ??" Tanya Hadi.
"Dia sudah menikah."balas Miranda.
"Itu bagus dong. Kita kan juga akan menikah."timpal Hadi.
"Tapi bagaimana dengan istrimu ??" Miranda menatap Hadi.
"Dia tetap istri pertamaku. kita menikah secara sirih."tutur Hadi.
"Kau tidak memberitau dia ??" Tanya Miranda lagi.
"Untuk apa ??!! Dia sudah sibuk dengan bisnisnya."balas Hadi.
"Aku bukan pelakor ya ??" Gurutu Miranda.
"Baby kenapa kau jadi baper begini ?? sudahlah, jangan kau fikirkan hal-hal seperti itu."Hadi membelai Rambut Miranda.
Mobil Hadi berhenti tepat didepan sebuah restoran jepang. Mereka pun turun bergantian.
Dari jarak tak jauh, ternyata ada yang memperhatikan gerakan Hadi dan Miranda.
Seorang wanita paruh baya namun masih terlihat modis menggenggam erat stir mobil saat melihat kemesraan Hadi dan Miranda.
"Jadi kau gunakan harta Ayahku untuk memelihara ****** itu Hadi ??!!"Ucap wanita itu dengan gigir saling mengerat.
"Baiknya kalian berdua mati bersama aku rasa itu yang terbaik. Aku jijik padamu Hadi.." Rutuk wanita itu dengan air mata berderai. Ia menyalakan mobilnya menambah kecepatan dengan tinggi mengarah pada Hadi dan Miranda yang berciuman disisi mobil mereka.
dan..
Braakkk !!!!
.
.
.
.
.