Secret Affair

Secret Affair
Tidak pernah berubah



Bab 91


.


.


.


Pukul 8 malam Victor baru tiba dirumah. Namun ternyata Miranda belum kembali dari bekerja. Rasa lelah dan penatnya bercampur menjadi satu.


"Kemana Miranda ??" Gumam Victor seraya masuk kedalam rumah.


Didalam tak sengaja Bibi may baru akan dibawa masuk kedalam kamarnya oleh suster.


"Victor.. Miranda tidak pulang bersamamu ??" tanya bibi may.


"Tidak bik, Miranda dan aku kan bekerja dilain tempat. Aku juga tidak tau kenapa dia terlambat pulang."Balas Victor.


"Maaf sebelumnya. Kapan hubungan kalian akan diresmikan ?? Apa kalian tidak takut jika nanti punya anak dan kalian belum menikah ??" nasehat bibi may.


Victor terdiam seketika. Benar yang dikatakan bibi may.


Victor mendekati bibi may dan terduduk dibawah dihadapan bibi may.


"Bik.. Bisa minta tolong, ??"


Bibi may nampak menggangguk.


"Aku sudah mengajak Miranda menikah berulang kali bi, tapi miranda selalu menolak. Bahkan dia selalu marah padaku. Bisakah bibi membujuknya agar mau menikah denganku ??" Pinta Victor.


"Kau sebenarnya baik. akan bibi coba. Semoga saja Miranda mau menerimanya." Balas Bibi may.


" terima kasih bik. Kalau begitu aku kekamar dulu." pamit Victor.


"iya. Makanlah jangan tunggu Miranda."ucap bibi may.


"Aku sudah makan dikantor bik. Aku mau istirahat saja."Victor melangkah masuk kedalam kamarnya.


.


Setibanya dikamar Victor merebahkan tubuhnya diranjang. Seketika ia langsung duduk saat teringat sesuatu.


"Miranda sudah tidak memakai alat kontrasepsi, tapi kenapa dia hamil juga ?? Bahkan kami sudah sering melakukannya ??? Apa jangan-jangan Miranda memakai lagi dibelakangku ???" terka Victor sendiri.


.


.


.


Dikamar hotel yang bernuansa temaram, Suara Miranda mulai melemah seiring hentakan yang tak kunjung usia dari Hady.


Pria paruh baya yang hiperseks, Ini sudah kali ke2 dengan gaya yang berbeda-beda.


Rasa nikmat sudah berganti dengan lelah. Ingin rasanya Miranda menyudahi, namun Ia sudah deal melakukannya demi sebuah hunian mewah yang dijanjikan Hadi.


" Bagaimana Mir ?? Apa aku kuat ??" Tanya Hadi disela Aksinya.


" owww.. Sshhttt.. You creazy.. Kapan dia keluar.. Kenapa dari tadi kau tidak lelah.. Aahhhh !!!" Balas Miranda yang mulai kuwalahan.


"Ha..ha..ha.. Ha... Belum saatnya Mir.." tawa Hadi pecah seketika. Ia merasa cukup menang saat berhasil menggagahi Miranda hampir 7 jam.


.


.


.


Ani dan Sindy beserta anak dan suami sindy dijamu layaknya tamu dirumah besar Haikal.


Bahkan makan malam mereka lakukan dirumah dengan banyaknya menu dimeja makan panjang nan besar itu


Ani dan sindy tak berhenti mengganggumi Haikal yang begitu perhatian pada Amara dan ramah kepada mereka.


Selesai makan malam, Haikal mengajak Danu yakni suami Sindy untuk mengobrol dan membiarkan para wanita juga mengobrol dengan tema masing-masing.


Wajah datar Amara sejak tadi begitu membuat penasaran Ani dan juga sindy.


" Am.. Sebenarnya bagaimana hubungan kalian ?? Kau seperti tidak menyukai dia ??" tanya Ani


Amara hanya membuang nafas dengan kasar.


"Kau tidak mau cerita pada kami ??" Sindy menambahi.


Kini Amara menatap dua sahabatnya. "Baiklah aku akan ceritakan." Ucap Amara yang kemudian menatap dua gadis kecil yang bermain dihadapannya.


Amara mulai menceritakan semuanya. Respon terkejut bahkan melongo terlihat dari dua wajah wanita yang beda status itu.


"Lalu perasaanmu sendiri bagaimana ?? Kau juga masih menyimpan rasa untuknya ??" Tanya Ani saat Amara selesai bercerita.


Amara mengusap wajahnya pelan. "Jika aku harus jujur. Rasa dihatiku tidak pernah berubah untuk dia An..sin.. Semua sama seperti dulu. Tapi aku tidak tau jalan pemikirannya itu bagaimana, Aku masih kecewa dengan kebohongan dia kemarin.."


"Tapi alasan dia masuk akal Am..Dia ingin dekat denganmu, dia ingin menjalin hubungan dengan normal, bukan karna sebagai penolong saat kau terpuruk."Tutur Sindy.


" sindy benar. Jarang pria bisa sesetia itu Am. Bahkan sampai usia tua dia masih betah sendiri hanya karna janji kalian dulu."Tambah Ani.


Amara menopang wajahnya dengan kedua tangan. Tak dipungkiri ia memang nyaman dan masih mencintai Haikal. Pria pertama yang berhasil meluluhkan hatinya dimasa lalu.


.


.


.