Secret Affair

Secret Affair
Kecelakaan



Bab 125


.


.


.


Satu jepretan sudah didapat fotografer saat setelah Haikal Amara dan Victor beserta Gea berpose bersama. Senyum ceria jelas terlihat disana.


Namun dering ponsel Victor mengganggu sesi pemotretan kedua.


"Maaf aku angkat telfon dulu.."Pamit Victor. Hal itu segera mendapat anggukan dari Haikal dan juga Amara


victor menyingkir sebentar lalu menggeser tombol hijau dilayar ponselnya. "Halo."


"Halo..benarkah ini nomer tuan Victor ?? Kami dari rumah sakit tuan."suara wanita terdengar disana.


Alis Victor bertaut bersamaan dengan senyumnya yang seketika luntur. "Iya betul. Ada apa ??"


Wajah Victor langsung terlihat serius setelah mendengar penjelasan dari seorang perawat itu


Panggilan segera diakhiri Victor, lalu dengan cepat Victor mendekati Amara dan Haikal.


"Am.. Haikal, Aku harus segera pergi."pamit Victor.


"Kenapa ?? Kau bahkan belum menikmati hidangan kami"tanya Haikal.


Victor ragu mau bicara atau tidak.


"Miranda marah padamu ??" terka Amara.


"Bukan.. Miranda kecelakaan dan sekarang dirumah sakit. Dia mengamuk disana, aku harus kesana."tutur Victor.


"kecelakaan ??" Haikal dan Amara tak sengaja bersamaan saat terkejut.


Victor menggangguk. "Terima kasih sekali lagi sudah memaafkan aku, semoga kalian bahagia selalu dan segera mendapat momongan. Aku permisi."Victor langsung berlari turun dari pelaminan dan langsung menuju pintu keluar untuk pulang.


"Bahkan Miranda sudah menghianatinya, tapi dia masih sesetia itu.."Gumam Haikal tanpa sadar


"Kau bicara apa ??!" Tegur Amara.


"Oh.. Tidak, em..kau cantik sekali.."Haikal.berkilah.


"Cih..membosankan. Sejak tadi hanya kata itu saja."Amara mengalihkan tatapannya.


.


.


.


Victor berjalan cepat menuju ruang yang dimaksud perawat yang menghubunginya.


"Kalian jahat !!! Sialan !!! Kakiku !!! Aaahhh !!! Kakiku kemana !!!!"Teriak Miranda histeris.


"Mir.." Victor memanggil Miranda bersamaan dengan ia masuk keruangan itu.


Miranda menatap victor dengan derai air mata. "Vic.. Hiks..hiks..hiks.. Kakiku Vuc.. Kakiku kemana.."


Victor pun dibuat terkejut dengan keadaan memprihatinkan Miranda. Kepala yang terbalut perban lebam disekitar wajahnya, dan yang paling membingungkan salah satu kaki Miranda nampak tak terlihat.


"Sebenarnya ada apa ini ??" Victor mengalihkan mata pada perawat yang menenangkan Miranda. Tak lama dokter masuk setelah dipanggil perawat lain.


Miranda hanya menangis tergugu dengan menutup wajahnya.


Victor beralih pada dokter yang baru masuk.


"Kaki Nona Miranda terlindas mobil Tuan karna kerusakan disaraf kaki sudah hampir 90% kami terpaksa mengamputasinya, karna bisa menyebabkan kerusakan jaringan syaraf dan akhirnya akan busuk."Terang sang dokter.


"Apa ??!!" Victor begitu syok mendengarnya. Ia beralih menatap Miranda.


"Ada yang sengaja menabrakku Vic.. Aku..aku.. Sengaja ditabrak dan digilas.. Hiks..hiks..hiks.."Ucap Miranda dalam tangisannya.


"Kami langsung memberi penanganan tuan. Maaf jika mengonfirmasi pada anda sebagai pihak keluarga. Karna nyawa pasien adalah prioritas kami. Dan lagi, rekan Nona Miranda adalah pemegang saham dirumah sakit ini. Tapi beliau tidak tertolong karna mengalami luka yang cukup parah."Dokter kembali menjelaskan.


"Rekan ??"Victor menatap Miranda lagi.


"Kau bersama siapa Mir ??" Tanya Victor


Miranda hanya mennagis.


"Jawab aku kau dengan siapa ??!! Pria gendut itu ??!!" bentak Victor.


Miranda hanya terus menangis dan menangis.


Victor merasakan sesak yang luar biasa. Wanitanya ternyata begitu melukai hatinya.


"Lakukan apa saja terhadap dia,saya bukan keluarganya."Ucap Victor dengan tegas pada dokter.


Miranda langsung mengangkat wajahnya, "Vic, kau bicara apa ??!! Kau mau meninggalkanku setelah aku seperti ini ??!!"


"Sadarlah Mir, kau yang telah meninggalkanku dengan bersama pria itu."Ucap Victor yang langsung keluar dari ruangan rawat Miranda.


"Victor !!! Tunggu !!! Kau tidak bisa seperti ini !!? Victor !!! Aaahhh !!! Lepaskan saya !!! Sialan kalian semua !!!!" Teriak Miranda penuh histeris.


.


.


.


.