
bab86
.
.
.
"Please jangan menangis..aku mohon.."Ucap Haikal yang mendekati Amara lalu mengusap airmata yang mengalir dikedua pipi Amara.
Hal itu membuat Amara semakin terisak. ia juga amat bersalah karna melupakan Haikal dulu.
"Lalu.. lalu kenapa kau membohongiku ?? apa kau mau menguji perasaanku ??"Amara menengadah menatap Haikal dengan mata yang berair bahkan terisak.
Tak kuasa melihat Amara menangis, Haikal menarik Amara dalam pelukannya.
"lepaskan aku pembohong..?! lepaskan..hu..hu..huu..."Amara memukul dada Haikal dengan tangisnya.
Haikal malah semakin mendekap erat tubuh Amara. "maafkan aku Am.. aku tidak sanggup melihat kau menangis begini..aku mohon.. maafkan aku..aku lakukan semua agar kau mau selalu dekat denganku melalui Rebecca.." Haikal berusaha menjelaskan.
" Tapi apa kau tidak sadar telah menyakitiku ??!!!" Balas Amara tanpa sadar dalam tangisannya.
Haikal membuka pelukannya. menatap mata Amara yang memerah dan berair. "Aku tidak bermaksud seperti itu Am.. jangan berfikir seperti itu.."
Amara melepas tangan Haikal "Seharusnya kau tinggal membuktikan keseriusanmu.. bukan malah bermain-main seperti ini.. usiamu sudah tidak layak bermain dan bersandiwara Haikal."Amara meluapkan kekecewaannya.
lalu dengan cepat Amara membalikkan tubuhnya seraya berlari menuju kamar Gea.
Ia begitu merasa dipermainkan dengan Haikal dan juga Rebecca. Tiba dikamar Gea, Tak lupa Amara mengunci pintu kamarnya dan terduduk didepan pintu seraya menutup mulutnya agar jangan sampai tangisannya didengar Gea yang sudah terlelap.
.
.
"Bos.. kenapa tidak dikejar ?? Amara akan pergi darimu lagi nanti."Tegur Rebecca yang sejak tadi menguping.
"Tidak akan. dia akan tetap disisiku. kali ini aku akan berbuat jahat jika sampai dia pergi dariku."Setelah berkata demikian, Haikal memutar tubuh dan menuju ruang kerjanya.
Rebecca tak habis fikir dengan bosnya itu. ia memilih menemui Amara kekamarnya. namun ternyata Amara masih belum mau bicara pada siapapun termasuk Rebecca.
.
.
.
Tak sadar Amara ternyata terlelap didepan pintu tepatnya dilantai.
ia yang baru bangun begitu tak menyangka jika bisa tertidur disana.
Matahari belum terlihat menampakkan dirinya, Segera Amara menghampiri Gea yang masih betah bermain didalam mimpinya.
Kecupan dilandaskan Amara dikening Gea. tanda betapa ia amat menyayangi putri kecilnya itu.
"Hanya kau yang mommy punya sayang.. mommy sangat menyayangimu.."gumam Amara lirih.
rasa kecewa pada Haikal masih membelenggu hati Amara. hingga Amara rasa kembali kerumahnya adalah hal yang terbaik.
dan kenapa juga Amara kecewa ??😁😁😁
.
.
DiJakarta, Nindi tengah bersiap menuju bandara. hari itu ia akan menemani Jakson untuk kunjungan bisnis keluar kota.
Seolah sudah percaya pada atasannya, Nindi tak terlalu peduli dengan tujuan mereka. berada dekat dengan Jakson adalah sesuatu ya g begitu membahagiakan.
Nindi tiba dibandara bersamaan dengan dua sahabatnya yang hari itu juga hendak berlibur mengunjungi salah satu sahabat mereka yang tinggal jauh dikota Jogja.
"Kau terbang pagi juga Nin ??" tegur Ani saat mereka sudah dekat.
"Iya. Tuan Jakson meminta penerbangan pagi saja. supaya besok pagi aku sudah kembali."tutur Nindi.
"what ?? pulang ??!! no..Nin, jika pertemuanmu dengan klien atasanmu itu hanya setengah jam, kenapa kau tidak lanjut saja ikut dengan kami ??!!" usul Sindy.
Nindi bingung akan beralasan apa.
"Kalian juga mau pergi ??" suara jakson tiba-tiba dekat dengan mereka.
Semua nampak menoleh
Ani dan sindy begitupun dengan Nindi menunduk memberi salam. "pagi tuan."
"Nin.. kau sudah siap??" Tanya Jakson.
"Iya tuan saya siap. "baalas Nindi dengan semangat. Jakson membalas senyuman Nindi seraya menggangguk.
" Dan kalian berdua akan berakhir pekan juga ??" Jakson beralih pada Ani dan sindy.
"Iya tuan." jawab Sindy dengan singkat.
"Keluar kota kah ??" Jakson melayangkan pertanyaan lagi.
"Em..i..iya."Sindy begitu ragu menjawab.
Terdengar suara pemberitahuan jika pesawat tujuan Jogjakarta dalam penerbangan pagi akan berangkat.
"Em.. tuan. kami duluan ya..Soalnya pesawatnya sudah mau berangkat."Pamit Ani.
Jakson mengembangkan senyumnya. tak salah lagi. tujuan mereka ternyata sama yakni kota Jogja.
"Tidak usah duluan. kita sama-sama saja. saya dan Nindi juga akan kejogja."tutur Jakson.
"what ??" Ani dan sindy begitu terperangah. begitupun dengan Nindi. semuanya nampak menatap Jakson.yang tersenyum lebar kearag mereka.
.
.