
Bab 100
.
.
.
Amara Gea dan Haikal tiba disebuah angkringan sesuai pilihan Amara yang begitu ingin makan di tempat sederhana seperti itu.
"Kau yakin mau makan disini ??" tanya Haikal.
"Tentu saja. Kau keberatan ??" tanya Amara balik.
"Tidak juga. Aku hanya tidak mau jika ada pegawai yang melihat dan mengira aku ini pria pelit "Ucap Haikal.
Amara hanya tersenyum dan kemudian langsung turun.
Ketiganya berjalan beriringan bergandengan tangan selayaknya keluarga kecil yang begitu bahagia.
Pesanan mereka sudah ada didepan meja, Tanpa basa basi lagi mereka menikmati makan malam yang terasa hangat itu.
Haikal tak melepas tatapannya pada wanita yang sejak dulu sudah menempati hatinya itu. Ia masih tak menyangka jika cintanya akan kembali dibalas oleh Amara setelah semua yang terjadi.
"Aku tau aku cantik. Tapi perutmu tidak hanya butuh kecantikanku saja.."Ucap Amara seraya terus melanjutkan makannya.
Haikal terkekeh lalu memilih minum air putih terlebih dulu.
" Dan aku rasa memang aku sudah kenyang hanya melihat wajahmu saja."
"Mommy.. Bukannya itu papi ??" Gea mengarahkan telunjuknya kearah dimana Victor terlihat turun dari mobil tak lama turun juga Miranda.
Sontak senyum Amara memudar. Sesaknya masih tetap terasa jika melihat dua orang itu.
Nampak sekali kemesraan Antara Victor dan Miranda.
"Apa Gea mau menyapa Papi ???" Tanya Haikal membuyarkan suasana.
Amara langsung melayangkan tatapan tajam pada Haikal.
"yang Gea tau,Victor itu papinya. Jangan ajari anak kecil membenci."Haikal seolah tau maksud Amara langsung memberi pencerahan.
Gea nampak menatap Amara seolah meminta ijin. Hingga Amara mengatur nafasnya dan akhirnya menggangguk. "baiklah.. Tapi sama Mommy dan Daddy ya ??"
"Thank's Moms.."Gea nampak sumringah.
Haikal terlebih dulu menggandeng lengan Gea lalu sebelah tangannya menggenggam jemari Amara.
"Jika dihatimu memang sudah tidak ada rasa apapun pada Victor, seharusnya kau sudah lebih bijak menyikapi semua ini."Ucap Haikal seraya menarik Amara mendekati Victor dan Miranda yang ternyata juga makan diangkringan itu.
Amara hendak menjawab, namun Lidahnya seolah kelu entah mau menjawab apa.
.
.
Victor yang mengenal suara itu seketika menoleh dan senyumnya langsung terbit dengan lebarnya. Berbeda dengan Miranda yang nampak tak begitu peduli. Bahkan Miranda terlihat tak suka melihat Amara yang juga ada disana.
"Gea sayang.."Victor turun dari tempat duduknya dan memeluk putri kesayangannya itu.
Haikal meraih pinggang Amara dan berdiri dibelakang Gea saja.
Victor sadar jika ada Amara dan Haikal segera melepas pelukannya.
"Maaf.. saya terlalu bahagia. Selamat malam tuan."Sapa Victor dengan sopan.
"Jangan seformal itu. Kita sedang tidak dikantor. Kebetulan kami baru makan disini. Dan Gea ingin menyapamu."Tutur Haikal.
"Gea atau Mommynya yang mau menyapa Victor ??!" Sindir Miranda seraya menikmati minumannya.
Amara menautkan kedua alisnya.
"Mir.. Kau bicara apa..??!!" Cegah Victor.
"Huh.. Aku sama sekali tidak menyangka jika mantan istrimu juga ada disini ??!! Sial ?!" umpat Miranda dengan begitu kesal.
Amara mengepalkan jemarinya namun belum berkata apapun.
"Mir...jaga bicaramu ?? Ada atasanku disini.." cegah Victor lagi.seraya melirih kekasihnya.
Haikal tersenyum simpul. "Dia istrimu kah ?? Apa dia sedang cemburu ??"
"Bu..-"
Miranda langsung menatap tak suka pada Haikal. "Bicara apa anda ?!!" sentak Miranda dengan berani.
"Seharusnya saya bertanya. Kenapa anda begitu tidak suka putri saya menemui papi lamanya, ?? Sepertinya anda kurang faham, Amara sudah menjadi istri saya sejak 2 tahun lalu. Jadi saya rasa dia tidak akan berniat merayu suami anda ini." Terang Haikal penuh penekanan.
" Itu benar sekali !! Kau terlalu percaya diri ibu Miranda. Saya sudah berkeluarga lagi, dan suami saya bukan buaya busuk seperti dia !!"Tunjuk Amara "Bahkan jika mengatakan perasaanku yang sebenarnya, aku sangat jijik ada disebelah kalian !! Jika bukan karna kemauan Gea, aku tidak sudi disini." tambah Amara dengan jelas.
Miranda hendak berontak, namun secepat mungkin Victor mencegahnya. "em.. Tuan.. Amara, Saya permisi dulu." Victor menarik tangan Miranda.
"Lepas Vic !!" berontak Miranda namun Victor terus membawa Miranda pergi dari sana.
"Huh.. Aku sangat menyesal bertemu mereka !!" gerutu Amara
Haikal malah menarik pinggang Amara hingga mereka sangat dekat. "Terima kasih pujiannya istriku.." bisik Haikal. Amara hanya memalingkan wajahnya yang memerah layaknya tomat matang itu.
.
.
.