
bab 28
.
.
Amara baru saja masuk kedalam kamar setelah selesai menidurkan Gea putri mereka. terlihat Victor yang duduk seraya memangku laptop. jamarinya masih betah menari diatas papan keyboard laptopnya.
" Kerjaanmu numpuk Vic ??" Tanya Amara saat baru masuk.
Victor menatap Amara sekilas seraya mengembangkan senyum. "Hanya beberapa bahan pertanyaan buat lusa saat liputan diBali."
" Lusa ??" Amara memastikan seraya tersenyum, ia teringat tiket pemberian Jakson tadi. segera Amara mengambilnya dari dalam tasnya.
Dengan membawa dua tiket pesawat itu, Amara menghampiri Victor.
Dengan Bersikap genit Amara duduk menghimpit Victor dengan menempelkan dadanya disisi lengan Victor.
Melihat tingkah aneh Istrinya, Victor melirik sekilas bersamaan dengan Amara yang mengedipkan salah satu matanya.
Victor terkekeh dibuatnya. tak dipungkiri Amara sangat cantik dan seksi meski tanpa riasan.
Sontak Victor langsung menyisihkam laptop yang ada dipangkuannya dan menarik Amara dalam dekapannya.
" Kau mau menggodaku ya ???" Victor menggelitik pinggang Amara..
" Ahhh..vic.. ha..ha..ha.. geli Vic.." Amara kegelian
" benarkah ?? geli mana dengan ini baby.." Victor mengarahkan bibirnya pada telinga Amara
" Ahh...Vic.. ampun, geli sekali." Amara tertawa hingga sangat lebar
Victor yang turut tertawa mengakhiri godaan pada istrinya dengan mengecup pipi Amara.
" Huh..ya ampun, perutku sampai sakit." Ucap Amara.
" Apa yang kau bawa ??" Tanya Victor yang melihat sesuatu ditangan Istrinya.
" Inilah yang ingin aku tunjukkan" Amara sangat antusias. seraya memperlihatkan dua tiket pemberian atasannya.
Victorpun turut antusias dan menerima pemberian Amara.
" Tiket ??" Victor menatap Amara. anggukan diberikan Amara sebagai jawaban.
" Tiket ini dari tuan Jakson, kita dan mereka akan berangkat bersama."Terang Amara
"Mereka ?? mereka siapa ??" Tanya Victor seraya tersenyum.
" Tentu saja tuan Jakson dan Nona Miranda.. Mereka juga hendak honeymoon lagi disana."Tutur Amara
" Ya ampun.. bosmu baik sekali sayang.."Balas Victor.
Amara menggangguk pelan. " Doakan agar pekerjaanku lancar disana, agar aku bisa segera naik jabatan." Amara terlihat bersemangat mengatakannya.
namun Victor malah meredupkan senyum yang menghiasi wajahnya
Sadar sang suami mulai murung, Amara segera bergelayut kembali dilengan Victor dan berkata. " kau kenapa ??"
" Kenapa kau bicara seperti itu ??" Protes Amara
" Kita sama-sama bekerja dari nol tapi selalu prestasimu yang lebih unggul, bahkan penghasilan Saja Kau jauh lebih unggul dariku." Tutur Victor seraya tertunduk.
" Hey.. ada apa denganmu ??!! Kenapa jadi membahas hal seperti itu ??!!" Amara memegangi kedua pipi suaminya seolah tak mau sampai suaminya bersedih.
" Aku hanya berbicara fakta sayang..aku merasa gagal menjadi suamimu."Balas Victor.
" Stop Vic, jangan bicara seperti itu. mungkin nasibku saja yang baik. kau harus bersabar, aku juga tidak mempermasalahkan semua itu.. kenapa kau membuatku merasa bersalah begini ??!!" Terang Amara sepenuh hati.
" aku bahagia memilikimu sayang..Aku adalah pria beruntung yang bisa bersanding dengan wanita sebaik dirimu.." Ucap Victor tanpa melepas tatapan penuh cinta pada Amara
" Aku juga bahagia sekali Vic. kau bahkan selalu sabar menghadapi kekonyolan dan sikapku yang berlebihan."Balas Amara.
Victor menarik Amara kedalam pelukannya. Amara pun dengan senang hati menerima pelukan hangat itu. Seakan menjadi tempat ternyaman bagi Amara.
.
.
.
Pagi kembali datang, Amara dan Victor telah bersiap dengan koper masing-masing, Sementara Gea yang sudah biasa ditinggal bekerja kedua orangtuanya tak terlalu peduli, karna Akan hadiah jika kedua orangtuanya kembali.
" Bik. saya titip Gea ya, hanya dua malam saja."Ucap Amara seraya menikmati sarapannya.
" Iya Nyonya.."balas Bik jiah.
Victor menyodorkan sebuah amplop putih kepada bik Jiah. "Ini untuk keperluan selama kami pergi ya bik, Jika Gea nakal laporkan saja pada kami."
" Papi !! gea nggak nakal kok ?!" protes Gea
" benarkah ?? baiklah beri Papi satu kecupan ??" Tio mendekatkan salah satu pipinya pada Putri kecilnya.
cupp..
" hmm.. papi saja. mami tidak ??" Amara berkomentar
" Kemarilah mami " Gea meminta Amara mendekat. Segera Amara berlari kecil mendekat sang putri.
Hingga gea mengecup pipinya dan Dibalas oleh Amara beberapa kali.
"Jangan membuat bik Jiah repot ya ??" pesan Amara.
Gea segera menggeleng. "Iya Mami.. jangan lupa oleh-olehnya ya ??"
Victor mengusap lembut kepala putrinya. "Princes lagi ??"
" Iya papi, Princes dari Bali." balas Gea seraya menunjukkan deretan giginya, hingga membuat Amara serta bik jiah tertawa bersama.
.
.
.