Secret Affair

Secret Affair
Awas saja



Bab 120


.


.


.


Amara kesal sekali krna Haikal tak bisa dihubungi sejak sore. Bahkan Haikal juga melewatkan makan malam mereka. padahal besok adalah hari pernikahan yang begitu dinantikan.


"Awas saja jika nanti dia sampai pulang. Aku akan memukul kepalanya."Gerutu Amara yang baru keluar dari kamar Gea.


Bersamaan dengan Haikal yang terlihat baru masuk kedalam rumah.


Amara memperhatikan dari atas tanpa mau menegur. Haikal terlihat menuju dapur yangntak terlihat dari atas.


"Cih.. Bahkan dia tidak mencariku..aku jadi ragu mau menikah dengannya atau tidak."Gerutu Amara lagi.


Ia membalikkan tubuhnya namun Amara dibuat terkejut dengan Keberadaan Haikal yang entah sejak kapan sudah dibelakangnya.


"Aahh !!" Amara segera membekap mulutnya. Matanya membulat dengan dada bergemuruh.


"Kau ?? Bagaimana kau sudah disini ??" tanya Amara masih dengan sisa terkejutnya.


"Bukannya kau minta disapa ??"Balas Haikal dengan seringainya.


"Siapa ?? Aku..aku..tidak bilang begitu !!?" amara buru-buru menatap kearah lain.


Haikal terkekeh karna wajah Amara selalu memerah jika tengah malu begitu.


"Maaf ya, aku terlalu bersemangat mengatur persiapan besok jadi sampai melupakan makan malam."Ucap Haikal dengan tenang.


"Itu salahmu !! Seharusnya kau minta bantuanku juga ?!!! Bukan malah mengerjakan semuanya sendiri begitu !!!" Timpal Amara


"Kau hanya perlu mempersiapkan diri saja sayang.. Selebihnya sudah selesai kok."Haikal mencondongkan tubuhnya kearah Amara hingga Amara yang reflek langsung menghindar.


Keduanya saling tatap beberapa saat lalu saat Haikal mengedipkan salah satun matanya Amara segera tersadar dan mendorong dada Haikal lalu kemudian ia segera berlari menuju kamarnya.


Haikal hanya tertawa kecil melihat tingkah lucu Amara.


Ponsel Haikal berdering membuat senyumnyanterhenti. "Ada apa ??"


"Mereka sudah datang tuan. Kami sedang dijalan menuju Apartemen."lapor anak buah Haikal.


"Iya. Beritau mereka besok jangan sampai terlambat datang. Amaraku bisa sedih nanti."Balas Haikal.


Haikal buru-buru turun menuju kamarnya. Hanya tinggal malam ini saja, besok mereka juga sudah bisa tidur dikamar yang sama.


.


.


Dikamar Amara mengusap dadanya beberapa kali.


"Kenapa merinding sekali ditatap Haikal seperti itu ?? Aku tidak membayangkan bagaimana nanti Malam pengantin.. Aahhh !!" Amara menutup wajahnya.


"Kenapa aku memikirkan hal itu ??!! Astaga Amara otakmu sudah ternoda !!!" Amara merutuki dirinya sendiri.


"Ini lagi, Nindi, sindy dan Ani kok belum kasih kabar kapan datang ??!! Apa mereka melupakan aku ??!!" Gerutu Amara seraya membanting ponselnya.


.


.


Rombongan Nindi, sindy dan Ani sudah tiba dihunian Apartemen Horison. Tak ketinggalan Jakson juga turut hadir sesuai undangan Haikal. Bahkan tiket pesawat mereka sudah ditanggung Haikal sampai kembali besok.


"Nomer 1223 dan 1224. Hanya dua kamar saja ??!!" Tanya Ani


"Sadarlah An, Yang mau kita tempati itu Apartemen. Bukan kamar hotel."balas Sindy.


"Tuan Jakson biar bersama suamiku saja. Dikamar 1223. Kita bertiga dikamar satunya."Sindy mengatur Tempat.


"Kok begitu ?? Aku dan Nindi kan sudah bertunangan, Apa tidak bisa kami sekamar ??!!" Protes Jakson.


Ani langsung menatap atasannya dengan tajam Begitupun dengan Nindi. "Jangan mencari kesempatan dalam kesempitan tuan jakson !!" Tegur Ani.


"Kau memalukan sekali !!" Nindi menambahi.


"Anda harus banyak bersabar tuan. Lagian kita juga harus memikirkan aAni. Lalu dia bagaimana jika kita berpasangan " Ejek Sindy.


"Sialan kau sin !!!" Timpal Ani.


Semua nampak terkekeh dengan masih menyusuri lorong menuju nomer hunian yang dimaksud.


.


.


.