
Bab 137
.
.
.
"Lain kali beli distandfood rujak yang bersih. Aku tidak mau sampai kau kenapa-kenapa.."Nasehat Haikal dengan perlahan agar Amara tidak tersinggung.
"Baiklah.."Amara akhirnya mengalah. Jika berdebat malah dia dilarang keluar rumah lagi.
"Oh ya. Kau sudah beli tiket belum ?? Besok kita harus berangkat pagi sekali..Soalnya aku ingin menemani Nindi ijab kabul.."Tutur Amara.
"Kita berangkat malam ini. Aku sudah beritau pelayan. Tidak usah bawa baju atau apapun."Balas Haikal yang sudah menyelesaikan makan siangnya.
"Kau serius ?? Malam ini ??"Amara begitu terkejut.
"Iya. Oh ya, Tadi Victor menghubungiku, Gea dijemput dia dan Victor mau mengajak Gea makan siang. Sore nanti Gea akan diantar pulang."Haikal menjelaskan.
Amara menggangguk faham. "Hubby.. Aku pergi dulu ya, aku belum menyiapkan kado pernikahan Nindi dan Tuan Jakson.."Pamit Amara
"Hais.. diam saja dulu disini.."Haikal mencekal tangan Amara yang hendak berdiri.
"Hubby.. Waktu kita tidak banyak.. Aku harus memilih kado pernikahan untuk mereka.."Protes Amara.
Haikal malah meraih tubuh Amara dan mendekapnya. "Tuan Jakson orang kaya. Dia tidak butuh hadiah yang mewah. Jadi lebih baik kau temani suamimu ini bekerja saja."
Amara mengerucutkan bibirnya. "Kau selalu mencari kesempatan."
"Dengan istri sendiri tidak boleh ??" Goda Haikal yang tanpa aba-aba mengecup pipi Amara.
"Hubby..."Amara menepuk pundak Haikal dengan wajah malunya.
.
.
.
"Papi.. Mau itu."Tunjuk Gea. Saat Victor mengajaknya makan disebuah restoran kesukaan Gea.
"Baiklah.."Victor mengambilkan untuk Gea dengan bahagia pula.
Hidupnya sudah mulai tertata, Dalam pekerjaan pun Victor sudah mulai dimudahkan pula. Ia tak lagi memikirkan wanita, Hanya bekerja dan bekerja yang kini tengah difikirannya. Semua masa lalu yang ia lalui, telah menjadikan sebuah pelajaran berharga untuknya.
"Makan yang banyak ya.. Papi turuti apa keinginan Gea hari ini.."Ucap Victor
"Papi tidak makan ?? Ini banyak loh.." Tanya Gea.
"Tentu saja papi makan.. Come on girl, kita habiskan semuanya.."Victor mengambil beberapa makanan. Hingga menimbulkan gelak tawa dari Gea.
"Pi.. nanti malam Daddy Haikal dan mommy juga aku mau kejakarta. Papi tidak ikut ??" tanya Gea seraya menikmati makannya.
"Kejakarta ?? Mendadak sekali ?? Mau apa sayang ??" Tanya Victor balik.
"Oh.."Victor menggangguk pelan.
"Papi mau ikut ?? Nanti aku ijinkan sama Daddy."Tawar Gea.
"Tidak usah sayang.. Papi juga tidak diundang. Lagian pekerjaan papi terlalu banyak disini. nanti papi bisa kena marah jika sampai meninggalkannya."Tutur Victor.
Gea menggangguk mengerti."Nanti aku bawakan oleh-oleh dari sana ya Pi.."
"Papi tunggu..sudah, sekarang habiskan makannya dulu. Setelah ini papi antar pulang, supaya Gea bisa istirahat."
"Ok pi.."Gea melanjutkan makannya begitu pun dengan Victor. Melihat tawa bahagia Gea adalah sebuah hiburan tersendiri bagi Victor.
.
.
Dan benar saja, Victor mengantar Gea kembali kerumahnya, tanpa sengaja bersamaan dengan Amara yang juga tiba dirumah bersama sopirnya.
Keduanya turun bebarengan. Tak ada lagi kebencian atau rasa lain, hanya sebuah tali pertemanan yang mereka berdua rasakan.
"Mommy..." Gea berlari kecil memeluk Amara. Amara pun dengan senang hati menerima pelukan itu.
"Bagaimana jalan-jalannya ?? Menyenangkan ??" Tanya Amara.
"Tentu saja.."balas Gea seraya membuka pelukannya.
"Sorry Vic, Haikal pasti memberitaumu jika Kami akan berangkat nanti malam, makanya jam segini Gea sudah kau antar."Ucap Amara.
"Tidak masalah. Haikal tidak memberitauku, Gea tadi yang cerita malahan. Maafkan aku yang tidak tau.."Balas Victor.
"Kau tidak kejakarta ?? Nindi dan Tuan Jakson akan menikah ?? Nindi kan temanmu ??" tanya Amara.
"Mungkin mereka lupa denganku Am.. Biarkan saja, Lagian pekerjaanku masih sangat banyak disini."balas Victor.
"Oww.. Astaga, bagaimana Nindi sampai lupa..biar aku ingatkan dia nanti.."Timpal Amara.
"Tidak usah. Aku titip ini saja untuk mereka. Hadiah kecil tidak bernilai mewah juga."Victor menyodorkan kotak hitam pada Amara.
Amara segera menerimanya. "Baiklah.. Kau tidak mampir ??"
"Tidak. Haikal juga belum kembali kan ?? Tidak enak dilihat orang nanti."Balas Victor.
"Aku pergi dulu.. Gea, papi pergi dulu ya.. Bye.."Victor melambaikan tangan.
"Bye Papi..hati-hati.."Balas Gea seraya menatap sang papi yang memasuki taksi.
.
.
.