Secret Affair

Secret Affair
Kau sangat menjijikkan



Bab 119


.


.


.


Setelah perjalanan cukup panjang Victor sudah tiba didepan kamar yang dimaksud. Nomer 1222.


Entah mengapa jantungnya seakan berdetak lebih cepat dari sebelumnya. Perasaan ragu dan ingin tau bertempur menjadi satu didalam hatinya.


Perlahan Victor meraba pintu yang tertutup rapat itu.


Setelah mengatur nafas beberapa kali, Victor berusaha menguatkan hati dan mulai mencari cara bagaimana ia bisa masuk kedalam dan melihat keadaan didalam.


Sebuah kebetulan yang menguntungkan Victor, Seorang pelayan Apatemen tengah membawa troli berisi makanan pesanan dari kamar itu.


"Anda siapa tuan ?? Kenapa disini ?? Apa anda tersesat ??" sapa sang pelayan.


"Em.. Tidak, saya klien tuan Hadi yang ada didalam. Saya seorang jurnalis, Saya sudah ketuk berulang kali tapi beliau tidak membukanya, bisakah anda beritau dia jika saya menunggu disini ??" pinta Victor.


"Oh.. Baiklah. Silahkan tunggu tuan.."Pelayan segera mendekati Pintu lalu dengan sebuah ketukan disana.


Tak lama pintu terbuka dan pelayan segera masuk terlebih dahulu membawa trolinya. Bagi pelayan itu sudah sangat biasa melihat adegan ranjang Penghuni Apartemen itu.


Jadi ia terlihat biasa dan hanya menundukkan wajah saja. Sedangkan yang sedang bermain diranjang pun tak ambil pusing dan tak merasa canggung karna memang sudah biasa seperti itu.


"Makan malam sudah siap tuan. Saya permisi."Pamit sang pelayan dengan wajah tertunduk. Meski telinganya bisa mendengar de sahan Miranda yang terus dipompa oleh Hadi.


"Keluarlah !!!" perintah Hadi dengan nafas memburu.


Baru saja sang pelayan hendak bicara lagi Victor sudah berlari masuk kedalam karna dari pintu Telinganya sudah mendengar suara seseorang yang begitu ia kenali.


"Miranda !!!" Sentak Victor dengan suara menggelegar.


Yang dipanggil bukannya terkejut malah menatap penuh ejekan kearah Victor.


Wajah yang terlihat begitu menikmati permainan kotor diranjang bersama Hadi terlihat jelas diwajah Miranda.


Victor tak bisa berkata apapun. Bahkan Hadi juga masih meneruskan pergulatan mereka tanpa rasa malu sedikitpun.


"Dasar wanita ****** !!! Kau sangat menjijikkan !!!" Ucap Victor yang kemudian membalikkan tubuhnya, ia tak kuasa melihat Miranda yang dijamah dengan brutal oleh pria tambun itu.


Sunggingan senyum terlihat diwajah Miranda yang masih menikmati aksi Hadi.


"Kau tidak mengejarnya ??" Tanya Hadi dengan nafas tersengal-sengal.


Keduanya bersahutan bersama saat puncak kenikmatan sudah mereka gapai bersama.


Miranda memejamkan mata sementara Hadi pun begitu.nafas keduanya naik turun dengan peluh membasahi tubuh polos keduanya.


.


.


.


Victor hancur sehancur hancurnya, hatinya seakan disayat belati tajam dengan apa yang dilihat. Bahkan Miranda tak menanggapi kedatangan dirinya. Menikmati sentuhan pria lain dan itu dilihat Victor tepat didepan matanya.


"Aaakkkhhhhh !!!!" Teriak Victor dengan derai air mata yang menetes dengan sendirinya.


Terluka, tersakiti dan terkubang dalam penyesalan itulah yang dirasakan Victor saat ini.


Ia terduduk ditepi trotoar dengan tubuh lunglai. Kakinya seakan tak mampu menopang tubuhnya.


"Kenapa kau lakukan ini Miranda...Kenapa ??!!!" Tangis Victor


"Disaat aku memilihmu, kenapa kau malah menyakiti aku..."Lagi.. Sebuah kata terlontar dari bibir Victor dengan gurat kekecewaannya.


.


.


Dari jarak cukup jauh Haikal memperhatikan Victor yang terlihat begitu menyedihkan ditepi jalan.


"Inilah yang dirasakan Amaraku Victor.. Dan kau harus sadar, Sakitnya begitu menusuk sekali. wanitamu bukan lah yang terbaik Victor."Gumam Haikal.


Lalu segera Haikal menutup jendela kaca mobilnya. "jalan pak. Kita kembali kerumah."Perintah Haikal.


Mobil segera melaju membelah dinginnya malam itu.


Haikal merogoh ponselnya lalu menghubungi seseorang. "Tetap pantau dia. Jangan sampai dia melakukan sesuatu yang menyedihkan lagi. Dia tetap temanku."Perintah Haikal saat panggilan sudah terhubung.


Tanpa menunggu jawaban, Haikal menutup panggilan dan memilih diam menikmati perjalanannya pulang.


.


.


.