Secret Affair

Secret Affair
Menemukan



bab 21


" Nin, aku bisa minta tolong ??" Tanya Amara penuh harap dalam sorot matanya yang terarah pada Nindi.


" Apa Am ?? jika bisa aku akan berusaha menolongmu." Balas Nindi.


" Kau bisa meretas kan ?? mencari Keberadaan Victor, melalui GPS ponselnya Victor ??" Ucap Amara penuh harap.


" Aku sudah lama tidak melakukannya Am, Aku tidak tau masih bisa atau tidak."balas Nindi dengan jujur.


" Please Nin..kali ini saja. aku hanya ingin tau kemana dia pergi.." tatapan Amara yang terlihat memelas.begitu membuat Nindi amat tak tega.


" Baiklah. aku akan coba. tapi jangan disini ya ?? didalam mobilku saja." Saran Nindi.


Amara segera menggangguk dengam cepat. rasa dihati yang tidak enak begitu membuat dirinya tak tenang.


Setelah membayar tagihan makanan mereka, Nindi mengajak Amara masuk kedalam mobilnya.


Disana Nindi langsung mengambil Laptop dan segera memulai aktivitasnya.


" Am, apapun yang ditemukan nanti aku harap kau jangan langsung mengambil kesimpulan.cari tau dan Selidiki dulu ya ??" pesan Nindi yang amat tidak mau melihat sahabatnya itu bersedih.


" Tenang saja Nin. aku sudah persiapkan diriku."balas Amara. yang amat bertolak belakang dengan hatinya. Jantungnya bahkan berdetak tak menentu, menerka dan bayang-bayang tak diinginkan terus saja terlintas dibenaknya.


Dengan penuh konsentrasi Nindi memulai aksinya. Hanya melalui nomer ponsel Victor saja, Nindi bisa menemukan dimana titik keberadaan suami dari temannya itu.


.


Dikantor jakson para karyawan sudah kembali kekantor setelah makan siang.


Jakson yang baru tiba tak sengaja bertemu Sindy dan Ani yang termasuk teman dekat Amara. namun jakson tak melihat Pegawai teladannya itu.


" Sindy !!" panggil Jakson.


Sindy terlihat menoleh dan seketika langsung tertunduk hormat. "iya tuan. ada apa ??"


" Amara tidak dengan kalian ??" tanya Jakson tanpa ragu.


" Kami sejak tadi juga mencarinya tuan. bahkan dia pergi kemana saja kami tidak tau."Balas Ani.


" Biasanya kalian bersama kan ??" Terka Jakson


" Iya. tapi tidak tau hari ini Amara pergi tanpa memberitau kami." Balas Sindy.


Jakson menggangguk mengerti. "Ya sudah, Jika dia sudah datang suruh keruangan saya ya ??"


" Baik tuan." balas Ani dan Sindy bersamaan.


Jakson lalu melenggang menuju ruangannya.


sindy dan Ani hanya bisa memandangi punggung Jakson. pimpinan mereka.


" Ahhh..Tuan Jakson perhatian sekali dengan Amara.." ucap Ani


" Tapi mereka sangat serasi loh Sin, sama-sama jenius dan selalu tenang."Tambah Ani.


" Sembarangan !! Mereka tim yang hebat memang. tapi bukan untuk serasi dalam artian lain." Ucap Sindy.


" Tapi aku sangat mendukung jika seandainya mereka menjalin hubungan." Balas Ani dengan senyum santainya.


pukk !!!


Sindy memukul lengan Ani.


" Awww !!! kenapa kau ini !!!?" protes Ani.


" Bicaramu mulai ngelantur. sepertinya karna kau kebanyakan makan salad tadi !!!" Balas Sindy


Ani memanyunkan bibirnya.


" Tapi kemana Amara ??tumben sekali dia pergi tapi tidak memberitau kita ??" Tanya Ani pada sindy.


" Sejak tadi aku sudah coba menghubungi dia. tapi tidak diangkat. mungkin dia bersama Victor." Terka Sindy.


" Victor kan kerja. Mana sempat bertemu ??!" balas Ani lagi.


" Itu urusan mereka Ani !!! sudahlah ayo kembali bekerja. jangan terlalu ikut campur." Sindy menarik lengan Ani menuju ruangan mereka.


.


.


" Dapat !!" Nindi bernafas lega saat menemukan keberadaan Victor. namun Nindi cukup terkejut saat tau titik keberadaan suami temannya itu.


amara yang tidak faham apa yang ada dilayar bertanya pada Nindi. " Itu apa Nin ??"


Nindi ragi bagaimana menjelaskan.


" Nin.." panggil Amara.


" em.. Am, Victor..di..em..di.." Nindi nampak terlihat ragu.


" Nindi !! bicara yang benar !!" Protes Amara.


" Dia dihotel Gweenela dijalan VV, kamar nomer 2225. swiet presidantial." Ucap Nindi dengan sangat jelas.


Kerongkongan Amara terasa kering seketika. Hotel ?? kamar ?? untuk apa ??


.


.


.